Konten dari Pengguna

100 Contoh Gurindam dengan Berbagai Tema

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Gurindam, Foto:Unsplash/saham gratis
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Gurindam, Foto:Unsplash/saham gratis

Gurindam merupakan salah satu karya sastra lama yang masih sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan moral. Ada berbagai contoh gurindam yang digunakan sebagai sarana untuk mengungkapkan kebenaran atau memberikan nasihat yang berharga.

Struktur gurindam sangat khas, terdiri dari dua baris dalam setiap bait. Baris pertama biasanya berisi tentang suatu perbuatan, tindakan, atau keadaan tertentu, sementara baris kedua memberikan penjelasan mengenai akibat, dampak, atau konsekuensi yang timbul dari perbuatan tersebut.

Dengan struktur yang sederhana namun padat makna, gurindam mampu menyampaikan pesan-pesan moral dengan cara yang singkat tetapi kuat, membuatnya tetap relevan dan dihargai sebagai bagian dari budaya dan tradisi yang kaya.

Daftar isi

Contoh Gurindam Sebagai Karya Sastra

Ilustrasi Contoh Gurindam, Foto:Unsplash/Syd Wachs

Dikutip dari buku Mencerahkan Bakat Menulis karya Sutanto Leo (2017:336), gurindam merupakan salah satu bentuk karya sastra Melayu klasik yang berbentuk puisi.

Gurindam tersusun atas dua baris kalimat dalam setiap baitnya dan memiliki pola rima atau sajak yang serupa, seperti a-a, b-b, dan seterusnya. Berikut merupakan contoh gurindam dengan berbagai tema:

Tema Persahabatan

Teman sejati selamanya di hati,

Susah senang selalu berbagi.

Sahabat yang jujur tiada henti,

Dalam persahabatan itulah inti.

Teman sejati tahu di mana letak,

Kelemahan diri tanpa membuat berderak.

Sahabat yang baik selalu memahami,

Di kala susah dan senang menanti.

Dalam pertemanan jangan ada pura-pura,

Agar ikatan selalu terjaga.

Tema Cinta

Cinta sejati tiada pernah ingkar,

Dalam suka duka tetap bersinar.

Kasih sayang tumbuh dari hati,

Mengikat dua insan sampai mati.

Cinta yang tulus tak akan sirna,

Walau badai menerpa selamanya.

Cinta itu suci dan penuh harapan,

Menjaga hati dari keputusasaan.

Cinta menguatkan hati yang lemah,

Menyatukan dua jiwa yang gelisah.

Tema Kehidupan

Hidup ini seperti roda yang berputar,

Kadang di atas, kadang terkapar.

Dalam hidup haruslah tabah,

Menghadapi cobaan jangan menyerah.

Rezeki tak datang hanya dari usaha,

Doa dan sabar juga pengantarnya.

Kehidupan ibarat sebuah sandiwara,

Pemainnya kita, Tuhan pengarahnya.

Dalam hidup jangan cepat puas,

Karena perjuangan tak pernah lepas.

Tema Kebijaksanaan

Orang bijak tahu kapan bicara,

Diam lebih baik bila tak perlu suara.

Bijaksana itu dalam bersikap,

Menilai setiap tindakan tanpa kilap.

Hati yang bijak selalu tenang,

Tak terpengaruh emosi yang datang.

Kebijaksanaan tumbuh dari pengalaman,

Mengajar kita untuk tetap dalam jalan.

Bijak dalam kata dan perbuatan,

Agar hidup ini penuh berkah dan kelapangan.

Tema Pendidikan

Ilmu itu terang dalam kegelapan,

Menghapus kebodohan dengan pengetahuan.

Menuntut ilmu sepanjang hayat,

Agar hidup menjadi manfaat.

Pendidikan itu jendela dunia,

Membuka wawasan seluas angkasa.

Guru ibarat pelita di malam hari,

Menerangi jalan dengan ilmu yang diberi.

Ilmu pengetahuan harta yang tak ternilai,

Membawa kita ke puncak kemuliaan.

Tema Kesabaran

Sabar itu kunci dalam ujian,

Menunggu waktu dengan keikhlasan.

Kesabaran itu tak berbatas,

Seperti air mengalir tanpa henti hingga batas.

Sabar dalam hati ibarat baja,

Kuat menghadapi segala rintangan nyata.

Sabar adalah tanda kedewasaan,

Menghadapi masalah tanpa kepanikan.

Orang yang sabar selalu menang,

Karena waktu dan kesempatan akan datang.

Tema Kebaikan

Berbuat baik jangan dihitung,

Karena kebaikan itu tanpa ukuran.

Kebaikan ibarat pohon rindang,

Memberi teduh tanpa pandang.

Orang baik selalu dikenang,

Meski telah lama hilang.

Kebaikan kecil pun bermakna besar,

Jika tulus tanpa pamrih yang kasar.

Berbuat baik jangan pilih waktu,

Setiap saat adalah kesempatan untuk membantu.

Tema Kesetiaan

Kesetiaan itu mahal harganya,

Tak dapat dibeli dengan harta dunia.

Setia itu tak mengenal jarak,

Walau jauh, hati tetap tak beranjak.

Dalam setia tak ada kebohongan,

Karena kejujuran adalah pondasi yang dipegang.

Kesetiaan adalah bukti cinta,

Tak goyah meski badai melanda.

Setia sampai akhir adalah janji,

Dalam suka duka tetap bersemayam di hati.

Tema Keluarga

Keluarga adalah tempat berlindung,

Di saat badai menghantam tiada henti.

Keluarga itu seperti pohon yang kokoh,

Akar kuat tak goyah diterpa badai.

Kasih sayang keluarga tak berbatas,

Selalu ada dalam suka dan duka.

