Konten dari Pengguna

Jangan Hanya Pandai Menambah Populasi : Tapi Lupa Menyiapkan Ekonomi

Joy  Carolina Simanjuntak

Joy Carolina Simanjuntak

Universitas Katolik Santo Thomas Medan Fakultas hukum

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Joy Carolina Simanjuntak tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh : Joy Carolina Simanjuntak
zoom-in-whitePerbesar
Oleh : Joy Carolina Simanjuntak

Melahirkan anak itu memang hal yang wajar dan mudah dilakukan oleh setiap pasangan suami istri. Tapi sayangnya, banyak sekali yang mengira bahwa tugas mereka selesai sampai di situ saja. Mereka hebat dalam menambah jumlah penduduk, tapi sering lupa bahkan tidak memikirkan hal paling dasar: siap atau tidak secara ekonomi untuk menghidupi anak-anak itu nantinya.

  • Faktanya, punya anak itu bukan cuma soal menambah anggota keluarga, tapi menambah tanggung jawab yang besar. Setiap anak yang lahir punya hak buat dapat makan yang layak, tempat tinggal yang aman, sekolah yang baik, sampai kesehatan yang terjamin. Semua itu nggak bisa cuma dijalani dengan rasa cinta saja, tapi butuh biaya yang nggak sedikit.

  • Ironisnya, kita sering lihat kenyataan di mana pasangan muda atau keluarga yang ekonominya belum mapan malah punya banyak anak. Akibatnya? Anak-anak itulah yang menanggung beban itu. Mereka besar dalam kekurangan, nggak bisa sekolah dengan baik, bahkan sering kekurangan gizi cuma karena orang tuanya "hanya bisa bikin", tapi nggak "mampu menghidupi".

  • Padahal, kemiskinan dan beban berat di masa depan sering kali bermula dari ketidakmampuan orang tua mengatur prioritas. Menganggap remeh biaya hidup dan nggak merencanakan keuangan sebelum memutuskan punya anak itu bentuk ketidakdewasaan yang sangat merugikan masa depan anak sendiri.

Jadi orang tua itu butuh kesiapan mental, tapi yang nggak kalah penting adalah kesiapan materi. Jangan sampai kita cuma bangga bisa menurunkan gen dan menambah jumlah orang, tapi gagal kasih kualitas hidup yang baik buat mereka.

Ingat ya, jangan cuma pandai "memproduksi", tapi juga harus pandai "menopang". Soalnya anak lahir ke dunia bukan buat menderita, tapi buat dibesarkan dengan layak dan sejahtera.