10 Contoh Format Penulisan Footnote sesuai Kaidah Bahasa Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh format penulisan footnote kerap menjadi acuan penting dalam penulisan karya ilmiah maupun akademik. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan penyusunan referensi secara sistematis dan akurat, sehingga pembaca mudah merujuk sumbernya.
Berdasarkan “Teknik Penulisan Catatan Kaki” pada laman stisnutangerang.ac.id, footnote atau catatan kaki adalah catatan yang disimpan di bagian bawah halaman teks untuk memberikan referensi, penjelasan tambahan, atau informasi pendukung.
Ketiga fungsi tersebut berkaitan dengan bagian tertentu dari teks utama. Adapun fungsi penggunaan footnote ini adalah untuk membantu penulis menyajikan informasi tambahan tanpa mengganggu alur narasi dengan sumber di tengah paragraf.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Format Penulisan Footnote
Dalam penulisan footnote, terdapat banyak format yang bisa digunakan oleh penulis. Berikut, beberapa contoh format penulisan footnote berdasarkan “Pedoman Umum Penulisan Footnotes” (repository.ar-raniry.ac.id):
1. Footnote Buku dengan 1 Pengarang
Ketentuan:
Nama pengarang ditulis sesuai dengan nama yang tertera pada buku, tanpa gelar dan diakhiri dengan tanda koma (,);
Judul buku dimiringkan dan semua huruf awal ditulis dengan kapital, kecuali pada kata hubung;
Setelah judul buku diikuti sub judul, jilid, edisi, dan diakhiri tanda koma;
Informasi penerbitan diapit tanda kurung (), dengan urutan nama tempat penerbitan, titik dua (:), nama penerbit, dan tahun penerbitan diakhiri dengan tanda koma;
Setelahnya, ikuti dengan kata halaman (“hal.” atau “p.”) dan nomor halaman sesuai dengan yang dikutip;
Antara kata “hal.” Atau “p.” dengan nomor halaman berjarak satu spasi.
Contoh:
¹Jonathan Sarwono, Mixed Methods: Cara Menggabung Riset Kuantitatif dan Riset Kualitatif Secara Benar, (Jakarta: Elex Media Kompatindo, 2011), hal. 11.
²Thomas Mann, The Oxford Guide to Library Research, 2nd ed., (New York: Oxford University Press, 2005), p. 65.
2. Footnote Buku 1 Pengarang dan Diterjemahkan
Ketentuan:
Nama pengarang ditulis sesuai dengan nama asli lengkap, tanpa gelar dan diakhiri dengan tanda koma (,);
Judul buku dimiringkan dan semua huruf awal ditulis dengan kapital, kecuali pada kata hubung;
Setelah judul, tulis kata “terj.” (jika judul dalam bahasa Indonesia) atau “trans.” (jika judul dalam bahasa Inggris), dan diakhiri tanda koma;
Tulis nama penerjemah secara lengkap, tanpa gelar, diakhiri tanda koma;
Informasi penerbitan diapit tanda kurung (), dengan urutan nama tempat penerbitan, titik dua (:), nama penerbit, dan tahun penerbitan diakhiri dengan tanda koma;
Keterangan halaman ditulis dengan “hal.” Untuk bahasa Indonesia atau “p.” untuk bahasa Inggris, diikuti nomor halaman yang dikutip.
Contoh:
³Knut Vikor, A Between God and the Sultan: History of Islamic Law, trans. Irfan A. Omar, (United Kingdom: Cambridge Univ. Press, 2008), p.30.
⁴Imam Ahmad Bin Muhammad Bin Hanbal, Musnad Imam Ahmad, terj. M. Faishal, Abdul Basyith, dan Akhmad Effendi, Cet.1, Jilid 4, (Jakarta: Pustaka Azzam, 2008), hal.394.
3. Footnote Buku dengan 2 sampai 3 Pengarang
Ketentuan:
Ketiga nama pengarang ditulis lengkap berdasarkan urutan di buku yang dikutip dan diakhiri tanda koma (,);
Judul buku dimiringkan dan semua huruf awal ditulis dengan kapital, kecuali pada kata hubung, diakhiri tanda koma;
Tulis keterangan penerbitan seperti edisi, dan lain-lain (jika ada);
Di dalam kurung ditulis tempat penerbitan diikuti tanda titik dua, nama penerbit, dan tahun penerbitan diakhiri tanda koma;
Spasi satu huruf lalu tulis “hal.” atau “p.” sesuai dengan bahasa referensi buku yang dikutip dan diikuti nomor halaman yang dikutip.
