10 Manfaat Puasa bagi Ibu Hamil Muda beserta Cara Melaksanakannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibu hamil memiliki kelonggaran hukum untuk tidak berpuasa selama kehamilan atas dasar alasan kesehatan. Banyak ibu hamil yang melaksanakan puasa karena terdapat berbagai manfaat puasa bagi ibu hamil muda baik secara fisik maupun spiritual.
Agama Islam yang menganjurkan puasa memiliki aturan untuk memastikan wanita berpuasa dengan aman selama kehamilan dan menyusui.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Kriteria Keringanan Puasa bagi Ibu Hamil
Ibu hamil merupakan salah satu orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak melaksanakan puasa. Keringanan ini disebut dengan uzur syar'i.
Ibu diperbolehkan menunda qadha puasanya sampai ia melahirkan dan menyusuinya selesai tanpa dikenai hukuman kafarah fidyah. Jika ibu meninggalkan puasanya karena kekhawatiran atas keselamatan anaknya, maka harus mengqadha puasa dan membayar fidyah.
Hal ini seperti pendapat Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu yang menyebutkan bahwa ibu hamil atau menyusui yang tidak berpuasa karena khawatir atas fisik bayinya, bukan dirinya, maka dia wajib mengqadha dan fidyah.
Manfaat Puasa bagi Ibu Hamil Muda
Puasa adalah suatu kegiatan untuk menahan makan dan minum selama jangka waktu tertentu. Kegiatan berpuasa dipraktikkan oleh banyak orang dari berbagai umur, kalangan dan agama. Inilah 10 manfaat puasa bagi ibu hamil muda beserta cara melaksanakannya.
1. Menurunkan Risiko Diabetes Gestasional
Puasa yang dijalankan oleh ibu hamil dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh bila dilakukan dengan cara yang tepat. Salah satu manfaat puasa saat hamil muda adalah dapat menurunkan risiko diabetes gestasional.
Diabetes gestational adalah penyakit diabetes yang terjadi selama kehamilan. Penyakit ini dapat disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang selama periode kehamilan terjadi.
Hormon estrogen, hPL (human placental lactogen), Growth hormon dan kortisol yang meningkat saat hamil dapat menghambat kerja hormon insulin. Hal ini mengakibatkan resistensi insulin karena tubuh kesulitan mengelola gula darah.
Penyakit ini dapat diantisipasi dengan cara merubah pola makan atau berpuasa. Puasa dapat membuat hormon insulin menjadi lebih sensitif sehingga kadar gula darah dalam tubuh lebih terkontrol.
2. Menjaga Berat Badan Ideal
Manfaat puasa untuk ibu hamil yang kedua adalah dapat menjaga berat badan ideal. Berat badan ideal saat hamil dapat bermanfaat untuk mencegah kelahiran premature, keguguran serta cacat saat lahir.
Puasa dapat mengontrol konsumsi makanan bagi ibu hamil menjadi lebih teratur apabila dilakukan dengan tepat. Konsumsi makanan yang tepat pada ibu hamil dapat menurukan kemungkinan obesitas serta kurang gizi saat hamil yang dapat berbahaya bagi ibu dan bayi.
3. Memelihara Kesehatan Jantung
Puasa memiliki manfaat dalam memelihara kesehatan jantung karena dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah secara signifikan. Kadar kolesterol jahat di dalam darah yang menurun dapat membantu kerja jantung dalam memompa darah keseluruh tubuh.
Puasa saat hamil bisa membantu mengurangi risiko terjadinya masalah jantung. Kegiatan ini dapat memperbaiki metabolisme tubuh, menjaga kadar kolesterol tetap stabil, dan mencegah tekanan darah tinggi.
4. Membantu Proses Detoksifikasi
Manfaat puasa bagi ibu hamil muda yang keempat adalah membantu proses detoksifikasi. Proses metabolisme dapat membuang sisa-sisa kotoran di dalam tubuh saat tidak mendapatkan asupan makanan dalam kurun waktu tertentu.
Proses detoksifikasi dapat menjaga kesehatan tubuh ibu hamil karena sisa-sisa metabolisme yang tidak diperlukan dapat diproses dan dikeluar. Proses pengeluaran ini dapat membantu organ vital bekerja lebih optimal.
5. Menjaga Konsentrasi
Manfaat kelima adalah dapat menjaga konsentrasi. Puasa dapat meningkatkan regenerasi serta perkembangan sel-sel di dalam otak. Puasa juga turut mengoptimalkan produksi hormon endorfin di dalam tubuh yang memicu perasaan bahagia.
Konsentrasi yang baik saat kehamilan dapat mecegah gejala pregnancy brain. Gelaja ini dapat berupa merasa susah konsentrasi, mudah lupa, dan sering melamun.
Meski bukan termasuk penyakit atau kelainan medis Pregnancy brain dapat menghambat kegiatran sehari-hari. Diperkirakan sekitar 5–8 dari 10 ibu hamil mengalami kondisi ini.
6. Terhindar dari Morning Sickness
Morning Sickness adalah gejala mual hingga muntah yang dapat terjadi pada ibu hamil pada pagi hari. Gejala ini terjadi karena adanya peningkatan asam lambung di pagi hari. Peningkatan asam lambung ini menyebabkan ibu merasa ingin muntah.
