Kumparan Logo

Waves of Weave di Museum Nasional, Kenalkan Persaudaraan Wastra Asia Tenggara

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pameran Waves of Weave di Museum Nasional. Foto: Judith Aura/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pameran Waves of Weave di Museum Nasional. Foto: Judith Aura/kumparan

Meski dipisahkan oleh batas modern negara, nyatanya budaya tekstil di Asia Tenggara tetap saling bertaut. Berakar dari persaudaraan di masa lampau, wastra (kain tradisional) negara-negara ini—dari Indonesia sampai Thailand—saling berbagi keserupaan yang disertai keunikan tersendiri.

Inilah yang menjadi tema utama dalam pameran Waves of Weave di Museum Nasional. Digelar atas kerja sama Jakarta Fashion Week dengan Kementerian Pariwisata RI, Indonesian Heritage Agency, ASA, Adhvan Media, dan Museum Nasional, pameran ini menjadi ruang untuk menampilkan koleksi wastra dari 10 negara Asia Tenggara serta kebaya dari lima negara.

Benang merah budaya kawasan Asia Tenggara adalah wastra. Identitas setiap bangsa direkam lewat ragam teknik—dari tenun hingga jumputan, lalu motif, sampai material yang diwariskan.

Pameran Waves of Weave di Museum Nasional. Foto: Judith Aura/kumparan

Keserupaan antara wastra satu wilayah dengan yang lainnya tidak terlepas dari peran nenek moyang di masa lampau. Migrasi sampai jalur perdagangan mendorong akulturasi budaya yang menciptakan kain-kain indah yang sarat akan tradisi. Di kawasan ini, kain bukan sekadar lembaran tekstil. Wastra memiliki peran di deretan ritual dengan makna spiritual mendalam.

Chairman Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana, menjelaskan bahwa Waves of Weave menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertukaran gagasan dengan ekosistem fashion yang lebih luas. Terlebih, persaudaraan wastra turut memperkuat identitas mode kawasan Asia Tenggara.

Pameran Waves of Weave di Museum Nasional. Foto: Judith Aura/kumparan

“Hal ini turut sejalan dengan kolaborasi penting kami bersama Kementerian Pariwisata lewat eksibisi Waves of Weave, yang menonjolkan warisan budaya Asia Tenggara. Inisiatif ini semakin mengukuhkan Jakarta Fashion Week dalam mendorong para pelaku fashion untuk terus bertumbuh dan berdaya saing,” ucap Svida.

Ruang Pameran di Waves of Weave

Pameran Waves of Weave di Museum Nasional. Foto: Judith Aura/kumparan

Pameran ini terdiri dari dua ruang. Ruang pertama berfokus pada wastra-wastra serta kebaya Asia Tenggara, sementara ruang kedua adalah eksibisi khusus yang dipersembahkan untuk Kembang Mangkunegaran, Gusti Nurul.

1. Ruang Pertama

Di area Wastra Asia Tenggara, pengunjung disuguhkan katalog tekstil tradisional Indonesia dan sembilan negara lainnya, yakni Malaysia, Kamboja, Timor-Leste, Thailand, Laos, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Brunei Darussalam. Setiap instalasi menawarkan detail dan cerita di balik setiap helai kain, mulai dari teknik sampai riwayat historis.

Di ruang ini, ada pula presentasi lima kebaya dari lima negara yang mengajukan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan ke UNESCO. Lima negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam. Lima kebaya memiliki siluet berbeda dengan ciri khas masing-masing—dari Indonesia dengan kutubarunya sampai Malaysia dengan kebaya panjangnya.

2. Ruang Kedua

Ruang Pameran Suwung di pameran Waves of Weave di Museum Nasional. Foto: Judith Aura/kumparan

Ruang ini membuka pintu ke kehidupan Gusti Raden Ayu Siti Noeroel Kamaril Ngarasati Kusumawardhani, atau Gusti Nurul. Seorang putri bangsawan dari Pura Mangkunegaran, Gusti Nurul tak hanya dikenal berkat kecerdasan dan keanggunannya, tetapi juga kebaya dan batiknya yang apik. Tekstil pun menjadi metode perkenalan terhadap sang Bunga Mangkunegaran.

Bertajuk “Suwung”, pameran ini memperlihatkan batik-batik koleksi sang Putri, mulai dari motif Semen, Truntum, Pisan Bali, Semen Kakrasana, Peksi Parades, Boket Pakis, Parang Kusuma, sampai Gandrung Manis.

Ada pula Kebaya Kebesaran Putri Keraton berwarna keunguan yang mewah, sebuah kebaya yang dipakai khusus di acara formal. Kebaya kutubaru yang dikenakan Gusti Nurul dalam kesehariannya pun ditampilkan.

Ruang Pameran Suwung di pameran Waves of Weave di Museum Nasional. Foto: Judith Aura/kumparan

Kamu bisa menikmati langsung pameran ini di Museum Nasional Jakarta sampai 8 Januari 2027. Buka setiap Selasa–Minggu, harga tiket masuk museum ini sebesar Rp 50 ribu untuk orang dewasa.