Konten dari Pengguna

10 Contoh Sifat Kimia, Pengertian, Ciri-cirinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh sifat kimia. Unsplash/Vedrana Filipović.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh sifat kimia. Unsplash/Vedrana Filipović.

Dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), mempelajari tentang contoh sifat kimia, penting untuk mengklasifikasikan senyawa dan memisahkan suatu zat dari zat lainnya. Mengutip dari laman chemistrylearner.com, sifat kimia adalah ciri suatu zat yang mengalami perubahan atau reaksi kimia.

Zat tersebut mengubah komposisinya selama perubahan kimia dan membentuk identitas baru. Misalnya, besi bergabung dengan oksigen dan uap air di atmosfer membentuk besi (III) oksida terhidrasi, suatu zat baru yang dikenal sebagai karat.

Oleh sebab itu, karat merupakan sifat kimia yang unik pada besi. Sifat kimia sendiri tidak dapat ditentukan dengan mengamati atau menyentuh, melainkan harus diubah strukturnya.

Daftar isi

Contoh Sifat Kimia

Ilustrasi contoh sifat kimia. Unsplash/Alex Kondratiev.

Mengutip dari buku IPA KIMIA: - Jilid 1, Lutfi, sifat kimia zat dapat diamati ketika reaksi kimia berlangsung. Sebagai contoh sifat kimia yaitu reaksi antara logam natrium dengan air berlangusng hebat.

Bahkan, natrium sampai meleleh menghasilkan senyawa natrium hidroksida dan gas hidrogen. Kereaktifan natrium terhadap air termasuk sifat kimia dari natrium.

Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang contoh-contoh dari sifat kimia, berikut beberapa penjelasan yang perlu dipahami terlebih dahulu:

Pengertian Sifat Kimia

Berikut adalah pengertian sifat kimia dari dua sumber:

  1. Menurut laman dictionary.com, sifat kimia adalah sifat atau karakteristik suatu zat yang diamati selama reaksi yang mengubah komposisi kimia atau identitas zat tersebut.

  2. Menurut ThoughCo, thoughtco.com, sifat kimia adalah sifat atau perilaku suatu zat yang dapat diamati ketika mengalami perubahan atau reaksi kimia. Sifat kimia terlihat selama atau setelah reaksi karena susunan atom dalam sampel harus diganggu agar sifat tersebut dapat diselidiki.

Sifat Materi Intensif dan Ekstensif

Sifat kimia dan fisika suatu materi bersifat ekstensif atau intensif. Sifat ekstensif termasuk massa dan volume sebanding dengan jumlah materi yang ditimbang, misalnya massa jenis dan warna, tidak dipengaruhi oleh jumlah materi yang ada.

Berikut adalah perbedaan antara keduanya:

  • Sifat intensif materi – Sifat massal, yang berarti sifat fisik lokal suatu sistem yang tidak bergantung pada ukuran atau volume material sistem. Sifat ini tidak bergantung pada jumlah materi yang ada, seperti tekanan dan suhu, misalnya.

  • Sifat ekstensif suatu materi – Sifat yang bergantung pada jumlah materi dalam suatu sampel yang meliputi massa dan volume.

Ciri-Ciri dan Contoh Sifat Kimia

Ciri-ciri sifat kimia yaitu dapat dinilai atau dilihat setelah suatu zat berubah menjadi suatu jenis zat tertentu, antara lain:

  1. Reaktivitas – Kecenderungan materi untuk bergabung secara kimia dengan zat lain dikenal sebagai reaktivitas. Bahan tertentu sangat reaktif, sedangkan bahan lainnya sangat tidak aktif. Kalium, misalnya, sangat reaktif, bahkan dengan adanya air. Sepotong potasium seukuran kacang polong bereaksi secara eksplosif bila dikombinasikan dengan sedikit air.

  2. Toksisitas – Toksisitas mengacu pada sejauh mana suatu unsur kimia atau kombinasi bahan kimia dapat membahayakan suatu organisme.

  3. Bilangan koordinasi – Disebut juga dengan ligancy dari pusat atom dalam molekul ataupun kristal merupakan jumlah atom, molekul, atau ion yang terikat padanya.

  4. Flammability atau sifat mudah terbakar – Kecenderungan suatu bahan untuk terbakar disebut mudah terbakar. Saat materi terbakar, ia bereaksi dengan oksigen dan berubah menjadi berbagai zat. Bahan yang mudah terbakar bisa berupa kayu.

  5. Entalpi pembentukan – Mengacu pada perubahan entalpi saat satu mol senyawa terbentuk dari unsurnya. Perubahan sifat ini mengikuti perubahan satu mol senyawa dari unsur semua zat.

  6. Beracun – Merupakan bahan kimia yang dalam jumlah kecil dapat menimbulkan keracunan pada manusia, seperti pestisida, insektisida, dan herbisida.

  7. Mudah meledak – Terjadi karena adanya interaksi antara zat dengan oksigen di alam, salah satu contohnya yaitu magnesium, natrium, dan hidrogen.

  8. Berkarat atau korosi – Terjadi karena adanya reaksi antara logam dan oksigen di suatu benda. Sifat ini merupakan hasil reaksi oksidasi suatu logam.

  9. Stabilitas kimia atau stabilitas termodinamika – Mengacu pada stabilitas yang terjadi saat sistem kimia berada dalam kondisi energi terendah atau kondisi kesimbangannya sama dengan lingkungannya.

  10. Mudah membusuk – Terjadi karena adanya reaksi kimia yang disebabkan oleh mikroorganisme berupa jamur, ragi, ataupun bakteri.