Contoh:
⁵David M. Levin, David Stephan, and Timothy C. Krehbiel, Statistics For Managers, 3rd, (New Jersey: Pearson Education, 2002), p. 100.
⁶Riduwan dan Sunarto, Pengantar Statistika: Untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi, dan Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2012), hal. 107.
4. Footnote Buku dengan Lebih dari 3 Pengarang atau Editor
Ketentuan:
Nama pengarang pertama atau nama editor, diakhiri tanda koma (,);
Ditulis “dkk” (dan kawan kawan) untuk judul buku dalam Bahasa Indonesia atau “et.al” (latin: et alia; dan kawan-kawan) atau “eds” (editors: editor lebih dari 1 orang, dan “ed” untuk editor 1 orang) jika judul dalam Bahasa Inggris;
Judul buku dimiringkan dan semua huruf awal ditulis dengan kapital, kecuali pada kata hubung;
Informasi penerbitan diapit tanda kurung (), dengan urutan nama tempat penerbitan, titik dua (:), nama penerbit, dan tahun penerbitan diakhiri dengan tanda koma;
Spasi satu huruf lalu tulis “hal.” atau “p.” sesuai dengan bahasa referensi buku yang dikutip, diikuti nomor halaman yang dikutip.
Contoh:
⁷Barbara Fawcett and others, eds., Practice and Research in Social Work: Postmodern Feminist Perspectives, (London: Routledge, 2000), p. 65.
⁸Subandi Ibrahim, dkk., Hegemoni Budaya, (Yogyakarta: Bentang, 1997), hal. 52.
5. Footnote Artikel dari Majalah
Ketentuan:
Nama pengarang diikuti dengan koma (,);
Judul artikel dimiringkan dan semua huruf awal ditulis dengan kapital, kecuali pada kata hubung, diakhiri tanda koma;
Nama majalah diakhiri dengan tanda koma;
Volume (jika ada) dan nomor majalah atau bulan terbit majalah;
Di dalam kurung () tulis tahun penerbitan, dan jika ada dengan nama tempat penerbitan, penerbit majalah, lalu diakhiri dengan tanda koma;
Tulis “hal” atau “p” sesuai dengan bahasa majalah diakhiri dengan tanda titik (.) dan tulis nomor halaman diakhiri dengan tanda titik.
Contoh:
⁹P. A Bernstein and D.W. Shipman, The Correctness of Concurrency Control Mechanism in a System for Distributed Database, ACM Trans on Database System, No.5, (1980), p. 52-68.
¹⁰Linus Simanjutak, Andaikan Kolam Itu Bumi Kita, Suara Alam, No. 9, (1980), hal.18.
6. Footnote Artikel dari Jurnal Cetak
Ketentuan:
Nama pengarang artikel diakhiri dengan tanda koma (,);
Judul tulisan yang diapit dengan tanda kutip dan diakhiri dengan tanda koma;
Nama jurnal yang dimiringkan dan diakhiri dengan tanda koma;
Tulis volume disingkat dengan “Vol.” lalu diikuti nomor volume. Nomor volume ditulis sesuai dengan nomor yang tertera pada jurnal; jika pada jurnal tertulis angka romawi, tulis angka romawi dan sebagainya;
Tulis nomor jurnal sesuai angka yang tertulis di jurnal diakhiri dengan tanda koma;
Di dalam kurung tulis tempat penerbitan, nama penerbit, dan tahun, diakhiri dengan tanda koma;
Apabila tempat penerbitan dan penerbit tidak jelas, maka cukup ditulis bulan dan tahun penerbitan saja di dalam tanda kurung yang diakhiri dengan tanda koma;
Tulis “hal.” Atau “p.” sesuai dengan bahasa jurnal yang diikuti dengan nomor halaman yang dikutip.
Contoh:
¹¹Mukhtaruddin, “Eksistensi Perpustakaan Dalam lembaga Pendidikan,” Adabiya, Volume 15, No.29, (Agustus 2013), hal. 111.
¹²F Zhou, H. C. Guo, Y.S Ho, and C. Z Wu, “Scientometric Analysis of Geostatistics Using Multivariate Methods,” Scientometrics, Vo.73, No.3 (2007), p. 265-279.
