Israel Tingkatkan Hubungan dengan UEA Melalui Pakta Perdagangan Bebas

Segala informasi soal bisnis, mulai rumor pasar hingga kabar terbaru dunia bisnis.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Israel telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Emirat Arab (UEA), sebagai perjanjian ekonomi besar pertama dengan negara Arab. Perjanjian itu juga sebagai upaya untuk memperluas perdagangan antara kedua negara Timur Tengah itu.
Setelah berbulan-bulan berdiskusi, Menteri Ekonomi dan Industri Israel Orna Barbivai dan mitranya dari UEA, Menteri Ekonomi UEA Abdulla bin Touq al-Marri, menandatangani perjanjian pada hari Selasa (31/5), di Dubai.
Dorian Barak, Presiden Dewan Bisnis UEA-Israel, mengatakan kesepakatan perdagangan tersebut terkait menetapkan tarif pajak, impor, dan kekayaan intelektual, serta mendorong lebih banyak perusahaan Israel untuk mendirikan kantor di UEA, khususnya di Dubai.
Pada akhir tahun, Dewan memperkirakan bahwa akan ada sekitar 1.000 perusahaan Israel yang beroperasi melalui UEA, dan melakukan bisnis dengan Asia Selatan, Timur Jauh, dan Timur Tengah.
“Pasar domestik tidak mewakili keseluruhan peluang. Peluangnya benar-benar terbuka di Dubai, seperti yang dimiliki banyak perusahaan, untuk menargetkan wilayah yang lebih luas,” kata Barak sebagaimana yang dikutip dari Reuters, Rabu (1/6).
Kementerian Ekonomi Israel mengumumkan bahwa sebelum penandatanganan perjanjian tersebut akan memotong tarif pada 96 persen barang, termasuk makanan, pertanian, kosmetik, peralatan medis, dan obat-obatan.
UEA memperkirakan bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif akan meningkatkan perdagangan bilateral menjadi lebih dari USD 10 miliar per tahun dalam lima tahun.
