Puan Respons Pernyataan Budi Arie: Ikuti Konstitusi yang Ada

Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, soal kemungkinan pergantian kepemimpinan nasional berlangsung lebih cepat dari Pemilu 2029. Puan meminta seluruh pihak mengikuti ketentuan konstitusi terkait masa pemerintahan dan pelaksanaan pemilu.
"Sesuai dengan konstitusi, pemerintahan itu berjalan sesuai undang-undangnya per lima tahun. Jadi ikuti konstitusi yang ada dan ya sebagai warga negara yang taat hukum ya ikuti semua aturan itu dengan sebaik-baiknya," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8).
Puan menegaskan pemilu dilaksanakan setiap lima tahun sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pemilu per lima tahun ya kita lakukan setiap lima tahun," ujarnya.
Pernyataan Budi Arie
Sebelumnya, pernyataan Budi Arie soal kemungkinan terjadinya "percepatan" sebelum Pemilu 2029 viral di media sosial. Dalam video tersebut, Budi menyampaikan pandangannya saat duduk bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Budi mengatakan dirinya melihat sejumlah anomali di tengah masyarakat. Ia juga mengaku memiliki insting bahwa dinamika politik dapat bergerak lebih cepat dari perkiraan.
"Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari Pak. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong pemilu '29, pemilu '29. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?," kata Budi dalam video tersebut.
Setelah pernyataannya menuai sorotan, Budi Arie kemudian menyampaikan permohonan maaf. Ia menegaskan pernyataan mengenai kemungkinan pergantian kekuasaan lebih cepat dari 2029 merupakan analisis pribadinya dan tidak berkaitan dengan Jokowi.
Budi juga menyatakan siap bertanggung jawab atas pernyataan tersebut serta menerima konsekuensi yang muncul.
