Mahasiswa UM BBM Buat Insinerator Sampah Minim Polusi di Banjaragung

Mahasiswa Prodi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Juan Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

JOMBANG – Dalam upaya mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan minim polusi, tim mahasiswa Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) meluncurkan program pembuatan insinerator pengolah sampah di Dusun Serning, Desa Banjaragung.
Masalah penumpukan sampah rumah tangga dan limbah domestik hingga kini masih menjadi tantangan di pemukiman warga. Kebiasaan masyarakat membakar sampah secara terbuka (open burning) kerap menimbulkan kepulan asap pekat yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan.
Melihat kondisi tersebut, tim UM BBM Desa Banjaragung menginisiasi pembangunan insinerator sederhana berbasis bata ringan (hebel). Alat pembakar sampah terisolasi ini dirancang khusus untuk mengolah limbah domestik dan sampah rumah tangga non-B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) secara lebih terkontrol.
Pembangunan insinerator berbiaya ekonomis ini ditempatkan di area Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Dusun Serning sebagai prototype atau percontohan bagi masyarakat dan pihak pemerintah desa.
Koordinator Desa UM BBM Banjaragung menjelaskan bahwa insinerator ini dirancang agar mudah direplikasi karena proses pembuatannya yang terjangkau dan sederhana.
"Insinerator buatan kami ini dirancang khusus untuk skala limbah domestik rumah tangga non-B3 dengan bahan dasar bata hebel. Biaya pembangunannya relatif terjangkau, yaitu di bawah Rp1 juta. Harapan kami, insinerator di TPS Dusun Serening ini bisa menjadi contoh konkrit. Jika efektivitasnya dirasa optimal oleh warga, pihak desa dapat mengembangkannya lebih lanjut, minimal satu unit di setiap RT," jelasnya.
Dari hasil uji coba yang dilakukan oleh tim UM BBM bersama warga, penggunaan insinerator ini terbukti membawa dampak positif yang signifikan, terutama dalam mereduksi polusi udara. Walaupun sistem pembakarannya mirip dengan pembakaran sampah konvensional, struktur bata hebel yang terisolasi mampu menahan api dan menekan jumlah asap yang dihasilkan secara signifikan dibandingkan dengan pembakaran terbuka di lahan kosong.
Rangkaian penyerahan dan demonstrasi pengoperasian insinerator di TPS Dusun Serning pada Minggu, 19 Juli 2026 turut dihadiri oleh perangkat desa, pengurus lingkungan, serta warga sekitar.
Kepala Desa Banjaragung, Hasan Sulaiman S. Sos., menyambut baik hadirnya inovasi tepat guna dari mahasiswa UM BBM ini.
"Inisiatif dari mahasiswa UM BBM sangat bermanfaat bagi lingkungan kami. Dengan biaya yang efisien dan hasil pembakaran yang lebih minim asap, insinerator ini bisa menjadi solusi praktis pengolahan sampah tingkat RT ke depannya," ungkap Hasan Sulaiman S. Sos..
Melalui peluncuran insinerator percontohan ini, tim UM BBM berharap dapat memberikan sumbangsih nyata dalam pengelolaan sampah mandiri di Desa Banjaragung, sekaligus menginspirasi warga untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Penulis: Tim Publikasi & Dokumentasi UM BBM Desa Banjaragung
