Prabowo Terima Panglima Jilah: Bahas Pembangunan hingga Syarat Masuk TNI-Polri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah sang pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah sang pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah, pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8). Prabowo menerima aspirasi masyarakat Dayak dan langsung menginstruksikan beberapa hal.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan pembangunan berbagai kebutuhan masyarakat Dayak Kalimantan sesuai permohonan Panglima Jilah," kata Seskab Teddy Indra Wijaya lewat akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah sang pemimpin besar Suku Dayak seluruh Kalimantan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Beberapa instruksi yang disampaikan Prabowo adalah pembangunan jalan di daerah pedalaman, sekolah rakyat, hingga rumah adat. Ada juga permintaan warga Dayak untuk masuk menjadi TNI-Polri.

"Pembangunan jalan di daerah pedalaman, seperti Sanggau dan sekitarnya. Pembangunan Sekolah Rakyat dan beasiswa di berbagai wilayah kota adat Dayak. Saat ini sudah terbangun 2 Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat. Pembangunan rumah adat Dayak," jelas dia.

"Keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan kembali, misalnya penggunaan tato bagi suku adat," lanjutnya.

Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah sang pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Dalam pertemuan itu, Panglima Jilah juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat adat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Edukasi melalui tokoh adat dinilai perlu untuk ditingkatkan.

"Bagi masyarakat adat, menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah serta menangani karhutla secara bersama," ujarnya.