Viral Emak-emak Disebut Nyopet di Transjakarta, Begini Faktanya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi transportasi umum Bus Transjakarta. Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi transportasi umum Bus Transjakarta. Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) buka suara terkait video yang viral di media sosial adanya seorang penumpang melakukan pencopetan di dalam bus Koridor 5 rute Ancol-Kampung Melayu.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan, pihaknya telah menelusuri kejadian itu. Menurut Ayu, informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menegaskan, pelanggan yang disebut dalam video tersebut bukan pelaku pencopetan.

“Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat dugaan keributan di dalam armada Koridor 5 (Ancol–Kampung Melayu) pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 10.03 WIB,” ujar Ayu dalam keterangannya, Rabu (24/6)

“Menanggapi informasi yang beredar, kami mengklarifikasi bahwa pelanggan yang dilaporkan membuat keributan di armada SAF 001 tersebut bukan merupakan pelaku pencopetan. Yang bersangkutan melakukan tindakan verbal (marah-marah) yang mengganggu kenyamanan penumpang lain di dalam bus,” tambahnya.

Ayu menjelaskan, petugas Transjakarta yang berada di lokasi langsung merespons laporan dari penumpang terkait adanya keributan di dalam armada.

“Pramusapa yang berada di lokasi, dan mendapat laporan telah bertindak sigap dengan menurunkan pelanggan tersebut dari armada, demi menjaga kondusivitas,” ucap Ayu.

Setelah diturunkan dari bus, petugas memberikan teguran dan imbauan kepada pelanggan tersebut agar menjaga ketertiban apabila kembali menggunakan layanan Transjakarta.

“Selanjutnya, petugas memberikan teguran serta imbauan secara persuasif agar selalu menjaga ketertiban, jika ingin kembali menggunakan layanan Transjakarta,” jelas dia.

Transjakarta menegaskan akan terus berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan selama menggunakan transportasi publik.

“Kami berkomitmen penuh untuk selalu menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh pelanggan selama berada di dalam ekosistem transportasi publik,” tuturnya.

Sebelumnya, video yang beredar di media sosial menyebut seorang penumpang diduga mencoba mencopet dompet milik seorang penumpang perempuan di dalam bus Transjakarta. Dalam narasi yang viral, pelaku disebut menggunakan modus dengan mengoleskan zat putih menyerupai kapur ke wajah anak korban.

Narasi itu juga menyebut aksi pelaku terbongkar setelah penumpang lain melihat gerak-gerik mencurigakan saat pelaku mencoba mengambil dompet korban. Insiden tersebut memicu ketegangan di dalam bus sebelum akhirnya petugas menurunkan yang bersangkutan di halte terdekat.

instagram embed