Produsen Marlboro Akhiri Kesepakatan Non-Persaingan dengan Rokok Elektrik Juul

Segala informasi soal bisnis, mulai rumor pasar hingga kabar terbaru dunia bisnis.
Konten dari Pengguna
1 Oktober 2022 11:55
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sejumlah peringatan kandungan di produk rokok elektrik di sebuah toko vape di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.  Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah peringatan kandungan di produk rokok elektrik di sebuah toko vape di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Produsen Marlboro, Altria Group Inc mengatakan bahwa pihaknya telah menggunakan opsi untuk dibebaskan dari kesepakatan non-persaingan dengan produsen rokok elektrik Juul Labs Inc pada Jumat (30/9). Keputusan ini dilakukan setelah hampir empat tahun membeli 35 persen saham rokok elektrik yang mana sedang dalam fase puncak popularitasnya.
ADVERTISEMENT
Altria mencari cara untuk secara permanen mengakhiri kewajiban non-kompetisinya kepada Juul, dengan menyerahkan hak-hak tertentu termasuk hak penunjukan dewan dan mengurangi kekuatan suaranya.
Pada bulan Juli, Altria memangkas nilai sahamnya di Juul menjadi USD 450 juta, turun dari nilai awal USD 12,8 miliar. Pemangkasan nilai saham ini memungkinkan dirinya melepaskan opsi dari klausul non-persaingan dan berinvestasi atau terlibat dengan bisnis e-vapor lainnya.
Namun, Altria tidak berusaha untuk dibebaskan dari kewajiban pada saat itu. Ia masih melihat nilai dalam hak investasinya di Juul.
"Keputusan untuk menghentikan non-kompetisi kami memaksimalkan fleksibilitas kami untuk bersaing di ruang e-vapor sambil mempertahankan kepentingan ekonomi kami di Juul," kata Altria, Jumat (30/9).
Langkah yang dilakukan oleh Altria mungkin dapat diartikan sebagai sebuah langkah awal Altria untuk mampu melakukannya sendiri atau mengejar pembuat produk vaping lainnya.
ADVERTISEMENT
"Kemungkinan besar Altria akan berusaha untuk kembali ke kategori rokok elektrik (yang mewakili 7 persen dari penjualan nikotin AS)," ujar analis Cowen Vivien Azer.
"Keputusan ini meningkatkan opsi keuangan dan strategis yang dapat kami kejar untuk mengamankan bisnis kami dan mengatasi dampak dari (US Food and Drug Administration) sekarang tetap tertib," kata juru bicara Juul.