Konten dari Pengguna

Di Tengah Kena Sanksi dari Barat, Rusia Malah Jadi Pemasok Utama Minyak ke China

Kabar Bisnis

Kabar Bisnis

Segala informasi soal bisnis, mulai rumor pasar hingga kabar terbaru dunia bisnis.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pabrik penyulingan minyak Rosneft di kota Gubkinsky di Siberia barat, Rusia pada 2 Juni 2006. Foto: Delphine Thouvenot/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik penyulingan minyak Rosneft di kota Gubkinsky di Siberia barat, Rusia pada 2 Juni 2006. Foto: Delphine Thouvenot/AFP

Rusia saat ini telah melampaui Arab Saudi sebagai pemasok minyak utama ke China. Kondisi itu terjadi di tengah ada sanksi lanjutan dari Barat terhadap ekspor energi Moskow.

Beijing terus menahan kecaman publiknya atas perang Rusia dengan Ukraina. Negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu mengimpor sekitar 8,42 juta ton minyak dari Rusia bulan lalu, meningkat 55 persen dari tahun ke tahun.

Menurut Bloomberg News, China menghabiskan USD 7,47 miliar secara keseluruhan bulan lalu untuk produk energi Rusia, meningkat sekitar USD 1 miliar dari April.

Empat bulan setelah konflik di Ukraina, pembeli dari AS dan Eropa telah menghindari atau berjanji untuk mengurangi impor energi Rusia. Namun, permintaan Asia membantu dalam menghentikan beberapa kerugian tersebut, terutama di China dan India.

Bahkan, India telah melampaui Jerman sebagai importir minyak mentah Rusia terbesar kedua dalam dua bulan terakhir, menurut laporan minyak global terbaru Badan Energi Internasional.