Prabowo Bangga Lulusan Terbaik IPDN dari Anak Buruh-Petani: Bukti NKRI Berhasil

Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga dengan lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII. Sebab, mereka berasal dari keluarga sederhana.
Hal itu disampaikan Prabowo saat upacara pelantikan Pamong Praja Muda IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (29/7).
"Saya sebelum naik podium, saya dapat laporan dari Menteri Dalam Negeri. ‘Bapak Presiden, 10 lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana.' Ini membanggakan,” kata Prabowo.
Ia menyampaikan, ada lulusan IPDN yang berasal dari anak buruh hingga petani. Hal ini, menurutnya, membuktikan seleksi penerimaan IPDN berjalan dengan baik.
"Ini tadi saya disampaikan ada yang anaknya buruh, ada anak tani, ada ya kalau dari TNI anak Bintara. Ini membuktikan bahwa seleksi IPDN yang dijalankan oleh Kementerian Dalam Negeri berhasil," ujar dia.
Prabowo menegaskan, proses seleksi seperti ini harus dipertahankan. Semua anak bangsa dengan latar belakang apa pun harus diberikan kesempatan yang sama.
"Kita inginkan seleksinya benar, putra-putri yang terbaik bangsa, anak siapa pun. Ini membuktikan NKRI berhasil. Kalau anak buruh harian bisa lulus menjadi pamong praja, siapa tahu suatu saat dia akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat. Ini buktikan bahwa NKRI berhasil, bahwa Pancasila itu benar," ucap Prabowo.
Berikut rincian 10 lulusan terbaik:
Penerima Penghargaan Kartika Astha Brata:
Aji Bayu Ramadhan (NTT), Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan.
Penerima Penghargaan Sapta Abdi Praja:
Charina Anggie Simbolon (Kepulauan Riau), Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat
Mohamad Toriq Anwar (Jawa Tengah), Keuangan Publik
M Ramdhan (Jawa Barat), Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik
Febyanti Rachman (Jawa Tengah), Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik
Siti Ifadoh (Jawa Timur), Politik Indonesia Terapan
Dwi Ajeng Ayu Farahdilah Akbar (Jawa Timur), Studi Kebijakan Publik
Dwimas Januari Setiawan (NTT), Administrasi Pemerintahan Daerah
I Kadek Bayu Swastika (Bali), Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Agung Mirah Prayoga (Jawa Timur), Praktik Perpolisian Tata Pamong.
