Yakin Jurusan Ilmu Komunikasi Hanya untuk Orang Ekstrovert?

Mass Communication student in Binus University
Tulisan dari Josephine Samantha Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Ilmu komunikasi mah isinya anak-anak ekstrovert yang jago ngomong semua"
Eits! Kamu masih percaya stereotip itu? Memang sih kalau bicara tentang mitos-mitos anak Ilmu Komunikasi, pasti tak jauh-jauh dari kata bawel, hitz, dan suka nongkrong alias party people. Pokoknya jurusan Ilmu Komunikasi pasti isinya anak-anak keren dan gaul semua deh.
"Lalu aku yang introvert ini bisa nggak sih masuk ke jurusan Ilmu Komunikasi?" Percaya atau tidak, pertanyaan itu pernah kutanyakan ketika masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Aku suka dunia menulis dan jurnalistik, tapi kok rasanya Ilmu Komunikasi tidak cocok untuk anak introvert ya? Aku lebih pendiam dibandingkan teman-teman lainnya, apa bisa diriku survive di jurusan Komunikasi?
Tapi ternyata ketika melihat kembali ke 3 semester yang kulalui, aku dapat percaya diri mengatakan, "Ya, anak introvert bisa survive kok di jurusan Komunikasi". Nah, sebelum mengungkap kebenaran dari stereotip-stereotip ini, pahami dulu yuk arti dari introvert agar kamu tidak keliru!
Introvert Itu Apa Sih?
Dilansir dari Hellosehat, introvert adalah seseorang yang fokus pada hal-hal yang berasal dari dalam dirinya seperti pikiran, perasaan, serta suasana hati. Berbeda dari ekstrovert yang merasa energik dari interaksi sosial, seorang introvert akan mudah kelelahan dan membutuhkan waktu sendiri setelah menghabiskan banyak waktu dari berinteraksi dengan banyak orang.
Sayangnya, tipe kepribadian ini sering disalah artikan sebagai pemalu. Sekilas keduanya memiliki ciri-ciri sama, contohnya seperti jarang menghabiskan waktu untuk bersosialisasi dan tidak banyak bicara. Nyatanya, introvert dan pemalu itu dua hal yang berbeda lho! Seorang introvert lebih nyaman dengan suasana yang tenang sehingga dirinya lebih gemar sendiri. Sedangkan, seorang pemalu memiliki kecemasan apabila menjadi perhatian publik. Makanya, jangan heran apabila terdapat artis atau public figure yang mengaku jika kepribadiannya introvert.
Cukup jelas kan kalau introvert dan pemalu itu adalah dua hal yang berbeda? Nah, yuk kita kupas tuntas stereotip dari jurusan Ilmu Komunikasi yang dikhawatirkan si introvert!
1. Anak Ilmu Komunikasi harus jago public speaking
Sudah bukan jadi rahasia lagi kalau anak jurusan Komunikasi akan dilatih untuk berbicara di depan publik. Anak-anak jurusan Komunikasi di kampus manapun pasti bakal dapat kok mata kuliah Public Speaking. Jadi, berbicara di depan banyak orang itu tidak bisa dihindari sebagai anak Ilmu Komunikasi. Kalau kamu khawatir takut merasa minder dengan anak-anak ekstrovert, well, tidak semua mahasiswa Ilmu Komunikasi langsung pandai berbicara di depan publik kok. Tak terkecuali anak-anak bawel lainnya.
Faktanya, public speaking itu adalah teknik yang harus dilatih dan dipelajari. Postur tubuh, cara berpakaian, gerak-gerik tubuh, intonasi, juga mimik wajah pun akan diajarkan dari awal. Pula, mahasiswa akan dilatih meningkatkan kepercayaan diri. Kuliah kan untuk menuntut ilmu, kalau mahasiswanya sudah pandai dari awal sia-sia dong kuliah, hehe.
2. Prospek kerja lulusan Ilmu Komunikasi pasti harus banyak ngomong dan berinteraksi
Wah, ini stereotip paling salah! Pasalnya, dunia komunikasi itu cakupannya luas banget. Mulai dari komunikasi organisasi, marketing, interpersonal, antarbudaya, massa, broadcasting, sampai ke politik, semuanya bakal kamu dapatkan di Ilmu Komunikasi.
Nah untuk kaum introvert yang malas berinteraksi dan mendapatkan spotlight, prospek kerja kita pun banyak banget kok yang tidak perlu di depan layar. Contohnya seperti penulis, admin marketing media sosial, photographer, editor, juga perencana kampanye dan scriptwriter! Seru banget kan?
3. Semua anak Ilmu Komunikasi pasti ekstrovert
Stereotip ini menurutku tidak sepenuhnya benar. Karena rupanya banyak juga lho teman-teman yang prefer nongkrong di cafe daripada tempat ramai. Tidak sedikit kok anak Jurusan Komunikasi yang cenderung lebih gemar mendengarkan daripada berbicara terus-terusan.
Usut punya usut, mahasiswa Ilmu Komunikasi terjun ke jurusan ini bukan karena bawelnya doang. Ada yang karena gemar menulis, ada pula yang gemar fotografi. Ada juga yang bercita-cita menjadi sutradara atau bekerja di televisi. Jadi, sudah pasti dong kalau anak jurusan Komunikasi tidak semua ekstrovert atau bawel.
4. Introvert pasti bakal susah survive
"Komunikasi kan cuma belajar ngomong doang, kalau kamu sedikit ngomongnya nanti kalah sama saing anak yang bawel". Jangan salah, mahir berkomunikasi itu tidak sama dengan bawel. Ilmu Komunikasi itu bukan belajar ngoceh, tapi bagaimana kita bisa membuat pesan yang baik agar dapat dimengerti oleh lawan bicara secara efektif. Unsur-unsur dalam komunikasi pun bakal digali sampai paling dalam, seperti psikologi komunikasi, juga arti dari simbol-simbol komunikasi non-verbal. Kamu bisa ketahuan lagi berbohong lho berdasarkan komunikasi non-verbal kamu.
Nah justru ini poin plus buat kamu, kaum introvert. Introvert dikenal lebih jeli dan punya kemampuan analisis yang kuat. Jadi kamu dijamin mampu membuat perencanaan strategi komunikasi yang efektif atau menganalisis hal-hal penghambat komunikasi dengan baik!
Menarik kan dunia komunikasi itu? Ilmu Komunikasi itu merupakan salah satu jurusan terfavorit di Indonesia, masa iya semua mahasiswanya adalah ekstrovert? Kalau kamu punya passion dan cita-cita di bidang Ilmu Komunikasi, jangan pernah ragu untuk ikuti kata hatimu, ya!
