Muzani Nilai Program Kopdes Prabowo Berangkat dari Pemikiran Bung Hatta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua MPR Ahmad Muzani bersama tiga putri Bung Hatta berziarah ke Makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua MPR Ahmad Muzani bersama tiga putri Bung Hatta berziarah ke Makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ketua MPR Ahmad Muzani menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) besutan Presiden Prabowo Subianto berangkat dari pemikiran Wakil Presiden pertama sekaligus Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung Hatta.

Hal itu disampaikan Muzani usai ziarah ke makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8).

“Saya kira iya, betul. Artinya Pak Prabowo banyak menggeluti dari pemikiran Bung Hatta dan buku-buku Bung Hatta mendalami tentang hal itu,” jelas Muzani.

“Kalau Anda baca banyak pemikiran Bung Hatta melalui otobiografinya, biografinya, dan buku-buku yang ditulis oleh Wongsonegoro, itu jelas menggambarkan bagaimana misalnya Bung Hatta sangat concern terhadap persoalan ekonomi ketika itu,” sambungnya.

Ketua MPR Ahmad Muzani bersama tiga putri Bung Hatta berziarah ke Makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Menurut Muzani, perhatian Bung Hatta terhadap konsep perekonomian nasional sudah terlihat sejak di sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Ia menyebut, Bung Hatta merupakan tokoh yang memperjuangkan sistem ekonomi berasaskan kekeluargaan yang kemudian menjadi fondasi pengembangan koperasi di Indonesia.

“Dalam sidang-sidang BPUPKI, Bung Hatta sangat getol berdebat tentang hal itu,” katanya.

Muzani mengatakan, sistem perekonomian yang disusun berdasarkan asas kekeluargaan merupakan salah satu warisan pemikiran Bung Hatta yang hingga kini masih relevan.

Sejumlah pekerja melakukan pengecoran di lokasi pembangunan gerai fisik Koperasi Desa Merah Putih, Desa Tegowangi, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO

Karena itu, menurutnya, konsep koperasi yang kini kembali didorong pemerintah memiliki akar yang kuat dalam gagasan pendiri bangsa tersebut.

“Sistem perekonomian disusun atas asas kekeluargaan itu dalam sidang BPUPKI itu adalah pemikiran Bung Hatta. Dan Bung Hatta memperjuangkan itu sebagai sebuah cara bagaimana ekonomi bersama Indonesia, demokrasi ekonomi bisa berjalan. Dan akhirnya kita mengambil jalan koperasi. Misalnya seperti itu,” ujar Muzani.

Muzani juga menilai pemikiran Bung Hatta tidak hanya berpengaruh pada bidang ekonomi, tetapi juga tetap relevan dalam penyelenggaraan pemerintahan hingga saat ini.

“Bung Hatta adalah orang yang sangat concern terhadap pola pemikiran sistem perekonomian nasional. Dan masih banyak sederet lagi pemikiran, pandangan, dan semangat Bung Hatta sampai terasa sekarang masih sangat hidup dan relevan,” ujarnya.

“Memang jasad beliau telah wafat, telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Tapi pandangan dan pemikiran beliau sampai sekarang tetap relevan, baik di bidang ekonomi ataupun di bidang penyelenggaraan pemerintahan,” pungkas dia.