7. Footnote Artikel dalam Buku Prosiding
Ketentuan:
Nama pengarang diakhiri dengan tanda koma (,);
Judul artikel atau makalah diapit dengan tanda kutip (“”), diakhiri dengan tanda koma;
Tulisan prosiding diikuti dengan nama konferensi dan nomor konferensinya (pertama, kedua, dan seterusnya jika ada) yang dimiringkan, diakhiri dengan tanda koma,
Tulis ed(s) jika ada, diakhiri dengan tanda koma,
Di dalam kurung tulis tempat penyelenggara konferensi diikuti titik dua (:), nama penyelenggara konferensi, dan tahun konferensi, diakhiri dengan tanda koma;
Tulis “hal.” atau “p.” dan nomor halaman dari makalah tersebut di dalam prosiding.
Contoh:
¹³S. P. Neuman, “Adjoint-State Finite Element Equations for Parameter Estimation”, Proceedings of Third International Conference on Finite Elements in Water Resources, eds: Wang, S. Y. et al, (Mississipi: University of Mississippi, 1980), p. 189-215.
8. Footnote dari Jurnal Elektronik (e-Journal)
Ketentuan:
Nama pengarang ditulis lengkap seperti yang tertulis pada jurnal, diakhiri dengan tanda koma (,);
Judul tulisan atau artikel diapit dengan tanda kutip (“”), diakhiri dengan tanda koma;
Nama jurnal ditulis miring;
Diikuti volume, nomor, dan tahun di dalam kurung, diakhiri tanda koma;
Tulis ID artikel (jika ada) diikuti dengan alamat URL yang ditulis lengkap diakhiri tanda koma;
Tulis tanggal, bulan, dan tahun kapan diakses yang diakhiri dengan tanda titik.
Contoh:
¹⁴Subanji dan Toto Nusantara, “Karakterisasi Kesalahan Berpikir Siswa Dalam Mengonstruksi Konsep Matematika,” Jurnal Ilmu Pendidikan, Vol. 19, No. 2. (2013) http://journal.um.ac.id/index.php/jip, diakses 7 Juni 2014.
9. Footnote dari Dokumen Resmi Pemerintah
Ketentuan:
Nama lembaga/institusi pemerintah diakhiri dengan tanda koma (,);
Judul dokumen dimiringkan dan semua huruf awal ditulis capital, diakhiri dengan tanda koma;
Di dalam kurung () ditulis nama lokasi lembaga diikuti titik dua (:), dan tahun, diakhiri tanda koma;
Tulis “hal.” Atau “p.” sesuai dengan bahasa dokumen dan diikuti nomor halaman.
Contoh:
¹⁵Kantor Gubernur Aceh, Memorandum of Understanding (MOU) Helsinki, (Banda Aceh: Humas Pemda, 2005), hal. 5.
10. Footnote Bersumber dari Kitab Suci
Ketentuan:
Kata Al-Qur’an atau nama kitab suci ditulis tanpa dimiringkan, diakhiri dengan tanda koma (,);
Jika kitab suci Al-Qur’an, tulis nama surat diakhiri dengan tanda titik dua (:);
Apabila kitab suci lain, cukup ditulis nomor surat dengan angka Arab diakhiri titik dua;
Tulis nomor ayat diakhiri tanda titik (.);
Apabila dalam satu nomor catatan kaki terdapat dua atau lebih kutipan Al-Qur’an, maka setelah nomor ayat pada kutipan pertama diakhiri dengan tanda titik koma (;) sebagai pemisah kemudian diikuti ‘nama surat lain: nomor ayat’;
Catatan kaki untuk kutipan selanjutnya yang tidak diselingi oleh kutipan lain ditulis kata ibid, tanda titik, tanda koma, nomor surat, tanda titik dua, nomor ayat, dan tanda titik;
Jika sudah diselingi sumber lain, kata “Al-Qur’an” ditulis kembali seperti di awal, bukan menulis Op.Cit. Dengan kata lain pada penulisan Kitab Suci tidak digunakan kata Op.cit.
Contoh:
¹⁶Al-Qur’an, Al-Baqarah: 56.
¹⁷Ibid., Surat An-nisa: 12
¹⁸Bible, 13: 3-6.
¹⁹Al-Qur’an, Ali Imran: 34; Ibrahim: 12.
Demikian ulasan mengenai deretan contoh format penulisan footnote yang sesuai kaidah bahasa Indonesia. Semua catatan kaki lazimnya ditulis dengan nomor kutipan di awal, sebagaimana terlihat pada contoh-contoh di atas. (Nida)
Baca juga: Cara Menulis Sumber dari Internet dengan Tepat
