100 Contoh Konjungsi Koordinatif dan Pembahasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konjungsi merupakan kata atau ungkapan yang bermanfaat sebagai penghubung antar kata, klausa, atau kalimat. Salah satu jenis konjungsi adalah konjungsi koordinatif. Contoh konjungsi koordinatif penting untuk dipahami agar dapat menghasilkan teks yang runtut.
Konjungsi terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi antar kalimat, dan konjungsi antar paragraf. Penggunaan konjungsi sendiri selalu berada di tengah kata atau kalimat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Konjungsi Koordinatif dalam Bahasa Indonesia
Mengutip dari buku Bahasa Indonesia Smp Kelas Vii, Drs. Idda Ayu Kusrini, M.Pd., (2002), konjungsi koordinatif digunakan untuk menghubungkan 2 klausa dengan kedudukan yang setara. Lebih jelasnya, konjungsi menghasilkan kalimat majemuk setara.
Terdapat beberapa jenis konjungsi koordinatif, di antaranya konjungsi koordinatif penambahan, pendampingan, pemilihan, perlawanan, dan pertentangan. Beberapa jenis tersebut memiliki kegunaannya masing-masing dalam sebuah kalimat.
100 Contoh Konjungsi Koordinatif
Mempelajari kalimat konjungsi akan membantu pelajar dalam memahami cara penulisan dan berbicara dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Adapun contoh konjungsi koordinatif adalah sebagai berikut:
1. Konjungsi Koordinatif Penambahan
Konjungsi penambahan merupakan pelengkap antara kata, frasa, klausa atau kalimat yang satu dengan yang lainnya. Contoh konjungsi koordinatif penambahan adalah “dan”. Berikut contoh kalimatnya:
Riko membeli sayur dan buah di pasar swalayan.
Itu kelinci kecil tapi agresif dan lincah.
Saya suka makan buah dan sayuran.
Rani mengerjakan tugas Kimia dan Matematika dalam dua jam.
Tiara pergi berlibur bersama Ana dan Ani.
Ayu dan Gina sedang berada di restoran Ayah Gina sekarang.
Rina memasak nasi dan sayur di dapur.
Mutia membeli makanan dan minuman di kedai kopi.
Aldo dan Ray sedang mengerjakan tugas kelompok bersama.
Aku dan adik mendapatkan hadiah dari Paman Andre.
Kita harus menjaga diri kita dan orang-orang terdekat dari kejahatan.
Malam ini aku dan Gian akan melakukan dinner di restoran dekat Monas
Ayah berangkat ke kantor dan juga sekaligus mengantar adik ke sekolah.
Aku dan Jonny sama sekali tidak tahu soal masalah tersebut.
Tempat wisata itu tak pernah sepi dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
Indah kini berkuliah dan bekerja di kota Yogyakarta.
Antara kami dan mereka sudah tidak ada pertengkaran lagi.
Roni merantau ke Jakarta dan Doni merantau ke Malaysia.
Setelah lulus kuliah nanti, Winny akan langsung pergi ke Surabaya untuk menetap dan berkuliah di sana.
Heni berkuliah di jurusan seni rupa dan Putra berkuliah di jurusan sinematografi.
2. Konjungsi Koordinatif Pendampingan
Konjungsi memberikan makna pendamping antara kata, frasa, klausa atau kalimat yang satu dengan lainnya. Contoh konjungsi koordinatif pendampingan adalah “serta”. Berikut contoh kalimatnya:
Vena serta Tia mengerjakan tugas kuliah bersama-sama.
Kita harus menjaga kebersihan diri serta kebersihan lingkungan kita.
Andhika serta Vian mendapatkan hukuman dari ibu guru.
Pemburu itu menangkap induk harimau serta anaknya dalam hutan.
Pada tahun ini Indonesia sudah ditimpa musibah tanah longsor serta banjir sebanyak 2 kali.
Aku serta adikku pergi ke sekolah bersama-sama naik sepeda.
Pemburu menembak seekor rusa serta anaknya dalam hutan.
Polisi menemukan dua paket shabu serta alat hisapnya di TKP.
Ayahku merupakan seorang guru serta pedagang buah melon di rumah
Kami serta seluruh jajaran perusahaan turut berduka cita atas kematian beliau.
Di pasar, ibu membeli sayur-sayuran serta beberapa bumbu masakan.
Pak Handoko serta keluarganya tengah berlibur ke pulau Bali.
Pihak perusahaan serta staf jajarannya tengah melakukan rapat di ruang rapat kantor perusahaan tersebut.
Rumah serta isinya dijual dengan harga yang cukup mahal.
Kami serta mereka sepakat untuk tidak mengungkit lagi masalah tersebut.
Ayah tengah mencuci serta memperbaiki mobil miliknya itu.
Para siswa serta para guru tengah melakukan kegiatan upacara pengibaran bendera pagi tadi.
Anni serta keluarganya kini telah pindah ke luar kota.
Pada acara seminar itu, Fahry berperan menjadi seksi acara serta menjadi moderator.
Di toko itu, Diana membeli sepatu serta beberapa potong pakaian baru.
