Entertainment
·
22 Januari 2021 20:37

Disko Era 2000-an : Musik Indonesia di Lantai Dansa

Konten ini diproduksi oleh Joy Sumanti
“Cinta ditolak, disko bertindak” adalah jargon yang sering kali diucapkan oleh anak muda pertengahan tahun 70-an hingga tahun 80-an. Dikala itu, disko adalah musik yang mampu membawa pendengarnya ke “dunia lain”. Musik yang lebih banyak digandrungi oleh anak muda pada tahun itu berhasil mengubah haluan musik Indonesia dari rock atau progressive rock menjadi upbeat music dan synth-pop music.
ADVERTISEMENT
Pertengahan tahun 70-an, banyak sekali musisi Indonesia yang memproduksi lagu - lagu upbeat. Misalnya, Fariz Rustam Munaf dengan lagunya yang terkenal bertajuk “Sakura”. Lagu tersebut berhasil menempati peringkat ke-9 dalam daftar “150 Lagu Indonesia Terbaik” versi majalah Rolling Stone Indonesia edisi #56 di bulan Desember 2009. Namun, Fariz tidak sendiri. Hingga saat ini Album ciptaan Chrisye yang bertajuk “Badai Pasti Berlalu” berhasil menempati posisi teratas pada “150 Album Indonesia Terbaik” versi majalah Rolling Stone Indonesia tahun 1977.
Disko Era 2000-an : Musik Indonesia di Lantai Dansa (476270)
Fariz Rustam Munaf (Source Photo : pophariini.com)
Disko Indonesia mamanglah sangat kaya. Namun yang perlu disayangkan, justru saat di zaman club malam Indonesia masih ramai dihiasi dengan lagu disko, mereka melarang sang Disjoki untuk memainkan lagu Indonesia. David Tarigan selaku Sejarawan Musik mengatakan bahwa pada tahun 80-an di diskotik Indonesia tidak ada lagu Indonesia yang dimaikan. Tidak boleh katanya. Makanya apa yang terjadi di dapur rekaman dan diskotik jauh sekali berbeda, begitu ucapnya. Memang saat itu musik disko Indonesia hanya dimainkan di mobil atau dirumah, tetapi tidak di club.
Disko Era 2000-an : Musik Indonesia di Lantai Dansa (476271)
Please Do Not Play Any Indonesian Song! (Source Photo : Vice)
Namun, nafas disko Indonesia tidak berhembus sampai disitu saja. Perjuangan dalam menyetarakan hak asasi disko Indonesia agar setara dengan musik disko barat terus berlanjut hingga sekarang. Terbukti sudah kalau perjuangan anak - anak muda Indonesia di ranah per disko-an Indonesia tidak sia - sia. Suara Disko hadir dengan memainkan sesuatu yang belum pernah dimainkan sebelumnya, yaitu memainkan lagu - lagu Indonesia di lantai dansa. Yup, memainkan lagu yang dianggap kampungan oleh anak - anak muda kota besar di tahun 70-an.
ADVERTISEMENT
Era 2000-an adalah harapan baru bagi disko Indonesia. Masayarakat mulai kembali menikmati musik disko dengan “benar”.

Suara Disko

Disko Era 2000-an : Musik Indonesia di Lantai Dansa (476272)
Suara Disko (Source : mldspot.com)
Bagi penulis, Suara Disko adalah pioneer musik disko Indonesia yang membuat disko diterima lagi oleh masyarakat, terutama anak muda. Lagu nya yang bertajuk “Balada Insan Muda” hasil kolaborasi antara trio komposer Laleilmanino menghadirkan kembali “rasa” 80-an. Dari segi narasi yang mengisahkan tentang problema romantika anak muda hingga sentuhan elemen - elemen yang identik dengan musik tahun itu di trek ini membuatnya terdengar seakan diproduksi ditahun yang sama.
Fariz RM yang sempat berkolaborasi dengan musisi Jakarta ini pun dibuat takjub. Beliau tidak sangka kalau karya - karya nya yang dulu dia ciptakan, bisa dinyanyikan dengan lantang oleh anak - anak muda era 2000-an, terlebih lagi lagunya diputar dilantai dansa. Stiker bertuliskan “Free Fariz” pun sempat diedarkan oleh Suara Disko menjelang konsernya bersama legenda disko Indonesia ini. “Wah saya shock. Ini yang saya harapkan dulu saat membuat Sakura, tapi ga kejadian dulu. Sekarang kejadiannya.” Ucap beliau saat diwawancara oleh satu media di kanal Youtube. Beliau merasa sangat senang telah diajak kolaborasi dengan Suara Disko. Demikian juga dengan Suara Disko yang tidak menyangka kalau sang legenda mau diajak berkolaborasi.
ADVERTISEMENT
Masih banyak lagi musisi Indonesia yang berjuang diranah per disko - an Indonesia. Suara Disko hanyalah salah satu nya. Mengembalikan disko ke permukaan membutuhkan banyak perjuangan. Mereka adalah contoh orang yang berhasil mengubah haluan musik Indonesia. Melawan zaman bukan lah hal yang mudah, tetapi tidak mustahil.