Komisi V Minta Cari Korban KM Virgo hingga Lambung Kapal Dipastikan Kosong

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 terus dilanjutkan hingga dipastikan tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam kapal.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9).
Lasarus menyampaikan permintaan tersebut karena proses salvage kapal KM Virgo diperkirakan tidak dapat dilakukan dalam waktu cepat.
Syafii menyebut proses salvage paling cepat membutuhkan waktu tiga bulan. Salvage adalah proses pemindahan kapal yang tenggelam.
“Kalau dengan kondisi ini, bisa berapa lama, Pak, misalnya salvage ini bisa dilakukan?” tanya Lasarus kepada Syafii.
“Paling cepat 3 bulan,” jawab Syafii.
Syafii menjelaskan, proses persiapan salvage tidak sederhana. Salah satunya, bahan bakar hingga oli di dalam kapal perlu dikuras terlebih dahulu untuk mencegah risiko pencemaran laut.
Lasarus kemudian mempertanyakan sampai kapan operasi pencarian korban akan dilakukan selama proses salvage belum dapat dilaksanakan.
“Kemudian operasi ini mau sampai kapan, Pak? Sementara pemerintah putuskan sampai kapan operasi ini?” tanya Lasarus.
Syafii menjawab Basarnas akan terus melakukan operasi selama masih memungkinkan untuk menemukan dan mengevakuasi korban.
“Kami sampaikan bahwa operasi akan terus kami lakukan selama masih memungkinkan kami bisa menemukan dan mengevakuasi korban,” kata Syafii.
Kapal Sudah Menyentuh Dasar Laut
Lasarus juga memastikan kondisi terkini kapal KM Virgo kepada Basarnas. Syafii mengatakan kapal telah menyentuh dasar laut, tetapi sebagian badan kapal masih terlihat dari permukaan.
“Jadi untuk kapal sebenarnya sudah benar-benar sudah menyentuh di dasar, Bapak,” kata Syafii.
“Di permukaan laut masih kelihatan?” tanya Lasarus.
“Masih. Kalau dari atas masih kelihatan,” jawab Syafii.
Lasarus kemudian menanyakan kemungkinan masih adanya bagian kapal yang berisi udara. Syafii menyebut hal tersebut masih mungkin berdasarkan pengamatan visual tim di lapangan.
“Dengan kami melihat secara visual pada saat ada pemecahan, masih ada kadang-kadang ada pressure yang keluar, juga ada pressure yang ketarik. Itu yang kami lihat,” ujar Syafii.
DPR Minta Operasi Tak Dihentikan
Lasarus mengatakan Komisi V menerima permintaan keluarga korban agar operasi pencarian tidak dihentikan sebelum ada kepastian mengenai korban yang masih berada di dalam kapal.
“Kita berharap, Pak, operasi ini diteruskan. Itu permintaan keluarga korban kepada kami di DPR karena kami membidangi ini, sampai betul-betul dipastikan sudah tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam kapal itu,” kata Lasarus.
Menurut Lasarus, keluarga korban berharap jasad anggota keluarga mereka dapat ditemukan meskipun tidak dalam kondisi selamat.
“Keluarga korban ini sekarang harapannya hanya pada: kalaupun tidak selamat, mereka bisa menemukan jasad keluarganya,” ujarnya.
Lasarus juga membuka kemungkinan pembahasan khusus mengenai kebutuhan biaya operasi apabila anggaran Basarnas menjadi kendala.
“Kita carikan cara apakah kami nanti akan melakukan rapat dengan pimpinan komisi dan pimpinan DPR terkait biaya operasi, kalau memang pemerintah mengatakan sudah tidak ada biaya lagi,” katanya.
Di akhir pembahasan, Lasarus kembali menegaskan agar operasi pencarian dilanjutkan sampai ada kepastian tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam lambung kapal.
“Kami berharap operasi ini jangan dihentikan sebelum dipastikan di lambung kapal itu sudah tidak ada lagi korban yang terjebak di sana,” ujar Lasarus.
Syafii kemudian menyatakan permintaan tersebut akan dilaksanakan.
“Dilaksanakan, Bapak,” jawab Syafii.
Lasarus mengatakan Komisi V selanjutnya akan menggelar rapat khusus untuk membahas persoalan tersebut.
