Seskab Teddy: 64 Pesawat-54.394 Personel Sudah Dikerahkan untuk Tangani Karhutla

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seskab Teddy Indra Wijaya bersama Mensos Gus Ipul berangkatkan 5 pesawat TNI AU membawa 65 ton logistik dari Lanud Halim Perdanakusuma untuk korban gempa NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Seskab Teddy Indra Wijaya bersama Mensos Gus Ipul berangkatkan 5 pesawat TNI AU membawa 65 ton logistik dari Lanud Halim Perdanakusuma untuk korban gempa NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Kemensos RI

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

“Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,” kata Teddy lewat unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, Minggu (20/9).

Menurut Teddy, sejak Agustus, sebanyak 64 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Sebanyak 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI terus bergerak melakukan water bombing.

Prajurit TNI Angkatan Udara berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lahan gambut, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Selain itu, sebanyak 54.394 personel gabungan juga terus bergerak di lapangan. Personel gabungan ini terdiri dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.

“Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,” katanya.

Teddy menyampaikan, luas wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Meski demikian, pemerintah terus berupaya tanpa henti untuk menangani hal tersebut.

“Luasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,” ujarnya.