Keluarga soal Penyebab Bang Jek Sang Relawan Wafat: Kelelahan, Serangan Jantung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kakak kandung Ahmad Zaki Ali sekaligus Anggota Dewan Pembina Yayasan Gerak Bareng, Wilda Fara, seusai diwawancarai di kantor Gerak Bareng, Jakarta Barat, Minggu (23/8/2026) Foto: Joakhim Tharob/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kakak kandung Ahmad Zaki Ali sekaligus Anggota Dewan Pembina Yayasan Gerak Bareng, Wilda Fara, seusai diwawancarai di kantor Gerak Bareng, Jakarta Barat, Minggu (23/8/2026) Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Relawan kemanusiaan Ahmad Zaki Ali (42) atau Bang Jek meninggal dunia secara mendadak saat membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia disebut mengalami serangan jantung setelah aktivitas yang cukup intens di wilayah terdampak bencana.

Kakak kandung Zaki, Wilda Farah atau Fera, mengatakan keluarga terkejut ketika mengetahui kabar kepergian Zaki.

“Kita kaget juga waktu Zaki pergi karena mendadak kan. Mungkin intens juga di sana, jadi kelelahan, serangan jantung,” kata Fera saat ditemui di kantor Gerak Bareng, Jakarta, Minggu (23/8).

Fera mengatakan aktivitas Zaki di NTT berlangsung cukup intens. Ia menyebut Zaki memang memiliki kebiasaan turun langsung ke lokasi bencana untuk membantu masyarakat terdampak.

Zaki berangkat ke NTT setelah gempa terjadi pada 15 Agustus 2026. Keberangkatannya kali ini dilakukan secara mendadak.

Suasana di kantor Yayasan Gerak Bareng milik relawan gempa NTT yang gugur, Ahmad Zaki Ali tepat bersebelahan dengan rumah duka, Jakarta Barat, Minggu (23/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Menurut Fera, Zaki bahkan membeli tiket pesawat menggunakan biaya pribadi untuk berangkat ke NTT. Ia langsung mencari penerbangan setelah mengetahui bencana tersebut.

“Dan memang terpanggil pada saat itu bangun subuh itu langsung nge-update kan, nge-update ada kejadian gitu, terus di pagi itu juga itu langsung nyari tiket,” ujarnya.

Fera mengatakan Zaki biasanya melakukan koordinasi dan melihat kondisi medan terlebih dahulu sebelum mengirim relawan ke lokasi bencana.

Zaki kemudian meninggal saat menjalankan tugas kemanusiaan di NTT pada Jumat (21/8). Jenazahnya dipulangkan ke Jakarta dan dimakamkan di TPU Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, pada Sabtu (22/8) malam.