Kisah 2 Korban Kapal yang Karam di Selayar Bertahan 4 Hari di Laut Beralas Gabus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua penumpang KM Nurul Salsa ditemukan selamat di perairan Pulau Sanipa, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Minggu (19/7/2026). Foto: Dok. Basarnas
zoom-in-whitePerbesar
Dua penumpang KM Nurul Salsa ditemukan selamat di perairan Pulau Sanipa, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Minggu (19/7/2026). Foto: Dok. Basarnas

Dua korban tenggelamnya KM Nurul Salsa ditemukan selamat di perairan Pulau Sanipa, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Minggu (19/7) sekitar pukul 13.00 WITA.

Kedua korban bernama Asmal alias Jamsal (24) dan Nurmiati (46), warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Selayar.

Humas Polres Kepulauan Selayar, Aiptu Suardi Alimuddin, mengatakan kedua korban itu ditemukan oleh kapal nelayan KM Bari-Baria 05 yang sempat melintas di perairan Pangkep.

"Benar, informasi yang masuk itu terdapat dua orang korban ditemukan selamat di perairan Pangkep," kata Suardi kepada wartawan.

Dua penumpang KM Nurul Salsa ditemukan selamat di perairan Pulau Sanipa, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Minggu (19/7/2026). Foto: Dok. Basarnas

Berdasarkan keterangan awal, kedua korban bertahan di atas selembar gabus. Saat ditemukan, mereka sudah dalam kondisi yang lemas.

"Kedua korban ditemukan dengan kondisi di atas gabus menggunakan jaket pelampung (life jacket)," ujar Suardi.

Setelah ditemukan, mereka langsung dievakuasi ke Pulau Matala'ang dan dibawa ke rumah Ketua BPD Sabalana, Faril Paharu, untuk mendapatkan pertolongan awal.

Basarnas Jemput Kedua Korban

Dua penumpang KM Nurul Salsa ditemukan selamat di perairan Pulau Sanipa, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Minggu (19/7/2026). Foto: Dok. Basarnas

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan penemuan kedua korban merupakan hasil upaya pencarian yang terus dilakukan secara intensif oleh seluruh unsur SAR gabungan.

"Alhamdulillah, pada hari kelima operasi SAR kembali ditemukan dua korban dalam keadaan selamat di Pulau Balaloho. Korban ditemukan oleh KM Bari Baria 05," katanya terpisah.

Adanya informasi penemuan korban, Basarnas langsung bergerak ke lokasi. Rencananya, kedua korban akan dievakuasi atau dibawa ke Selayar.

"Saat ini, mereka bersama KRI Marlin 877 dan sedang dievakuasi menuju Pelabuhan Benteng, Selayar," tegasnya.

Dengan ditemukannya dua korban tersebut, data sementara korban KM Nurul Salsa menjadi selamat 59 orang, meninggal dunia 1 orang, dan yang masih dalam pencarian 18 orang.

Operasi SAR masih terus berlangsung dengan mengerahkan seluruh potensi SAR gabungan. Pencarian hari kelima dilakukan pada area seluas 1.305 nautical mile persegi (nm²) yang dibagi ke dalam empat sektor pencarian dengan dukungan KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, serta unsur TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, dan kapal-kapal nelayan yang turut membantu proses pencarian.

Basarnas Makassar berharap kondisi cuaca dan perairan yang saat ini dipengaruhi gelombang setinggi 2 hingga 3 meter tidak mengurangi semangat seluruh personel SAR dalam melaksanakan pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

"Kami terus mengoptimalkan seluruh unsur dan alut yang terlibat agar korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," harap dia.