Apakah Es Termasuk Mineral?

#SainsAsyikFGMI
Tulisan dari Jundiya Al Haqiqi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mineral is a naturally occurring substance with a characteristic chemical composition expressed by a chemical formula; may occur as individual crystal or may be disseminated in some other mineral or rock; most mineralogist include the requirements of inorganic origin and internal crystalline structure (Dictionary of Geology and Mineralogy, 2003).

Dari definisi yang ditulis oleh McGraw-Hill tersebut, dapat disimpulkan bahwa suatu material dapat dikatakan sebagai mineral jika memenuhi kriteria sebagai berikut:
Terbentuk secara alami
Bersifat anorganik
Berupa zat padat
Homogen
Memiliki sistem kristal
Memiliki komposisi kimia tertentu
Jika salah satu atau lebih kriteria terebut tidak dimiliki maka material tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai mineral. Lantas bagaimana dengan es? Berikut kriteria dari material yang disebut es tersebut.
Es dapat terbentuk secara alami, sedangkan untuk es yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan mesin pendingin tidak dapat disebut sebagai mineral.
Es termasuk senyawa anorganik karena tidak ditemukan ikatan karbon-hidrogen di dalamnya.
Es merupakan zat padat, berbeda dengan air yang merupakan zat cair.
Es bersifat homogen artinya antara es yang satu dengan es yang lain memiliki komposisi dan sifat yang sama.
Secara kristalografi, es termasuk ke dalam sistem kristal heksagonal dengan symbol H-M: 6/m 2/m 2/m – Dihexagonal Dypyramidal.
Rumus kimia dari es adalah H2O
Es juga dapat ditemukan dalam beberapa bentuk yang bervariasi dari mulai bentuk yang sederhana seperti salju (snow) dan kepingan salju (snowflake) hingga gletser (glacier).
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa es dapat dikategorikan sebagai mineral.
Referensi
Hill, M., 2003, Dictionary of Geology and Mineralogy Second Edition, New York City: McGraw-Hill Education.
