Pramono soal Rembesan Tanggul di Muara Baru: Tak Usah Khawatir Berlebihan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons video viral yang memperlihatkan rembesan air laut di sekitar kawasan tanggul Muara Baru, Jakarta Utara.
“Kebetulan saya mengikuti apa yang ada di Muara Baru. Memang ada rembesan-rembesannya, mohon maaf bukan yang besar tapi kecil, tapi memang merembes,” kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8).
Pramono menjelaskan, permukaan air laut sempat lebih tinggi dari kawasan permukiman sekitar karena beberapa hari terakhir terjadi air rob. Namun, berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi tersebut kini sudah berangsur normal.
“Kenapa kemudian permukaannya lebih tinggi? Memang kemarin-kemarin ini ada yang disebut dengan air rob, sehingga permukaannya mengalami kenaikan. Tapi kalau dilihat hari ini sebenarnya sudah turun kembali,” ujarnya.
Meski begitu, Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta tidak akan mengabaikan kondisi tanggul di Muara Baru. Ia telah meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan pengecekan dan pemantauan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih serius.
“Jadi, tentunya tetap tanggul yang ada di Muara Baru itu saya akan meminta kepada Sumber Daya Air untuk mengecek dan juga memonitor untuk itu supaya enggak terjadi seperti yang lalu,” katanya.
Pramono menegaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, rembesan tersebut masih dalam kondisi terkendali.
“Tetapi alhamdulillah karena laporan yang kami dapatkan, itu bukan sesuatu yang kemudian harus menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Tapi memang betul ada rembesannya,” ucapnya.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan rembesan air laut di Jalan Muara Baru, Jakarta Utara, tepatnya di dekat Rumah Pompa Waduk Pluit, ramai beredar di media sosial.
Dalam video terlihat air laut merembes melalui sisi jalan atau tanggul dan mengalir dari arah atas ke bagian bawah jalan.
Narasi yang beredar menyebut rembesan air semakin deras saat air laut pasang sehingga membuat permukaan jalan menjadi licin.
