Menilik Potensi Pajak di Balik Tren Gaya Hidup Sehat

Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Kepala KP2KP Sanana)
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Juanda, SE, LLM tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika Sehat Menjadi Investasi
Coba hitung kembali, berapa biaya yang Anda alokasikan untuk hidup sehat setiap bulan? Bagi sebagian masyarakat urban, angkanya mungkin tidak lagi kecil. Mulai dari iuran gym atau kelas pilates, katering makanan sehat (clean eating), suplemen dan vitamin premium, hingga jam tangan pintar (smartwatch) yang membantu memantau aktivitas fisik setiap hari. Belum lagi biaya untuk mengikuti ajang lari maraton, berlangganan aplikasi kesehatan digital, atau mengikuti program kebugaran daring. Apa yang dulu sering dianggap sebagai pengeluaran tambahan, kini mulai menjadi bagian dari rutinitas banyak orang.
Perubahan ini semakin terasa setelah pandemi. Banyak orang menjadi lebih peduli terhadap kesehatan, bukan hanya ketika sakit, tetapi juga saat merasa sehat. Berolahraga secara rutin, menjaga pola makan, memperhatikan kualitas tidur, hingga meluangkan waktu untuk kesehatan mental kini menjadi pilihan yang semakin umum. Kesehatan tidak lagi dipandang sekadar sebagai urusan berobat, melainkan sesuatu yang dijaga dan dirawat sejak dini. Di balik berbagai keputusan kecil untuk hidup lebih sehat, ternyata tumbuh sebuah pasar yang semakin besar dari tahun ke tahun.
Ketika Pilihan Hidup Sehat Menggerakkan Banyak Bisnis
Perubahan gaya hidup masyarakat ternyata tidak berhenti pada urusan kesehatan pribadi. Ketika semakin banyak orang memilih berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan yang lebih sehat, atau memanfaatkan layanan kesehatan digital, berbagai peluang usaha ikut bermunculan. Pusat kebugaran semakin ramai, layanan katering sehat semakin mudah ditemukan, aplikasi kesehatan terus bertambah, sementara berbagai destinasi wisata mulai menawarkan pengalaman yang berfokus pada kebugaran dan pemulihan fisik maupun mental.
Apa yang awalnya terlihat sebagai pilihan hidup masing-masing individu ternyata berkembang menjadi sebuah sektor usaha yang tumbuh pesat. Global Wellness Institute (GWI) mencatat nilai wellness economy dunia telah mencapai sekitar USD6,3 triliun pada 2023 dan diproyeksikan mendekati USD9 triliun pada 2028. Di Indonesia, nilainya diperkirakan telah mencapai sekitar USD36,4 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa tren hidup sehat bukan lagi sekadar fenomena gaya hidup, melainkan telah menjadi sektor ekonomi yang menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan menggerakkan konsumsi masyarakat. Tidak mengherankan jika banyak negara mulai melihat pertumbuhan sektor ini sebagai peluang ekonomi yang semakin penting di masa depan.
Ketika Hidup Sehat Ikut Menggerakkan Kas Negara
Tren hidup sehat ternyata membawa dampak yang jauh lebih luas daripada urusan kesehatan semata. Di balik pilihan masyarakat untuk hidup lebih sehat, roda perekonomian ikut bergerak. Ketika semakin banyak orang berlangganan gym, membeli makanan sehat, mengonsumsi suplemen, atau menggunakan layanan kesehatan digital, berbagai usaha baru ikut berkembang. Dari pusat kebugaran dan penyedia katering sehat hingga perusahaan teknologi kesehatan, semuanya menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan mendorong aktivitas bisnis yang lebih luas. Semakin banyak masyarakat berinvestasi pada kesehatan, semakin besar pula aktivitas ekonomi yang tercipta di belakangnya.
Bagian inilah yang sering terlewat dari perhatian. Setiap kali seseorang membayar iuran gym, membeli vitamin, memesan makanan sehat, atau berlangganan aplikasi kesehatan digital, terjadi transaksi ekonomi yang menggerakkan banyak pihak sekaligus. Pelaku usaha memperoleh pendapatan, karyawan tetap bekerja, pemasok mendapatkan pesanan, dan berbagai usaha lain ikut merasakan manfaatnya. Efek berantai inilah yang membuat wellness economy tidak hanya menciptakan manfaat kesehatan, tetapi juga nilai tambah ekonomi yang semakin besar.
Negara pun ikut memperoleh manfaat melalui sistem perpajakan yang sudah berjalan saat ini. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dikenakan atas berbagai produk dan layanan yang dikonsumsi masyarakat, sementara perusahaan yang menikmati pertumbuhan permintaan akan menyetorkan Pajak Penghasilan (PPh) atas keuntungan yang diperoleh. Karena itu, pemerintah tidak perlu menciptakan jenis pajak baru untuk mengikuti tren hidup sehat. Perkembangan sektor wellness menegaskan bahwa penerimaan negara tidak selalu harus datang dari pajak baru. Ketika sebuah sektor tumbuh, investasi meningkat, lapangan kerja bertambah, dan konsumsi ikut bergerak, penerimaan negara biasanya akan mengikuti dengan sendirinya.
Ketika Pilihan Kecil Memberi Dampak Besar
Jika tren hidup sehat terus berkembang, tantangan pemerintah ke depan bukanlah menciptakan jenis pajak baru, melainkan memastikan ekosistem yang mendukungnya dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Salah satu langkah yang penting adalah menghadirkan kepastian aturan bagi berbagai aktivitas yang berada di antara layanan kesehatan, kebugaran, dan gaya hidup. Dengan aturan yang lebih jelas dan sederhana, pelaku usaha di bidang kebugaran, makanan sehat, layanan kesehatan digital, hingga wisata kesehatan akan memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang dan berinvestasi.
Tren hidup sehat juga memperlihatkan bahwa penerimaan negara tidak selalu harus dicari melalui penambahan jenis pajak atau kenaikan tarif. Ada kalanya penerimaan tumbuh karena masyarakat semakin aktif mengonsumsi produk dan layanan yang memberi manfaat bagi kualitas hidup mereka. Fenomena wellness economy menunjukkan bagaimana hal itu dapat terjadi. Ketika semakin banyak orang memilih hidup sehat, aktivitas ekonomi ikut bergerak, peluang usaha bertambah, dan lapangan kerja tercipta. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, bertumbuhnya sektor-sektor baru seperti wellness economy menjadi pengingat bahwa masyarakat yang semakin sehat dapat menciptakan ekonomi yang semakin kuat. Jika pertumbuhan ini dapat dijaga dengan kebijakan yang tepat, manfaatnya akan dirasakan lebih luas. Pelaku usaha memperoleh ruang untuk berkembang, masyarakat mendapatkan lebih banyak pilihan untuk hidup sehat, dan negara menikmati sumber penerimaan yang tumbuh secara alami dan berkelanjutan.