Ibu hamil akan cenderung mengonsumsi makanan secara teratur saat menjalankan puasa. Ibu hamil akan makan secukupnya sehingga dapat terhindar dari morning sickness.
7. Membantu Pembakaran Lemak Tubuh dan Mencegah Kolesterol Tinggi
Manfaat puasa bagi ibu hamil selanjutnya adalah mampu membakar lemak yang tidak berguna di dalam tubuh. Lemak yang berlebihan akan memberikan dampak buruk, seperti obesitas dan kolesterol yang tinggi.
Obesitas pada ibu hamil dapat menghambat proses kelahiran. Kolesterol tinggi merupakan salah satu pintu masuk bagi berbagai macam penyakit kronis.
Penyakit kronis yang disebabkan oleh kolesterol tinggi antara lain jantung koroner, diabetes, serta hipertensi. Penyakit ini dapat mengganggu kesehatan janin dalam kandungan.
8. Mendapatkan Ketenangan Hati
Ibu hamil muda biasanya mudah mengalami perubahan suasana hati atau cenderung lebih sensitif. Kondisi ini terjadi karena perubahan kadar hormon dan rasa lelah berlebih selama kehamilan. Perubahan emosi saat hamil dapat diringankan melalui puasa.
Kegiatan puasa dapat mendatangkan ketenangan hati dengan cara mendekatkan diri kepada Allah. Ibu hamil bisa menjalani banyak ibadah secara bersamaan, seperti salat Tarawih, tadarus Al-Qur'an, dan bersedekah untuk meningkatkan ketenangan rohani.
9. Mengurangi Peradangan dalam Tubuh
Proses peradangan merupakan sebuah reaksi saat sistem imun sedang melawan infeksi di dalam tubuh. Peradangan yang terus berlanjut akan berujung pada penyakit lain dan juga membuat merasa tidak nyaman.
Puasa dapat mengurangi peradangan dan mempercepat proses inflamasi tubuh. Proses ini mampu mencegah tubuh terkena infeksi secara alami.
10. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Puasa dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh karena sel-sel dalam organ tubuh melakukan proses regenerasi. Sel-sel getah bening akan membaik 10 kali lipat saat seseorang berpuasa.
Kekebalan tubuh yang kuat sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Kekebalan tubuh ini berperan penting saat terjadi infeksi bakteri dan virus.
Tip Cara Melaksanakan Puasa bagi Ibu Hamil Muda
Ada beberapa tip yang dapat dilakukan oleh ibu saat puasa. Berikut adalah tips menghadapi puasa bagi ibu hamil muda.
Memperbanyak makanan kaya vitamin dan mineral, seperti zat besi dan kalsium.
Mengkonsumsi makanan berenergi pelepasan lambat, seperti pasta gandum utuh, sereal berbahan dasar oat atau dedak, kacang-kacangan, kacang-kacangan tanpa garam, dan roti gandum.
Mengkonsumsi makanan kaya protein, seperti daging, kacang-kacangan, dan telur.
Memperbanyak makanan berserat tinggi saat berbuka puasa, seperti biji-bijian, buah, sayur mayur, dan kacang-kacangan untuk mencegah sembelit.
Pastikan untuk minum banyak cairan saat sahur dan berbuka untuk mengurangi risiko dehidrasi.
Mengonsumsi asam folat dan suplemen vitamin D.
Menghindari kafein karena dapat merasa lebih dehidrasi. Penting untuk membatasi asupan kafein selama kehamilan.
Menghindari makanan asam atau berminyak yang bisa menyebabkan mulas.
Waspadai tanda-tanda dehidrasi seperti urine berwarna gelap, pusing atau lemas, dan sakit kepala.
Makan perlahan saat berbuka. Mulailah dengan makanan ringan seperti sup, makanan yang mengandung gula alami seperti buah-buahan dan minuman susu juga merupakan pilihan yang baik, karena akan memberi energi yang sangat dibutuhkan .
Setelah berbuka puasa, pilihlah makanan yang memberi keseimbangan yang sehat. Makanan tersebut dapat berupa karbohidrat, buah-buahan dan sayur-sayuran, susu dan protein seperti daging, ikan, telur atau kacang-kacangan.
Pilihlah karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian serta makanan berserat tinggi, seperti kacang-kacangan dan buah-buahan kering.
Hindari makanan olahan yang tinggi lemak, lebih baik pilihlah makanan yang lebih sehat seperti kentang atau buncis.
Makanlah sedikit dan sering saat berbuka.
Pastikan untuk minum banyak cairan seperti air rendah gula, dan minuman bebas kafein untuk membantu tetap terhidrasi dengan baik.
Usahakan untuk tidak mengonsumsi banyak makanan manis yang akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Gula darah mungkin turun dengan cepat, yang membuat terasa lemas dan pusing.
Mintalah bidan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan umum sebelum mulai berpuasa. Seorang penasehat keagamaan akan menyarankan ibu mendapat nasihat medis untuk membantu mengambil keputusan.
Pertimbangkan puasa selama satu atau dua hari sebagai langkah uji coba.
Baca juga: Khutbah Ramadhan tentang Hakikat dan Keutamaan Bulan Puasa
Manfaat puasa bagi ibu hamil muda dapat dirasakan secara fisik dan spiritual. Jika ibu merasa tidak enak badan secara umum atau merasa ada sesuatu yang tidak beres, hubungi bidan atau dokter untuk mendapatkan layanan kesehatan. (Fia)
