Konten dari Pengguna

Atur Keuangan ala Anak Kosan agar Tetap Hemat dan Gak FOMO

Juliana Dewi

Juliana Dewi

Mahasiswa Manajemen ITB Ahmad Dahlan Jakarta

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Juliana Dewi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tips jitu atur keuangan ala anak kosan agar hemat dan tidak FOMO. (Foto: Ilustrasi/Generative AI)
zoom-in-whitePerbesar
Tips jitu atur keuangan ala anak kosan agar hemat dan tidak FOMO. (Foto: Ilustrasi/Generative AI)

Cara atur keuangan ala anak kosan jadi skill wajib di era sekarang yang penuh tantangan buat dompet. Memang menjadi anak kos di era sekarang penuh tantangan yang berat di dompet. Oleh karena itu, penting untuk tahu Tips Atur Keuangan ala Anak Kosan. Di satu sisi, ada kebutuhan kuliah dan makan harian yang sifatnya wajib. Di sisi lain, gempuran FYP TikTok dan story Instagram teman sering kali memicu sindrom FOMO (Fear of Missing Out). Rasa takut ketinggalan zaman inilah yang membuat tangan refleks ingin checkout barang viral, jajan kopi estetik setiap sore, atau memaksakan diri ikut nongkrong demi validasi sosial. Alhasil, siklus "menyala di awal bulan, tapi nangis di pojokan saat tanggal tua" seolah menjadi makanan sehari-hari yang sulit diputus.

Kenapa Atur Keuangan ala Anak Kosan Itu Penting?

Padahal, mempraktikkan ilmu Atur Keuangan ala Anak Kosan sebenarnya tidak seseram materi kuliah yang kaku. Langkah awal yang paling krusial adalah mengubah kebiasaan menunda dalam mengatur uang. Begitu menerima transferan bulanan atau dana hasil side hustle, langsung pisahkan dana tersebut secara tegas. Jangan biarkan semua uang menumpuk di satu rekening utama, karena hal itu hanya akan menipu mata seolah-olah kita sedang kaya raya. Buatlah pos terpisah untuk kebutuhan primer, pos untuk tabungan masa depan, dan satu pos khusus yang memang legal dipakai untuk jajan atau foya-foya tanpa rasa bersalah.

Tips Atur Keuangan ala Anak Kosan biar Gak FOMO

Untuk menjinakkan sifat impulsif yang sering bikin boncos, kita bisa menerapkan trik cooling down. Saat sedang berselancar di toko online dan melihat baju keren atau barang lucu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, jangan langsung di-co. Masukkan dulu ke dalam keranjang belanja atau wishlist, lalu diamkan selama dua sampai tiga hari. Uniknya, setelah euforia penasaran itu lewat, kita sering kali baru sadar bahwa barang tersebut sebenarnya hanya keinginan sesaat yang tidak penting untuk dibeli. Lalu, bagaimana dengan urusan pergaulan agar tidak dianggap kurang pergaulan? Tenang saja, tetap eksis dan hemat sebenarnya bisa berjalan beriringan asalkan kita pintar menyiasatinya. Menolak ajakan teman terus-menerus tentu akan membuat kehidupan sosial menjadi hambar. Strategi cerdasnya adalah memastikan perut sudah kenyang dari kosan sebelum berangkat ke kafe yang agak fancy. Dengan begitu, saat tiba di tempat nongkrong, kita cukup memesan minuman atau camilan ringan saja agar dompet tidak tekor. Selain itu, kita tidak harus mengiyakan semua ajakan hangout. Cukup pilih satu atau dua agenda yang memang paling worth it dalam sebulan. Pada akhirnya, belajar mengatur finansial di masa muda bukan berarti kita harus menjalani hidup yang menderita dan serba kekurangan. Ini adalah seni mengelola ego agar kita tidak mudah disetir oleh tren yang tidak akan pernah ada habisnya. Dengan mengontrol pengeluaran secara cerdas, kita tetap bisa menikmati masa muda dengan happy, tetap seru-seruan bersama circle pertemanan, dan yang paling penting, bisa tidur nyenyak tanpa perlu cemas saat mengecek saldo ATM di akhir bulan.