Keluarga harmonis itu permata,

Menjadi tempat kembali penuh cinta.

Keluarga adalah anugerah terbesar,

Mengikat kita dalam kasih yang abadi.

Tema Persatuan

Persatuan adalah kekuatan,

Mengalahkan segala perpecahan.

Bersatu kita teguh tak terkalahkan,

Berpisah kita runtuh dan kehilangan.

Dalam persatuan tak ada yang lemah,

Karena bersama kita jadi kuat dan gagah.

Persatuan itu ibarat anyaman,

Kuat bersama, rapuh jika ditinggalkan.

Bersatu dalam tujuan yang sama,

Menggapai cita dalam satu jiwa.

Tema Kejujuran

Kejujuran itu mahal harganya,

Tak ternilai oleh emas permata.

Orang jujur hidup tenang,

Tak tergoyahkan oleh godaan uang.

Kejujuran adalah cermin jiwa,

Memantulkan apa adanya tanpa dusta.

Jujur dalam kata dan perbuatan,

Adalah langkah menuju kebenaran.

Kejujuran adalah kunci kebahagiaan,

Membawa kita pada jalan yang terang.

Tema Rasa Syukur

Syukur itu tanda terima kasih,

Pada nikmat yang diberikan Ilahi.

Orang yang bersyukur selalu bahagia,

Karena melihat segala hal dari sisi ceria.

Rasa syukur menambah rezeki,

Memberikan berkah tanpa henti.

Syukur itu jalan kebahagiaan,

Menerima apa adanya tanpa penyesalan.

Syukuri apa yang dimiliki,

Agar hati selalu merasa cukup dan berseri.

Tema Tanggung Jawab

Tanggung jawab itu amanah,

Harus dijaga dengan penuh istiqamah.

Orang yang bertanggung jawab tak lari,

Dari kewajiban yang telah diembani.

Tanggung jawab adalah bukti dewasa,

Menjalani hidup dengan bijaksana.

Dalam tanggung jawab ada kepercayaan,

Jangan sia-siakan kesempatan yang ada.

Tanggung jawab adalah harga diri,

Menjaga kehormatan sepanjang hari.

Tema Kebersihan

Kebersihan itu cermin diri,

Menjaga kesehatan setiap hari.

Bersih itu indah dipandang,

Membuat hati senang tak tertahan.

Kebersihan adalah sebagian iman,

Menjaga tubuh dan lingkungan aman.

Lingkungan bersih tanda disiplin,

Membawa ketenangan tanpa ancaman.

Kebersihan adalah kunci kesehatan,

Menjaga kita dari segala penyakit datang.

Tema Kedisiplinan

Disiplin itu kunci keberhasilan,

Membawa kita ke puncak kejayaan.

Orang disiplin hidup teratur,

Menggapai cita dengan usaha yang akur.

Disiplin dalam waktu adalah penting,

Menjaga diri dari kemalasan yang genting.

Kedisiplinan membawa ketertiban,

Menjadikan hidup penuh kebahagiaan.

Disiplin itu tanda kematangan,

Dalam berbuat dan bersikap tanpa keraguan.

Tema Keikhlasan

Ikhlas itu tanpa pamrih,

Berbuat baik dengan hati bersih.

Keikhlasan itu anugerah,

Membawa kita pada jalan yang benar.

Ikhlas menerima apa yang ada,

Tanpa mengeluh atau rasa kecewa.

Keikhlasan membawa ketenangan jiwa,

Menjauhkan kita dari amarah dan luka.

Ikhlas itu di dalam hati,

Tak perlu diucap tapi terasa murni.

Tema Keberanian

Berani itu maju ke depan,

Meski rintangan datang menghadang.

Keberanian itu tak gentar,

Menghadapi apapun yang tak terduga.

Orang berani tak kenal takut,

Karena yakin pada apa yang diikuti.

Keberanian membawa kemenangan,

Menggapai impian tanpa keraguan.

Berani itu tandanya kuat,

Menghadapi cobaan dengan semangat.

Tema Kedermawanan

Dermawan itu memberi tanpa syarat,

Membantu orang tanpa pamrih yang berat.

Kedermawanan adalah tanda mulia,

Membawa berkah di setiap masa.

Orang dermawan selalu berbagi,

Dalam suka maupun duka sekali.

Kedermawanan membawa kebahagiaan,

Menolong sesama tanpa perhitungan.

Dermawan itu tak kenal rugi,

Karena hatinya penuh dengan budi.

Tema Kematian

Kematian itu pasti datang,

Tak peduli tua atau muda yang tenang.

Mati itu hanya sekali,

Bersiaplah sebelum ajal menanti.

Kematian tak kenal waktu,

Siapkan diri dengan bekal yang penuh.

Mengingat mati menambah taqwa,

Menghindari dosa yang menggoda.

Kematian itu misteri Tuhan,

Tak seorang pun tahu kapan datangnya.

Tema Keberuntungan

Keberuntungan datang tak terduga,

Bersiaplah menyambutnya dengan suka cita.

Orang yang beruntung tahu cara,

Memanfaatkan peluang tanpa sia-sia.

Keberuntungan tak hanya karena nasib,

Tapi usaha dan doa tanpa henti.

Keberuntungan itu tak selalu nyata,

Terkadang datang dalam bentuk berbeda.

Orang beruntung selalu bersyukur,

Karena tahu semua itu adalah anugerah yang makmur.

Itulah beberapa contoh gurindam dari berbagai tema yang bisa menjadi sumber inspirasi jika ingin menyampaikan pesan atau kesan kepada orang-orang terdekat. (KIKI)

Baca juga: 20 Contoh Majas Paradoks dalam Kalimat