Unesa Nonaktifkan Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Grup WA

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan sementara enam mahasiswa yang diduga terlibat dalam kasus dugaan pelecehan seksual melalui grup WhatsApp di lingkungan Fakultas Vokasi Unesa.
"Demi kelancaran pemeriksaan, Unesa mengambil langkah dengan menonaktifkan keenam terlapor dari kegiatan akademik atau kegiatan kampus," demikian pernyataan yang diunggah akun Instagram @official_unesa, dikutip Minggu (19/7).
Unesa memastikan, penonaktifan ini bukan sanksi akhir, melainkan hanya bagian dari proses administratif dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan.
Unesa menjelaskan, sejak laporan terkait dugaan pelecehan ini diterima, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) Unesa langsung melakukan investigasi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kejadian itu melibatkan 6 mahasiswa Fakultas Vokasi yang diduga melakukan kekerasan verbal atau objektifikasi.
"Jumlah pihak yang diduga menjadi korban objektifikasi tersebut, sejauh ini sedikitnya terdapat 26 orang, yang terdiri dari 22 mahasiswa dan 4 dosen," ungkapnya.
Unesa memastikan penelusuran lebih jauh akan dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku maupun korban lainnya.
Unesa juga mengapresiasi pihak yang telah melaporkan dugaan pelecehan ini. Kampus memastikan akan melakukan pelindungan terhadap korban, termasuk memberikan pendampingan hukum maupun psikologis.
"Unesa menegaskan tidak mentolerir segala bentuk tindakan kekerasan di lingkungan kampus karena mencederai martabat dan nilai-nilai luhur akademik," tulisnya.
"Sehubungan dengan itu, Unesa sangat menyayangkan sekaligus menaruh perhatian serius terhadap dugaan pelanggaran etik berupa kekerasan verbal yang melibatkan mahasiswa Fakultas Vokasi," lanjutnya.
Kasus ini sebelumnya ramai di media sosial. Keenam mahasiswa yang berinisial RY, HA, AD, RE, JO, dan DO, diduga melakukan percakapan di dalam grup WA yang berisi unsur pelecehan seksual.
