Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Strategi Pembelajaran Sejarah

Halo! Saya mahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Jember.
Tulisan dari Juniar Aleyda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dalam kegiatan pembelajaran dikelas, strategi dalam mengajar sangatlah diperlukan bagi para pendidik. Karena dengan mempelajari mengenai strategi mengajar, pendidik dapat menerapkannya di dalam kelas dimana terdapat karakter peserta didik yang berbeda-beda. Saat ini teknologi informasi semakin marak digunakan. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai alat dalam menunjang strategi pembelajaran di sekolah-sekolah.
Pengertian Strategi pembelajaran
Agar tujuan pembelajaran dikelas dapat dicapai dengan baik, maka diperlukan strategi pembelajaran dengan baik pula. Sebelum itu kita akan membahas mengenai pengertian strategi belajar mengajar. Apa sih strategi belajar mengajar itu? Kata strategi berasal dari bahasa latin ‘strategia’ yang memiliki arti seni penggunaan rencana untuk mencapai tujuan. Zakky Fuad (2002:51) mengatakan, strategi pembelajaran merupakan suatu pola umum perbuatan guru di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar. Dalam dunia pendidikan, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Saat ini dengan mengikuti perkembangan zaman yang serba modern, penggunaan teknologi informasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Dengan adanya fenomena ini teknologi informasi dapat dipergunakan dalam pembelajaran di sekolah, salah satunya dalam mata pelajaran sejarah.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Strategi Pembelajaran Sejarah
Seiring dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, guru sejarah dapat berkreasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai media dalam pembelajaran. Contohnya menggunakan aplikasi bawaan dari HP maupun komputer seperti Youtube dan Browser. Dari kedua aplikasi tersebut kita dapat mencari dan menemukan informasi mengenai materi tentang kesejarahan yang akan dipelajari.
Adapun caranya sangat mudah. Buka aplikasi Youtube lalu ketik kata atau materi yang akan dicari. Setelah itu klik cari, maka informasi berupa video akan anda temukan.
Selain menggunakan aplikasi Youtube, guru sejarah dan peserta didik juga dapat menggunakan aplikasi Browser yang telah tersedia di HP maupun komputer. Cara penggunaannya pun hampir sama, namun hasil yang akan diperoleh yaitu berupa tulisan maupun gambar.
Untuk penugasan dan pemberian materi secara online, pendidik dapat memanfaatkan aplikasi dari Google yaitu Google Classroom. Nantinya pendidik menyebarkan link Google Classroom agar dapat diakses oleh semua peserta didik. Didalam Google classroom peserta didik dapat mengumpulkan penugasan yang diberikan oleh pendidik dan dapat langsung dinilai oleh pendidik. Aplikasi ini banyak digunakan di sekolah-sekolah terutama pada masa pandemi Covid-19.
Berikut merupakan contoh kelas di Google Classroom
Efektivitas Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Sejarah
Dengan memanfaatkan ketiga aplikasi diatas dapat memudahkan pendidik dan peserta didik dalam mencari informasi yang sekiranya tidak ada di buku. Agar peserta didik tidak cepat merasa bosan ketika pembelajaran sejarah berlangsung, maka guru sejarah dapat memberi opsi salah satunya yaitu memperlihatkan video-video kesejarahan dari Youtube. Dengan begitu para peserta didik akan semangat dan tidak merasa bosan ketika mengikuti pembelajaran sejarah. Dan dengan melihat video-video dari Youtube contohnya video Proklamasi Kemerdekaan, yang secara tidak langsung peserta didik dapat merasakan euforia saat peristiwa tersebut. Peserta didik akan dapat menghayati nilai-nilai dari peristiwa Proklamasi tersebut.
Namun, semua hal pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Terdapat kekurangan penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran, yaitu ketika terdapat pendidik atau peserta didik yang tidak memiliki perangkat atau terdapat sekolah-sekolah di pelosok yang tidak semua memiliki perangkat atau sinyal yang sulit dijangkau. Maka hal tersebut dapat menghambat penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran. Hal ini dapat menjadi evaluasi bagi pemerintah pendidikan setelahnya.
Referensi:
Fuad, Zakky. 2002. Konsep Strategi Belajar Mengajar Qur’ani, Surabaya: Nizamia, Jurnal Pendidikan IAIN Sunan Ampel.
