Polri: 2 WNI yang Disekap di Myanmar Diduga Ada di Wilayah Pemberontak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penyekapan. Foto: chalermphon_tiam/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyekapan. Foto: chalermphon_tiam/Shutterstock

Polri mengakui proses evakuasi dua warga negara Indonesia (WNI) yang diduga disekap di Kota Myawaddy, Myanmar, menghadapi kendala karena lokasi keberadaan keduanya diduga berada di wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak.

Meski demikian, Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko memastikan koordinasi dengan otoritas keamanan Myanmar telah dilakukan.

“Sudah (berkomunikasi). Mereka juga gak berani masuk karena diduga disekap di wilayah pemberontak,” kata Untung saat dikonfirmasi, Minggu (19/7).

Untung menegaskan, upaya penyelamatan kedua WNI tersebut masih terus dilakukan.

“Yang jelas kami telah melakukan komunikasi dengan otoritas keamanan di Myanmar. Karena keduanya bekerja pada perusahaan scamming yang lokasinya di wilayah pemberontak,” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian setelah video dua perempuan asal Indonesia yang diduga disekap di Myawaddy beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, keduanya tampak meminta pertolongan untuk dipulangkan ke Indonesia. Narasi yang beredar menyebut pelaku meminta uang tebusan Rp 220 juta serta mengancam korban apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi.

Sebelumnya, BP3MI Sumatera Barat menyatakan salah satu korban diketahui berangkat ke Myanmar melalui Malaysia dan Thailand. Pemerintah menduga keberangkatan keduanya dilakukan secara nonprosedural.

Pemerintah Indonesia sendiri tidak membuka penempatan pekerja migran ke Myanmar karena tidak memiliki kerja sama resmi dengan negara tersebut.