Intip Gaji Pilar-pilar Timnas Indonesia yang Berkiprah di Luar Negeri

Segala informasi soal bisnis, mulai rumor pasar hingga kabar terbaru dunia bisnis.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelang final Piala AFF 2020 yang berlangsung hari ini Rabu (29/12), para pemain tim nasional (timnas) Indonesia kini semakin mendapat perhatian publik.
Sebelumnya Tim Garuda sukses mengalahkan Singapura dengan skor 4-2 pada semifinal yang digelar di National Stadium, Singapura.
Skuad yang dibentuk pelatih Shin Tae-yong di laga ini banyak menerjunkan sejumlah pemain yang juga berkiprah di luar negeri.
Beberapa di antaranya yaitu Asnawi Mangkualam di Ansan Greeners, Elkan Baggot di Ipswich Town, Witan Sulaeman di Lechia Gdansk, dan Egy Maulana Vikri di FK Senica.
Keunggulan dan kepiawaian mereka tiap kali menggiring bola tak lepas dari peran klub-klub tersebut. Penghasilan yang diterima setiap tahunnya pun tergolong besar. Berikut ini deretan penghasilan pemain timnas yang bermain di klub luar negeri.
1. Asnawi Mangkualam (Ansan Greeners)
Asnawi bergabung dengan klub asal Korea Selatan ini di awal tahun 2021. Dalam setahun, kontraknya mengikuti aturan gaji pemain asing.
Sebagai bek kanan di klub tersebut, bayaran yang diterimanya mencapai Rp 750 juta- Rp 800 juta. Angka tersebut sebenarnya menurun dibanding saat bermain di PSM Makassar, di mana per musim Asnawi mengantongi miliaran rupiah.
Namun, Asnawi mengalami nilai pasar dengan lonjakan tinggi hingga dua kali lipat dari nilai saat ia membela PSM Makassar dengan angka 350.000 euro atau sekitar Rp 6,08 miliar.
2. Elkan Baggot (Ipswich Town)
Pemain berusia 19 tahun ini dikontrak untuk membela klub asal Inggris, Ipswich Town ini hingga tahun 2023. Bahkan beberapa klub besar lain di Eropa sudah banyak melirik dan menawarkan gaji besar untuknya.
Tercatat dari laman Salary Sport, dengan penghasilan 42.120 poundsterling atau Rp 800 juta per tahun, Elkan masih setia berkomitmen dengan Ipswich Town.
3. Witan Sulaeman (Lechia Gdansk)
Witan berperan sebagai gelandang dengan nomor punggung 80 di Lechia Gdansk yang resmi dikontrak sejak 1 September 2021 lalu. Setelah bergabung dengan klub asal Polandia itu, harga pasarnya melonjak hingga Rp 869 juta, dua kali lipat dari harga pasar sebelumnya ketika di klub Serbia, FK Radnik sekitar Rp 409 juta.
4. Egy Maulana Vikri (FK Senica)
Klub asal Slovakia mendapuk Egy dengan bayaran yang cukup besar. Bahkan Egy merupakan pemain dengan pendapatan termahal ke-5 di klub tersebut.
Di usianya yang masih 21 tahun ini Egy mendapat gaji serupa dengan pemain lain seperti E. Sukisa (27 tahun), K.Twardek (25 tahun) dan dua pemain muda lainnya I Niarchos (19 tahun) dan F Buchel (18 tahun).
Per tahun pendapatannya tercatat senilai Rp 2,61 miliar. Di samping itu, pemain termahal yaitu Simon Sumbera dengan Rp 4,35 miliar sebagai gelandang kiri, David Gac dan Elvis Mashike Sukisa dengan Rp 3,48 miliar sebagai bek tengah.
