Rave Party Jadi Ajang Berbagi: Cara Anak Muda Jakarta Ajak Warga Berdonasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua pelaksana Charity Rave Party Ferhat ditemui di CFD Rasuna Said, Jakarta, Minggu (4/10/2026).  Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua pelaksana Charity Rave Party Ferhat ditemui di CFD Rasuna Said, Jakarta, Minggu (4/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Dentuman musik biasanya identik dengan hiburan. Namun, bagi sekelompok anak muda di Jakarta, musik juga bisa menjadi jalan untuk mengajak orang lain untuk berbagi.

Hal itu terlihat di kawasan Car Free Day (CFD) Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (4/10). Sejumlah anak muda melakukan campaign Charity Rave Party, sebuah kegiatan yang memadukan konsep rave party dengan penggalangan donasi.

Kegiatan tersebut diinisiasi anak-anak muda dari Karang Taruna Kelurahan Karet Kuningan, Kelurahan Karet, dan Kelurahan Setiabudi. Mereka juga berkolaborasi dengan salah satu lembaga zakat (Lazizmu) untuk menggalang bantuan bagi masyarakat yang terdampak musibah di sejumlah wilayah Indonesia.

Ketua Pelaksana Charity Rave Party, Ferhat (28), mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya anak muda untuk meneruskan gerakan sosial termasuk untuk membantu masyarakat terdampak karhutla dan musibah di wilayah NTT serta Sumatra.

"Kami kawan-kawan muda masih memperjuangkan atau meneruskan perjuangan yang sudah dilakukan Lazismu yang berada di NTT, karhutla, dan juga Sumatera," kata Ferhat saat ditemui di CFD Rasuna Said, Minggu (4/10).

Kampanye tersebut sebelumnya telah dilakukan di CFD Sudirman. Kini, mereka melanjutkannya di CFD Rasuna Said sebelum kegiatan utama yang dijadwalkan berlangsung pada 8 November mendatang.

"Kami sudah kemarin ada di Car Free Day Sudirman, sekarang di Car Free Day Rasuna Said. Jadi kami sampai dengan nanti titik gongnya kami akan terus meng-campaign kegiatan-kegiatan kami," ujarnya.

Suasana Car Free Day (CFD) di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (4/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Di CFD Rasuna Said, mereka memanfaatkan waktu yang terbatas untuk memperkenalkan kegiatan tersebut kepada warga. Ferhat mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait pelaksanaan kampanye.

"Alhamdulillah ada beberapa masyarakat, mungkin kami juga karena di Rasuna Said ini tipis ya untuk waktunya karena sampai dengan jam 9:00 aja, kami baru mulai tadi jam 7:00," kata Ferhat

Ferhat mengatakan konsep tersebut terinspirasi dari Jakarta Rave Party yang menurutnya telah memiliki komunitas dan pengikut sendiri. Mereka kemudian mengambil sedikit konsep tersebut untuk kegiatan sosial mereka.

"Karena Charity Rave Party kami menginisiasi hampir seperti Jakarta Rave Party. Jakarta Rave Party itu sudah memiliki crowd, yang di mana kami memiliki ide sedikit konsep dari mereka," ungkapnya.

Menurut Ferhat, pemilihan musik juga tidak lepas dari upaya mendekatkan kegiatan sosial dengan generasi muda yang menjadi sasaran mereka.

"Karena juga kan kalangan-kalangan muda ini akan menariknya terhadap musik-musik atau hiburan-hiburan yang memang Gen Z sekarang itu lebih peka terhadap dunia musik," katanya.

Lewat konsep tersebut, mereka berharap kegiatan sosial tidak terasa jauh dari keseharian anak muda. Musik dan hiburan justru digunakan sebagai pintu masuk untuk mengajak lebih banyak orang ikut membantu.

Ferhat berharap masyarakat Jakarta dapat ikut ambil bagian dalam Charity Rave Party. Seluruh dana yang terkumpul nantinya akan didonasikan kepada masyarakat yang terdampak musibah di berbagai wilayah Indonesia.

"Kami sangat berharap warga khususnya Jakarta Selatan maupun warga Jakarta untuk mengikuti kegiatan kami, Charity Rave Party, karena kegiatan ini nanti 100% untuk kita donasikan ke kawan-kawan atau Saudara-Saudara kita yang terkena musibah di wilayah Indonesia," tuturnya.

Ilustrasi dugem di diskotik. Foto: Getty Images

Bagi Ferhat, kepedulian tersebut berangkat dari kesadaran bahwa kehidupan warga Jakarta tidak selalu sama dengan masyarakat di daerah yang sedang menghadapi bencana.

Ia menyinggung persoalan pendidikan dan asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih dihadapi sebagian masyarakat di luar Jakarta.

"Kami masih memperjuangkan hak-hak mereka untuk hidup lebih layak seperti kami yang ada di Jakarta, yang tidak pusing akan pendidikan, yang tidak pusing dengan asap yang terjadi karhutla. Mereka butuh udara yang segar juga seperti kami yang ada di Jakarta," ungkap Ferhat.

Untuk kegiatan utama pada 8 November mendatang, panitia menargetkan 500 hingga 1.000 peserta. Berbeda dengan acara hiburan pada umumnya, mereka tidak menetapkan harga tiket masuk. Peserta cukup memberikan donasi secara sukarela.

"Kami sih berharap sampai 500 bahkan 1.000 peserta target kami yang mengikuti kegiatan kami. Dan kami juga tidak ada HTM untuk kegiatan kami. HTM itu berupa donasi seikhlasnya aja.” tuturnya.

Selain rangkaian lari santai dan penggalangan donasi, kegiatan tersebut nantinya juga akan dilengkapi konsumsi yang berada di kawasan Chillax Sudirman.

Bagi Ferhat dan kawan-kawan, ruang publik seperti CFD bukan hanya tempat untuk berolahraga. Di tempat orang-orang berkumpul dan menikmati pagi tanpa kendaraan itu, mereka menemukan kesempatan untuk menyampaikan pesan yang lebih jauh, bahwa hiburan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.

Dari CFD Rasuna Said, mereka membawa satu gagasan sederhana. Musik tidak harus berhenti sebagai hiburan. Di tangan anak-anak muda, musik juga bisa menjadi cara untuk mengajak orang lain bergerak dan berbagi.