10 Contoh Sikap Berpikir Global, Bertindak Lokal

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

'Berpikir global, bertindak lokal' merupakan salah satu sikap untuk menghadapi globalisasi. Globalisasi adalah fenomena yang memungkinkan seluruh orang dunia terkoneksi atau terhubung.
Globalisasi hadir karena adanya pengaruh dari berkembangnya teknologi informasi serta ilmu pengetahuan. Sebagai suatu fenomena, tentu globalisasi memiliki dampak baik dan buruk bagi kehidupan kita.
Untuk dapat memanfaatkan globalisasi dan terhindar dari dampak buruknya, kita memerlukan sikap bijaksana untuk menghadapi hal ini.
Salah satu cara menghadapi globalisasi dengan baik, yaitu dengan memiliki sikap yang 'berpikir global, bertindak lokal'.
Apa yang Dimaksud dengan Berpikir Global, Bertindak Lokal?
Melansir dari modul pembelajaran Globalisasi dan Cinta Tanah Air Berpikir yang disusun oleh Sa'dillah S.Pd, 'berpikir global, bertindak lokal' adalah suatu sikap yang memungkinkan kita dapat membuka pikiran untuk mengenal dan mengikuti perkembangan dunia, tetapi tetap bertindak menurut budaya sendiri.
Iin Purnamasari dalam jurnalnya yang berjudul Pendekatan Thinking Globally Acting Locally dalam Pembelajaran Tematik Integratif menyebutkan bahwa 'berpikir global, bertindak lokal' adalah suatu pemikiran yang memandang secara luas mengenai masalah-masalah mendunia.
Masalah yang dimaksud di sini adalah masalah yang sudah umum telah terjadi atau sedang terjadi, masalah atau hal yang semua orang sudah ketahui (konteks berpikir global) dan berusaha menanggapi permasalahan atau informasi-informasi umum tersebut dengan cara sendiri dan bertindak secara lokal.
Mengapa Kita Perlu Bersikap 'Berpikir Global, Bertindak Lokal'?
Mengutip pernyataan Dadang Hawari dalam Psikologi Perkembangan Anak karya Yusuf Syamsu yang menyebutkan bahwa perubahan-perubahan yang serba cepat sebagai konsekuensi globalisasi, modernisasi, industrialisasi, dan IPTEK telah mengakibatkan pada perubahan nilai-nilai sosial dan budaya.
Beberapa perubahan yang dimaksud, yaitu perubahan nilai moral, etika, kaidah agama dan pendidikan anak di rumah, pergaulan, dan perkawinan.
Menurut Dadang Hawari dalam buku yang sama, perubahan ini terjadi akibat globalisasi yang membuat masyarakat terjadi pergeseran pola hidup yang bercorak social-religious ke pola individual matrealistis dan sekuler.
Namun, tak dapat dipungkiri bahwa globalisasi juga memberikan sejumlah manfaat untuk kehidupan. Oleh karena itu, jangan langsung memutuskan untuk meninggalkan atau menghindari era globalisasi.
Untuk itu, kita perlu melakukan sikap yang bijaksana dalam menanggapi globalisasi. Salah satunya, yaitu dengan berpikir global, bertindak lokal.
Contoh Sikap 'Berpikir Global, Bertindak Lokal'
Untuk lebih mudah memahami 'berpikir global, bertindak lokal', berikut beberapa contoh sikap yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengimplementasikan nilai-nilai dalam Pancasila
Memiliki sikap nasionalisme atau cinta tanah air.
Tidak mengikuti budaya luar negeri yang bertentangan dengan nilai Pancasila.
Menggunakan produk atau brand lokal.
Mendukung usaha-usaha lokal seperti UMKM.
Memasarkan atau mempromosikan tradisi atau budaya Indonesia di kancah internasional.
Menyaring infomasi, nilai atau budaya dari luar negeri.
Bijaksana dalam menggunakan internet.
Melestarikan kebudayaan dan tradisi.
Memanfaatkan teknologi dan informasi dengan baik.
(SAI)
