Pria yang Uji Coba Bahan Peledak di Bandung Ternyata Seorang Tukang Kayu

MSA (25), tersangka kasus dugaan pembuatan bahan peledak, ternyata sehari-hari bekerja sebagai wirausaha sekaligus pengrajin kayu.
Di balik profesinya tersebut, polisi menemukan sejumlah material yang diduga berkaitan dengan bahan peledak dan senjata di kediaman MSA di wilayah Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Hal itu diungkapkan Kanit 1 Subdit 1 Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jabar, AKP David Jou, saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Kamis (17/9/2026).
"Dia ini profesinya wirausaha, pengrajin kayu," ujar David.
David mengatakan, aktivitas MSA yang berkaitan dengan bahan peledak tidak dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan sehari-harinya sebagai pengrajin kayu.
Menurut dia, MSA justru mempelajari berbagai hal mengenai kejahatan ekstrem secara mandiri.
"Dia belajar sendiri, otodidak dari YouTube. Belajarnya dari sejak SMP," kata David.
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan sejumlah video yang diduga dibuat oleh MSA. Video tersebut memperlihatkan tersangka melakukan praktik ledakan, penembakan hingga penggunaan busur panah.
"Di kediaman tersangka kita temukan bahan peledak, senjata api rakitan, kemudian video tutorial," tutur David.
Menurut David, video-video tersebut menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik untuk mengetahui aktivitas MSA secara lebih jauh.
"Video tutorialnya itu ada, kemudian dia melakukan praktik-praktik peledakan, melakukan penembakan, kemudian panah," katanya.
Praktik tersebut, lanjut David, dilakukan tersangka di wilayah Bandung Barat. Namun, polisi tidak membeberkan lokasi persis tempat MSA melakukan percobaan.
Dari hasil pendalaman sementara, polisi juga mengetahui MSA telah melakukan sejumlah percobaan menggunakan bahan peledak.
"Untuk high explosive itu sekitar 16 kali, kemudian yang low explosive sekitar 40 kali," kata David.
Selain itu, polisi menemukan sekitar 13 jenis campuran bahan kimia di kediaman MSA. Terdapat pula sejumlah komponen lain yang masih didalami kaitannya dengan aktivitas tersangka.
David mengatakan, bahan-bahan yang digunakan MSA sebagian dapat diperoleh dengan mudah. Bahkan, beberapa material disebut bisa dibeli melalui toko online
Meski demikian, David menegaskan penyidik masih mendalami bagaimana MSA memperoleh bahan-bahan tersebut, termasuk transaksi yang dilakukan tersangka.
Polisi juga belum menemukan adanya target spesifik yang hendak disasar MSA dalam aksi pengeboman maupun penembakan.
"Sampai saat ini kita belum menemukan target tertentu untuk dilakukan pengeboman ataupun penembakan," ujar David.
MSA sendiri diamankan polisi pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendalami aktivitas MSA di grup WhatsApp True Crime Community yang disebut berisi pembahasan mengenai kejahatan ekstrem.
David menyebut MSA termasuk pihak yang aktif dalam grup tersebut. Ia diduga membuat tutorial dan memberikan motivasi terkait aksi kejahatan ekstrem.
