KDM Minta Bupati Bekasi Rajin ke Lapangan: Jangan Jadi Bupati Kantoran

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi rutin turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi masyarakat dan pelayanan publik.
Pesan tersebut disampaikan Dedi saat memberikan sambutan dalam pelantikan Asep sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025-2030 di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (23/10).
Dedi meminta Asep membiasakan diri memantau kondisi wilayah sejak pagi hari, mulai dari gang permukiman, kantor kelurahan, hingga kawasan pertanian dan industri.
Menurutnya, pemimpin daerah harus memastikan pelayanan berjalan dengan baik, termasuk memeriksa apakah masyarakat masih mengalami pungutan saat mengurus kebutuhan administrasi.
"Saya minta bupati jangan jadi bupati kantoran, harus jadi bupati selokan, harus jadi bupati terobosan, bupati sawah, bupati kebun, bupati pabrik, muter tiap hari," kata Dedi.
Ia bahkan menggambarkan rutinitas kepala daerah yang seharusnya lebih banyak berada di lapangan untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi warga.
"Bupati sudah enggak mesti lagi bangun subuh jam 4, mandi. Jam 5, Bupati harus sudah ngeluyur pakai motor. Masuk ke gang-gang, periksain gang-gang, masuk, cek lurah-lurah," ujarnya.
Dedi juga meminta Asep memeriksa apakah pelayanan di kantor kelurahan sudah berjalan dan memastikan tidak ada pungutan yang tidak semestinya.
"Masih dipungut duit apa kagak? Cek, muter, enggak bisa," katanya.
Selain turun langsung, Dedi mendorong penggunaan teknologi digital agar pekerjaan administratif kepala daerah dapat dilakukan lebih efisien. Ia menilai tanda tangan elektronik dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menerima tamu dan mengurus dokumen secara konvensional.
"Sudah era digital ngapain, tanda tangan TTE," ujarnya.
Dedi menegaskan bahwa jabatan kepala daerah merupakan amanah untuk melayani masyarakat, bukan hanya menjalankan rutinitas birokrasi di kantor.
"Bupati hari ini bukan milik istri dan anaknya, milik rakyat Bekasi," tutur Dedi.
Ia berharap Asep dapat memberikan teladan kepada jajaran pemerintahan daerah dengan bekerja disiplin, memantau kondisi wilayah, dan memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.
