Pemerintah Alokasikan Rp 5 T buat Rehab 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatera

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian dan Kemendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. usai Rapat Koordinasi terkait Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pembangunan Infrastruktur Pascabencana Alam, di Kantor Kemendagri, Rabu (23/9/2026). Foto:  Nabilah Siti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian dan Kemendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. usai Rapat Koordinasi terkait Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pembangunan Infrastruktur Pascabencana Alam, di Kantor Kemendagri, Rabu (23/9/2026). Foto: Nabilah Siti/kumparan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan anggaran lebih kurang Rp 5 triliun untuk merehabilitasi dan merekonstruksi 4.922 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera.

Dana tersebut merupakan gabungan dari anggaran reguler kementerian ditambah alokasi tambahan dari Kementerian Keuangan.

Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Rehabilitasi-Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang diambil Kemendikdasmen dalam pemulihan sektor pendidikan pascabencana November 2025 tersebut.

"Beliau menggunakan anggaran dari reguler ditambah dengan dari Kementerian Keuangan tambahan yang totalnya lebih kurang Rp 5 triliunan, dan itu digunakan untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi 4.922 sekolah tiga provinsi," kata Tito dalam konferensi pers, dikutip Rabu (23/9).

Tito menyebutkan, mengingat skala kerusakan yang masif, proses rehabilitasi sekolah tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Waktu pengerjaan yang direncanakan mencapai tiga tahun.

Meski begitu, Kemendikdasmen berupaya mempercepatnya agar proses belajar-mengajar kembali berjalan normal.

"Jumlahnya jujur cukup masif ini. Oleh karena itulah kita prediksi enggak akan bisa diselesaikan dalam waktu singkat," ujarnya.

Dari total 4.922 sekolah tersebut, sebagian dikerjakan secara swakelola melalui transfer anggaran langsung ke pihak sekolah, sementara sebagian lain dikerjakan dengan menggandeng TNI Angkatan Darat (AD).

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian tinjau percepatan pembangunan Sabo Dam Aek Tukka dan Sigala-gala di Tapanuli Tengah untuk lindungi warga dari potensi bencana susulan, Kamis (10/9/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Terkait progres, Tito menyebut ada yang sudah rampung 100 persen, sebagian lagi berada di kisaran 70-99 persen, sementara 616 sekolah masih di bawah 50 persen penyelesaian.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk menjalankan lima program utama.

  1. Pembangunan kembali sekolah yang mengalami kerusakan ringan, berat, hingga yang harus dibangun total akibat kerusakan parah.

  2. Pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran berupa peralatan belajar seperti meja, kursi, laboratorium, hingga buku-buku pelajaran.

  3. Bantuan untuk guru dalam bentuk pelatihan kesiapsiagaan bencana dan insentif bagi guru maupun tenaga kependidikan yang terdampak.

  4. Pendampingan psikososial bagi murid, orang tua, dan guru dengan melibatkan organisasi mitra.

  5. Memastikan kesiapan siswa kelas 12 mengikuti tes kemampuan akademik yang akan digelar Oktober mendatang, baik yang belajar di sekolah asal maupun yang masih menumpang di sekolah lain.

Meski progres dinilai positif, Tito mengungkapkan sejumlah hambatan di lapangan. Setidaknya ada 97 titik sekolah yang harus direlokasi lantaran lahannya hilang akibat longsor, banjir, atau berada di kawasan rawan bencana, sehingga memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah setempat untuk pengadaan lahan pengganti.

Akses jalan menuju sejumlah sekolah juga masih perlu diperbaiki dan akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kondisi sekolah yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO

Ditambah lagi, bencana susulan seperti banjir bandang di Aceh Tenggara dan Solok, serta longsor berulang di jalur Bireuen Gayo Lues, turut memperlambat proses pemulihan di sejumlah titik yang sama.

"Ini bukan bencana kemudian selesai, tapi bencana ada lagi bencana-bencana susulan di lokasi yang kadang-kadang sama," kata Tito.

Meski demikian, Tito menegaskan hal terpenting adalah proses belajar-mengajar di 4.922 sekolah terdampak kini sudah 100 persen kembali berjalan.

Sebagian besar siswa telah kembali belajar di sekolah asal, sementara sebagian kecil masih menumpang di sekolah lain atau menggunakan fasilitas darurat, dengan jumlah siswa yang masih belajar di tenda kini nyaris tidak ada.

Reporter : Nabilah Siti Nurhikmah