Konten dari Pengguna

Tugas Harian Seorang Pemimpin

Julpadli

Julpadli

Saya seorang pegawai BUMD dan alumnus Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan. Belajar menulis sebagai terapi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Julpadli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita telah mengetahui bahwa kepemimpinan adalah usaha terus menerus untuk mempengaruhi orang lain. Untuk kepentingan tersebut perlu kiranya kita menyusun semacam template tugas harian agar kesinambungan kepemimpinan senantiasa terjaga. Perlu ditegaskan kembali bahwa mempengaruhi orang lain dalam konteks kepemimpinan yang efektif sejatinya berbicara tentang kehadiran, mengarahkan dan berbagi visi untuk sebuah tujuan yang bernilai utama.

Setiap pemimpin berupaya melakukan semua tindakan yang benar, tetapi jika tidak memiliki kualitas-kualitas tertentu secara internal, kita mungkin tidak akan mengerti. Melatih untuk mengembangkan diri sendiri menjadi sangat relevan pada konteks ini. Latihan rutin akan menjadikan pengembangan diri lebih stabil.

Pada kesempatan ini, kita tidak akan menyusun sebuah tugas harian seperti sebuah jadwal waktu ke waktu yang rigid dan membosankan. Tugas harian dalam konteks ini adalah komitmen untuk melakukan aktivitas yang memberi dampak positif terhadap pengembangan diri sendiri dan orang sekitar kita.

Tugas pertama adalah mengubah lingkungan kerja dengan melibatkan banyak orang. Sebagian pemimpin teratas memfokuskan kepada 2 hal yakni visi dan kinerja. Namun diantara 2 hal tersebut terdapat individu-individu yang terlibat. Jika kita hanya fokus kepada 2 hal tersebut dan mengabaikan banyak individu di dalamnya, kita akan kehilangan kualitas dan kuantitas “pasukan”.

Berfokus pada “pasukan” akan membuat kita memiliki potensi yang lebih dari apa yang diharapkan. Inti dari tugas pertama ini adalah bagaimana kita memberi nilai kepada orang lain.

Kedua, untuk menunjang penilaian kita terhadap orang lain, kita perlu memberikan support dengan memberikan rujukan pengembangan diri mereka.

Banyak organisasi yang menyatakan bahwa manusia adalah aset yang paling dihargai. Pernyataan ini benar dan tepat hanya jika kita turut mendorong pengembangan orang-orang itu baik sebagai individu maupun pekerja.

Tanpa tersedianya ruang pengembangan diri, kita tidak akan menemukan inovasi dan kreativitas pada lingkungan kerja.

Ketiga, setiap lini organisasi memiliki pemimpinnya masing-masing. Untuk itu setiap kepemimpinan harus diberi nilai yang tinggi oleh pemimpin lini diatasnya. Peminpin pada lini atas harus menyadari bahwa kepemimpinan pada lini dibawahnya sangat menentukan pencapaian dan tersampaikannya visi dengan tepat. Kepemimpinan pada lini bawah inilah yang menjadi tulang punggung dan motor penggerak organisasi.

Menghargai dedikasi dan kerja keras kepemimpinan lini bawah sangat berdampak pada kemampuan menghadapi tantangan.

Keempat, untuk kesinambungan visi dan gagasan, seorang pemimpin haruslah mencari calon pemimpin yang potensial untuk diorbitkan. Berbekal penilaiannya terhadap individu dengan melihat secara objektif bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama. Namun nilai terpenting adalah kesamaan visi antara pengorbit dan yang diorbitkan. Dengan demikian loyalitas dan komitmen individu yang diorbitkan akan melekat pada pemimpinnya.

Kelima, setelah menemukan calon pemimpin potensial. Seorang pemimpin berkewajiban mendorong mereka mengambil peran-peran yang signifikan dengan tetap menjaga kebutuhan individu lainnya agar setiap individu tidak merasa terabaikan.

Keenam, setelah mereka mengambil peran-peran signifikan, perhatikan kembali bagaimana mereka menyelesaikan tantangan dan kendala yang ada. Dengan melihat cara penyelesaian tersebut, kita akan mengenal karakter dari individu yang kita orbitkan. Semakin banyak peran yang didelegasikan, semakin mumpuni seorang untuk mencapai potensi maksimalnya.

Ketujuh, dari penilaian terhadap cara penyelesaian, kita akan melihat inisiatif, kreativitas dan inovasi seorang calon pemimpin. Sebagai pemimpin lini diatasnya, kita wajib memberikan apresiasi hal tersebut.

Kedelapan, seorang pemimpin haruslah menyediakan lingkungan yang aman sebagai tempat setiap individu dapat mengajukan pertanyaan, berbagi ide dan mengambil risiko. Saat individu berbagi ide, seorang pemimpin tidak boleh menilai itu sebagai persaingan atau bahkan ancaman. Jika mereka ingin mengambil risiko, seorang pemimpin harus memberi ruang untuk sukses ataupun gagal.

Hasrat dasar kepemimpinan adalah pertunjukan namun sering kali kita mengecewakannya dengan bersaing sebagai tokoh utama. Sebagai seorang pemimpin, lebih bijak jika kita mengambil peran layaknya sutradara yang menjadi konsultan bijak dan pendorong utama.

Kesembilan, seorang pemimpin haruslah bersedia tumbuh bersama lingkungannya. Komitmen untuk tumbuh bersama memberi kesan manusiawi bahwa banyak hal yang kita bisa tempuh dan kita tak pernah tahu tantangan apa yang ada kemudian hari. Tidak ada hal yang kita kuasai sepenuhnya sehingga tidak mungkin kita berdiam diri saja dan merasa puas dengan apa yang telah ada.

Kesepuluh, memiliki sekumpulan pemimpin lebih baik daripada menjadi pemimpin tunggal. Kesadaran bahwa ada hal yang dapat kita lakukan dengan baik namun ada pula hal yang orang lain dapat lakukan dengan baik. Kesadaran tersebut memungkinkan kita untuk bersikap terbuka dan memberi ruang orang lain untuk memaksimalkan kinerjanya masing-masing. Sekelompok pemimpin yang bekerjasama selalu lebih efektif daripada seorang pemimpin yang bekerja sendirian.

Perbedaan bekerjasama dan sama-sama kerja terletak pada interaksi dan keterlibatan aktif. Pada konteks bekerjasama terjadi proses aktif dari setiap individu untuk saling berinteraksi, berbagi ide dan menyumbangkan tenaganya masing-masing untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan sama-sama kerja mungkin memiliki tujuan dan tempat yang sama, namun semua terasa berdiri sendiri-sendiri.

Ada banyak tugas harian yang mungkin kita tuliskan namun 10 tugas harian diatas cukup untuk memberi gambaran bagaimana tugas seorang pemimpin. Pada diri seorang pemimpin efektif terdapat kualitas-kualitas yang tidak hanya hanya bicara tentang dirinya namun juga lingkungannya. Hanya dengan komitmen untuk tumbuh bersama dan tidak berpuas diri, kepemimpinan menemukan jalannya untuk meninggalkan legacies.

Ilustrasi sekelompok pemimpin. sumber: https://depositphotos.com/id/free-files/kepemimpinan.html?qview=3271140