Gaya Edgy Lisa Blackpink Pakai Louis Vuitton di Premiere Film ‘Always Lalisa’

Bukan Lisa Blackpink namanya jika tidak tampil maksimal di karpet merah. Kali ini, penyanyi asal Thailand itu hadir di premiere film dokumenter terbarunya, Always Lalisa, dalam balutan busana custom lansiran Louis Vuitton.
Pemutaran film dokumenter Always Lalisa digelar di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 di Toronto, Kanada, pada Jumat (11/9). Film ini disutradarai oleh Sue Kim, produser eksekutif di balik dokumenter Apple TV K-Pop Idols yang tayang pada 2024 lalu.
Dikutip dari Harper’s Bazaar India, untuk momen besarnya tersebut, Lisa mengenakan two-piece set yang terdiri dari cropped top berkerah v-neck rendah serta rok panjang bersiluet mermaid warna cokelat gelap. Bahan velvet atau beludru memantulkan cahaya dengan lembut, memberikan kesan mewah dalam tampilannya.
Pelantun lagu SaWaDiKa tersebut memadukan two-piece Louis Vuitton tersebut dengan aksen ikat pinggang dan choker metalik berduri yang edgy, selaras dengan gaya personal Lisa yang berani dan penuh eksperimen. Penampilannya semakin lengkap dengan sarung tangan panjang hitam berbahan lateks.
Sebagai House Ambassador dari Louis Vuitton sejak 2025, Lisa Blackpink sudah “langganan” tampil di red carpet dan peragaan busana dalam balutan jenama Prancis tersebut. Selain TIFF, Lisa pernah menghadiri red carpet The White Lotus 3 hingga Met Gala 2025 mengenakan Louis Vuitton.
Dokumenter Always Lalisa akan berpusat pada perjalanan karier penyanyi bernama lengkap Lalisa Manobal tersebut. Mulai dari mimpi besarnya menjadi idol di industri musik Korea Selatan, debut di grup K-Pop Blackpink, mengglobal bersama tiga member grupnya, hingga memulai karier solo di dunia musik dan layar kaca.
Dikutip dari Reuters, film ini juga akan mendokumentasikan dinamisme perjalanan karier solo Lisa sepanjang 2024–2025. Di periode tersebut, Lisa tengah disibukkan dengan peluncuran album solo perdananya, Alter Ego; debut akting di serial HBO The White Lotus Season 3; sampai persiapan tampil di panggung bergengsi Coachella Music Festival.
“Saya mencoba untuk menemukan hal-hal baru. Apa lagi yang bisa saya lakukan lebih dari ini semua?” ucap Lisa usai premiere dokumenternya, dikutip dari Reuters.
Menurut situs resmi TIFF, selain dokumentasi karier solo Lisa, film ini juga merekam cerita masa kecil Lisa saat aktif mengikuti kompetisi menari, sampai keputusannya untuk keluar dari agensi YG Entertainment dan membangun agensinya sendiri, LLOUD.
Sue Kim mengatakan, dokumenter ini merupakan kesempatan besar untuk benar-benar mengenal sosok Lisa di balik pesona “idol K-Pop” yang melekat kuat pada dirinya.
“Ini adalah kesempatan luar biasa untuk mengenal seseorang yang hanya kita kenal lewat citra spesifik akibat sistem musik tempat dia berasal. Kami memperoleh akses yang belum pernah diperoleh sebelumnya, kedekatan, sampai eksposur terhadap Lisa. Ini bukanlah dunia K-Pop belaka,” ujar Sue, dikutip dari Reuters.
