Sejumlah Ruas Jalan di Nagekeo NTT Terputus Akibat Gempa 7,7 Magnitudo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah akses jalan menuju Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terputus setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah akses jalan menuju Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terputus setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah akses jalan menuju Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terputus setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang pada Sabtu (15/8) pagi.

Putusnya sejumlah ruas jalan membuat Kabupaten Nagekeo, terutama wilayah Mbay, sulit dijangkau melalui jalur darat. Kondisi ini menghambat mobilisasi bantuan dan penanganan warga terdampak gempa.

Untuk menjangkau wilayah yang terisolasi, Basarnas mengerahkan kapal pencarian dan pertolongan (SAR) dari Maumere.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Kupang, Mexianus Bekabel, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Basarnas Maumere terkait penanganan dampak gempa di sejumlah wilayah Flores.

“Untuk kejadian di Maumere masih bisa diatasi. Namun, yang terisolasi di Mbay, Kabupaten Nagekeo,” kata Mexianus.

Menurut Mexianus, satu kapal SAR dari Maumere telah diberangkatkan menuju Mbay pada pukul 10.15 WITA. Kapal tersebut dikerahkan untuk mendukung proses penanganan di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Sejumlah akses jalan menuju Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terputus setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Selain itu, Basarnas Kupang juga telah menyiapkan Kapal SAR Antareja jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan.

“Kami SAR Kupang telah menyiapkan satu kapal Antareja. Apabila dibutuhkan, kami juga sudah siapkan sejumlah peralatan pendukung lainnya,” ujarnya.

Sementara, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan terputusnya akses menuju Nagekeo diketahui setelah pihaknya menerima informasi dari Kepala Balai Jalan.

“Ada beberapa titik jalan yang terputus menuju arah Nagekeo. Jalur ke Ende-Nagekeo juga putus. Begitu juga Ende ke Maumere juga putus,” kata Melki.

Tim penyelamat memeriksa sebuah bangunan yang rusak parah di Pelabuhan L. Say usai gempa 7,7 magnitudo di Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Stringer/REUTERS

Pemprov NTT tetap mengupayakan pengiriman bantuan ke wilayah terdampak. Melki mengatakan pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak dilakukan secepat mungkin.

“Kita sudah mengirim bantuan ke Nagekeo,” ujarnya.

Melki bersama jajaran terkait juga dijadwalkan meninjau langsung kondisi di sejumlah wilayah terdampak gempa, termasuk Nagekeo dan Maumere.