Penumpang Histeris Terjepit Pintu KRL di Stasiun Jurang Mangu, KCI Buka Suara

Seorang penumpang terjepit pintu KRL di Stasiun Jurang Mangu, Tangerang Selatan. Peristiwa itu terekam kamera dan beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak saat itu gerbong sedang penuh sesak. Terdengar ada teriakan seorang penumpang yang disebut terjepit pintu pada saat proses naik turun penumpang.
KAI Commuter membenarkan adanya insiden tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Senin (5/10) sekitar pukul 07.27 WIB, melibatkan pengguna Commuter Line Rangkasbitung Nomor 1645 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan kondisi kereta saat kejadian cukup padat.
“Dari laporan petugas pengamanan, kondisi pengguna Commuter Line Rangkasbitung Nomor 1645 cukup padat,” ungkap Leza dalam keterangannya.
Saat kereta berhenti di Stasiun Jurang Mangu, petugas pengamanan yang berjaga di peron 1 mendengar teriakan dari salah satu pengguna.
"Petugas pengamanan Stasiun Jurang Mangu yang sedang berjaga di peron 1, saat mendengar teriakan salah satu pengguna, tangannya terjepit pintu kereta pada saat buka tutup pintu saat di Stasiun Jurang Mangu, langsung memberikan bantuan,” kata Leza.
Petugas kemudian segera menghampiri penumpang tersebut dan membantu mengeluarkan tangannya yang terjepit pintu kereta.
Setelah mendapatkan pertolongan, pengguna tersebut dipastikan tidak mengalami luka maupun cedera. Dia kemudian melanjutkan kembali perjalanannya.
Sebelum insiden terjadi, petugas pengamanan yang bertugas di area peron sudah memberikan imbauan kepada pengguna agar mendahulukan penumpang yang hendak turun dari kereta.
Petugas juga telah memberikan edukasi agar pengguna tidak saling berebut ketika hendak naik dan turun dari Commuter Line. Namun, imbauan tersebut disebut tidak diindahkan oleh pengguna.
Atas kejadian tersebut, KAI Commuter kembali mengingatkan pengguna agar mengutamakan keselamatan saat naik maupun turun dari kereta.
“Dahulukan pengguna yang akan turun terlebih dulu, serta tidak memaksakan naik jika kondisi kereta sudah terlalu padat. Dengan ini kita harap tak ada lagi kejadian serupa di masa mendatang,” tutup Leza.
