Belajar Akuntansi dan Administrasi Negara dari Magang di Batekhan Kemhan

Mahasiswa Aktif Universitas Pamulang Prodi D4 Akuntansi Perpajakan di
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Jouzah sulistiah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bukan Sekadar Memenuhi Kewajiban Magang
Bagi sebagian mahasiswa, kegiatan magang mungkin hanya dianggap sebagai salah satu kewajiban akademik yang harus diselesaikan. Namun, setelah menjalani magang di lingkungan Kementerian Pertahanan, khususnya di bagian Batekhan dan ditempatkan pada bagian Program daan Kn Laporan (Proglap), saya justru mendapatkan pengalaman yang jauh lebih luas dari sekadar menyelesaikan tugas kampus.
Sebagai mahasiswa D4 Akuntansi Perpajakan, selama perkuliahan saya lebih banyak mendapatkan pemahaman mengenai teori akuntansi, perpajakan, pengelolaan data, dan administrasi. Ketika masuk ke lingkungan kerja secara langsung, saya menyadari bahwa teori tersebut perlu didukung dengan ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan sistem kerja yang sebenarnya.
Di bagian Proglap, saya mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai pekerjaan administrasi yang berkaitan dengan pengelolaan data dan dokumen. Beberapa pekerjaan yang saya lakukan antara lain menginput data menggunakan Microsoft Excel, membantu pengelolaan surat SPM, membuat laporan, melakukan pengarsipan dokumen, scanning, fotokopi, serta berbagai pekerjaan administrasi lainnya.
Dari Excel Saya Belajar Tentang Ketelitian
Salah satu pekerjaan yang cukup sering saya lakukan selama magang adalah menggunakan Microsoft Excel untuk menginput dan mengelola data. Pada awalnya, pekerjaan tersebut terlihat sederhana. Namun, setelah mengerjakannya secara langsung, saya menyadari bahwa kesalahan kecil dalam memasukkan data dapat memberikan dampak pada pekerjaan berikutnya.
Saya belajar untuk lebih teliti dalam memasukkan angka, nama, tanggal, maupun informasi lainnya. Saya juga belajar bahwa pekerjaan administrasi bukan hanya tentang menyelesaikan tugas dengan cepat, tetapi bagaimana memastikan informasi yang dikerjakan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengalaman tersebut sangat berkaitan dengan bidang yang saya pelajari di Akuntansi Perpajakan. Dalam dunia akuntansi maupun perpajakan, ketelitian merupakan salah satu hal penting karena data menjadi dasar dalam penyusunan laporan dan pengambilan keputusan.
Mengenal Dunia Kerja yang Sesungguhnya
Hal menarik lainnya yang saya rasakan selama magang adalah adanya perbedaan antara belajar di kampus dengan bekerja secara langsung. Di kampus, mahasiswa dapat mempelajari konsep dan teori melalui materi perkuliahan. Sedangkan di tempat kerja, saya harus memahami bagaimana cara menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi yang nyata.
Saya belajar datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan sesuai arahan, menjaga komunikasi dengan pegawai, serta memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki tanggung jawab masing-masing.
Saya juga mulai memahami bahwa sebuah pekerjaan yang terlihat sederhana tetap memiliki peran dalam mendukung pekerjaan yang lebih besar. Mengarsipkan dokumen, melakukan scanning, menginput data, maupun membantu menyiapkan laporan merupakan bagian dari proses administrasi yang harus dilakukan dengan baik agar pekerjaan dapat berjalan dengan tertib.
Magang Mengajarkan Saya Tentang Tanggung Jawab
Selama menjalani magang, saya tidak hanya mendapatkan pengalaman mengenai pekerjaan teknis, tetapi juga belajar mengenai sikap profesional. Saya belajar bahwa ketika diberikan suatu pekerjaan, saya harus menyelesaikannya dengan sungguh-sungguh dan tidak menganggap remeh tugas tersebut.
Lingkungan kerja juga mengajarkan saya bagaimana berkomunikasi dengan orang lain. Sebagai mahasiswa yang masih belajar, tentu saya tidak selalu mengetahui semua hal. Karena itu, saya belajar untuk tidak malu bertanya ketika menemukan kesulitan dan berusaha memahami arahan yang diberikan sebelum mengerjakan suatu tugas.
Menurut saya, kemampuan seperti ini sangat penting bagi mahasiswa karena dunia kerja tidak hanya membutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membutuhkan sikap disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan mau terus belajar.
Hubungannya dengan Akuntansi Perpajakan
Meskipun kegiatan yang saya lakukan selama magang tidak seluruhnya berkaitan langsung dengan perpajakan, pengalaman tersebut tetap memberikan manfaat bagi saya sebagai mahasiswa Akuntansi Perpajakan.
Saya menjadi lebih memahami bahwa pengelolaan data dan administrasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan di bidang keuangan dan akuntansi. Data yang tersusun dengan baik akan mempermudah proses pemeriksaan, pelaporan, maupun pengambilan keputusan.
Pengalaman menggunakan Excel dan mengelola berbagai dokumen juga menjadi bekal bagi saya untuk menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Saya menyadari bahwa kemampuan teknis harus berjalan bersama dengan ketelitian dan tanggung jawab.
Pelajaran yang Akan Saya Bawa Setelah Magang
Dari pengalaman magang di Batekhan Kemhan, saya mendapatkan satu pelajaran penting bahwa dunia kerja tidak cukup dipahami hanya melalui teori. Mahasiswa perlu merasakan secara langsung bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan, bagaimana berkomunikasi dalam lingkungan profesional, dan bagaimana bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Magang juga membuat saya lebih memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki proses dan tujuan. Pekerjaan administrasi yang terlihat sederhana ternyata memiliki peran dalam mendukung kelancaran pekerjaan secara keseluruhan.
Pengalaman ini menjadi salah satu proses bagi saya untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah lulus. Saya membawa pulang bukan hanya pengalaman menggunakan Excel, mengelola dokumen, membuat laporan, dan mengerjakan administrasi, tetapi juga membawa pelajaran mengenai kedisiplinan, ketelitian, komunikasi, dan tanggung jawab.
Pada akhirnya, bagi saya magang bukan sekadar kewajiban untuk mendapatkan nilai atau memenuhi persyaratan akademik. Magang adalah kesempatan untuk mengenal dunia kerja dari dekat, menguji kemampuan diri, sekaligus mengetahui hal-hal apa saja yang masih perlu saya kembangkan sebagai mahasiswa Akuntansi Perpajakan.
Pengalaman di Batekhan Kemhan menjadi salah satu pengalaman berharga yang membuat saya semakin memahami bahwa perjalanan menuju dunia profesional tidak hanya dibangun dari apa yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga dari keberanian untuk belajar melalui pengalaman nyata.