Contoh Terjadinya Sifat Kimia di Kehidupan Sehari-hari

Sifat kimia sangat mudah terlihat di kehidupan sehari-hari, berikut adalah beberapa contoh terjadinya sifat kimia:

  1. Tembaga dan asam nitrat mengalami perubahan kimia menjadi tembaga nitrat dan gas nitrogen dioksida berwarna coklat.

  2. Selama pembakaran korek api, selulosa dalam korek api dan oksigen dari udara mengalami perubahan kimia membentuk karbon dioksida dan uap air.

  3. Memasak daging merah menyebabkan sejumlah perubahan kimia, termasuk oksidasi zat besi dalam mioglobin yang menghasilkan perubahan warna merah menjadi coklat.

  4. Pisang yang berubah warna menjadi coklat merupakan perubahan kimia berupa terbentuknya zat baru yang lebih gelap (dan kurang enak).

  5. Bensin mempunyai sifat kimia mudah terbakar.

  6. Besi memiliki sifat kimia mudah terkorosi, sedangkan emas dan platinum memiliki sifat kimia tidak mudah terkorosi.

  7. Gas hidrogen memiliki sifat kimia mudah terbakar, sedangkan gas helium memiliki sifat kimia tidak mudah terbakar.

Kegunaan Sifat Kimia

Sifat kimia sangat menarik dipelajari dalam science, karakteristik ini membantu para ilmuwan mengklasifikasikan sampel, mengidentifikasi bahan yang tidak diketahui, dan memurnikan zat.

Dengan mengetahui sifat-sifat kimia akan membantu ahli kimia dalam membuat prediksi tentang. jenis reaksi yang diharapkan.

Karena sifat-sifat kimia tidak mudah terlihat, maka sifat-sifat tersebut dicantumkan dalam label wadah bahan kimia. Label bahaya berdasarkan sifat kimia harus ditempelkan pada wadah, sementara dokumentasi lengkap harus disimpan untuk memudahkan referensi.

Perbedaan Sifat Kimia dan Sifat Fisika

Ilustrasi contoh sifat kimia. Unsplash/Louis Reed.

Bila sifat kimia adalah sifat suatu zat yang berhubungan dengan kemampuan suatu zat untuk bereaksi menjadi zat lain, maka sifat fisika justru sebaliknya. Sifat fisika adalah sifat suatu zat yang tidak berhubungan dengan perubahan komposisi kimianya.

Contoh umum sifat fisika meliputi massa jenis, warna, kekerasan, titik leleh dan titik didih, serta konduktivitas listrik. Sifat fisika dapat diamati tanpa mengubah keadaan fisik materi tersebut, seperti massa jenis dan warna.

Sifat fisika lainnya, seperti suhu leleh besi atau suhu beku air, hanya dapat diamati jika materi mengalami perubahan fisika.

Perubahan fisika sendiri adalah perubahan wujud atau sifat suatu zat tanpa disertai perubahan komposisi kimianya (identitas zat yang terkandung dalam zat tersebut).

Contoh lain sifat fisika yang dapat diamati seperti lilin meleleh, gula larut dalam kopi, dan uap mengembun menjadi air. Label keamanan anti pencurian juga termasuk sifat fisika yaitu magnetisasi dan demagtisasi logam.

Pada masing-masing contoh tersebut, terjadi perubahan wujud fisik, bentuk, atau sifat suatu zat, tetapi tidak terjadi perubahan komposisi kimianya. Suatu sifat fisika dapat diamati tanpa mengubah sifat kimia suatu sampel.

Contoh Sifat Fisika

Berbeda dengan sifat kimia yang mana karakteristiknya tidak bisa diamati secara langsung, contoh sifat kimia meliputi massa, volume, kepadatan, warna, suhu, titik lebur, titik didih, daya pemantulan, elastisitas, kilau, permeabilitas, keuletan, tekanan, viskositas, kekuatan, kelarutan, muatan listrik, kegelapan, dan kekerasan.

Kesimpulan dari Contoh Sifat Kimia dan Sifat Fisika

Meskipun banyak unsur berbeda dalam sifat kimia dan fisika pada suatu materi, beberapa unsur memiliki sifat serupa. Ini dapat diidentifikasi melalui serangkaian elemen yang menunjukkan perilaku umum.

Misalnya, banyak unsur lain merupakan penghantar yang buruk, sifat-sifat ini dapat digunakan untuk mengurutkan unsur ke dalam tiga kelas, yaitu logam (unsur yang memiliki sifat konduktor yang baik), nonlogam (elemen yang memiliki sifat konduktor yang buruk), dan metaloid (elemen yang memiliki sifat yang sama dengan logam dan nonlogam).

Oleh sebab itu, saat mempelajari tentang sifat kimia dan sifat fisika sangat dibutuhkan tabel periodik. Tabel periodik adalah tabel unsur-unsur yang menempatkan suatu unsur memiliki sifat serupa berdekatan.

Demikian penjabaran tentang contoh sifat kimia, lengkap dengan pengertian, ciri-ciri, hingga perbedaannya dengan sifat fisika. Para ilmuwan perlu memahami sifat-sifat materi karena materi tersusun dari materi.

Padat, cair, dan gas adalah tiga fase utama materi. Bergantung pada ciri fisiknya, sebagian besar materi akan ada di salah satu keadaan ini. Lebih khusus lagi, para ilmuwan menangani berbagai macam material.

Baca juga: Bunyi Hukum Proust, Contoh Soal, dan Penjelasannya