Penumpang KRL Melonjak, Pihak Commuter Line Tegaskan Syarat Perjalanan

Segala informasi soal bisnis, mulai rumor pasar hingga kabar terbaru dunia bisnis.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aktivitas KRL Jabodetabek semakin berangsur normal melihat adanya lonjakan penumpang, Senin (4/10). Peningkatan mobilitas ini naik hingga 5% jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Dalam catatan PT KAI Commuter jumlah penumpang pada pukul 09.00 WIB mencapai 143.867 orang.
Sebagian stasiun KRL pun mengalami kenaikan pengunjung, hal ini disampaikan VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba. Ia menyebutkan stasiun dengan pengguna tertinggi yaitu Stasiun Bojonggede yang naik hingga 9% dari pekan lalu dengan jumlah 11.058 penumpang.
Lonjakan penumpang juga terjadi di Stasiun Bogor yang naik hingga 6% dengan penumpang sebanyak 10.874 pengguna. Selain itu, Stasiun Parung panjang mencatat 5.172 penumpang yang naik 3% dari pekan sebelumnya.
Bertambahnya volume pengguna KRL dipicu oleh aktivitas masyarakat yang normal kembali. Untuk menanggulangi banjir penumpang saat ini, pihak KAI Commuter menegaskan kembali penerapan protokol kesehatan dalam perjalanan selama pandemi.
Hal ini diungkap Anne Purba dengan mengingatkan operator KRL untuk memberlakukan aturan yang wajib diterapkan penumpang. Mulai dari penggunaan masker ganda, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah naik kereta.
"Selain itu, sertifikat vaksin juga wajib ditunjukan kepada petugas sebagai syarat menggunakan KRL," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (4/10).
Petugas diharap siap sedia dan tegas menerapkan jarak aman antar pengguna dan membatasi jumlah penumpang yang naik agar mengurangi risiko kepadatan di dalamnya. Ia pun menambahkan aturan tambahan yaitu tidak berbicara di dalam kereta. Selain itu, untuk lansia dan pengguna yang membawa barang besar diperbolehkan naik pukul 10.00 - 14.00 atau diluar jam sibuk KRL.
Khusus untuk balita, saat ini masih belum diizinkan naik, sementara siswa sekolah yang usianya belum bisa vaksin harus membawa surat keterangan dari sekolah terkait pembelajaran tatap muka. Untuk menghindari adanya antrian, pengguna disarankan untuk melihat informasi lewat aplikasi KRL Access.
