Profil Edison, Bupati Muara Enim yang Terjaring OTT KPK
·waktu baca 2 menit

KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sumatera Selatan. Salah satu yang terjaring adalah Bupati Muara Enim, Edison.
"Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Senin (8/6).
Saat ini, Edison masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumsel. Ia rencananya baru akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa besok.
Seperti apa sosok Edison?
Edison merupakan pria kelahiran Banuayu, Muara Enim, 6 Maret 1968. Ia tumbuh besar di Sumsel, mulai dari SD hingga SMA.
Edison kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan hukum di Universitas Sumatera Utara dan lulus pada 1992. Ia lalu melanjutkannya dan meraih gelar magister hukum dari Universitas Sriwijaya.
Dia juga aktif berorganisasi. Tercatat, Edison merupakan Pembina Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Muara Enim.
Ia juga sempat meraih penghargaan Satya Lencana Karya Satya.
Edison berlatar belakang sebagai ASN. Ia mengawali kariernya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak1995. Jabatan terakhirnya sebagai Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan.
Ia kemudian mencalonkan diri dari Partai NasDem dalam Pilbup 2024. Edison lalu terpilih, berpasangan dengan politisi PDIP, Sumarni. Pasangan ini meraih 114.258 suara atau 38,76% dari total suara sah.
Belum ada keterangan dari Edison mengenai OTT ini.