3. Konjungsi Koordinatif Pemilihan
Konjungsi adalah dua unsur gramatikal yang bersifat opsional atau pilihan yang bisa dipilih salah satunya. Contoh konjungsi ini adalah “atau”. Berikut contoh kalimatnya:
Karina masih bingung apakah dia akan berkuliah di luar negeri atau berkuliah di dalam negeri.
Disadari atau tidak, usia kita akan terus bertambah.
Percaya atau tidak, aku tadi melihat sosok misterius di balik pepohonan itu.
Antara percaya atau tidak, dia menyatakan perasaan sukanya kepadaku.
Sate bisa disantap bersama dengan nasi putih atau dengan potongan lontong.
Sosis itu tetap enak rasanya, baik saat disantap langsung ataupun diolah menjadi suatu masakan.
Baik siang atau malam, restoran itu tak pernah sepi dari pengunjung.
Pemesanan tiket konser bisa dilakukan baik secara langsung atau secara daring melalui situs resmi penyedia tiket.
Bubur ayam bisa disantap baik tanpa diaduk atau diaduk terlebih dahulu.
Para peserta seminar bisa memasuki aula gedung serbaguna baik melalui pintu sebelah barat atau pintu sebelah timur.
Aku tidak tahu apakah Joni pulang ke rumahnya atau rumah temannya.
Aku akan pergi ke Bandung hari Senin atau Selasa minggu ini.
Kamu lebih suka es jeruk atau es mangga?
Felicia bingung mau pulang sendiri atau diantar temannya.
Lisa bingung memilih boneka atau parfum sebagai hadiah untuk Rina.
Baik atau buruk seseorang tidak hanya dinilai dari tampilan luar saja.
Fani bingung mau pulang sendiri atau diantar temannya.
Lulus atau tidak diriku akan ditentukan pada sidang skripsi yang akan diselenggarakan besok.
Telur bisa digoreng baik dengan cara diceplok atau didadar.
Ibu tidak tahu Putri memilih sate ayam atau sate kambing untuk dipesan.
4. Konjungsi Koordinatif Perlawanan
Konjungsi ini menyatakan bahwa dua unsur gramatikal yang saling berlawanan satu sama lain. Contoh konjungsi koordinatif perlawanan adalah “tetapi” dan “melainkan”. Berikut contoh kalimatnya:
Vina memang cantik, tetapi kelakuannya membuat orang geleng-geleng kepala.
Aku sebenarnya ingin mengikuti lomba tersebut, tetapi tidak jadi karena satu dan lain hal.
Pak Bani bukanlah ayah dari Andini, melainkan kakak dari ayahnya Andini.
Dia memang anak yang cerdas, tetapi kecerdasannya itu tertutupi oleh sifat malu yang ada pada dirinya.
Pemesanan tiket itu tidak bisa dilakukan secara langsung, melainkan harus dilakukan secara daring melalui situs resmi penyedia tiket.
Sebetulnya, kami kemarin hendak piknik ke pantai Samudra, tetapi tidak jadi karena cuaca yang tidak mendukung.
Kebakaran itu bukan yang pertama terjadi, melainkan sejak beberapa tahun lalu.
Di luar hujan deras, tetapi udara dalam kamarku tetap panas.
Ia sudah dilarang oleh ibunya tetapi masih saja dilakukan.
Andi bukan anak yang nakal melainkan anak yang baik.
Reni sudah membuatnya kecewa tetapi ia tetap memaafkannya.
Kemarin kakak secara tidak sengaja meluapkan emosinya kepada ibu tetapi ia sudah meminta maaf.
Seharusnya pak guru mengajar hari ini, tetapi tidak jadi karena beliau sedang sakit keras.
Maya bukan adik dari Leny, melainkan sepupu dari siswi kelas XII SMA tersebut.
Kevin merupakan anak yang cerdas, tetapi kecerdasannya itu telah dirusak oleh perangainya yang buruk.
Hari ini seharusnya ayah menjemputku pulang, tetapi tidak jadi karena ayah masih ada urusan pekerjaan di kantor.
Hari ini seharusnya aku bersekolah, tetapi tidak jadi karena saat ini aku sedang terbaring sakit di kamarku.
Acara seminar itu mestinya dilaksanakan hari ini, tetapi terpaksa harus diundur karena ada kendala nonteknis.
Kelani bukan anak pertama dari empat bersaudara, melainkan anak kedua dari lima bersaudara.
Sebetulnya, hari ini aku sudah pindah ke luar kota, tetapi tidak jadi karena ada satu dan lain hal.
5. Konjungsi Koordinatif Pertentangan
Konjungsi ini menyatakan bahwa salah satu unsur gramatikal bertentangan dengan unsur gramatikal lainnya. Contoh konjungsi ini adalah “padahal” dan “sedangkan”. Berikut contoh kalimatnya:
Hari ini cuaca sangat panas, padahal hari ini hujan turun sangat deras.
Widya tidak mau masuk sekolah, padahal ibunya telah memberi uang saku yang banyak.
Ayah sedang bekerja di kantor, sedangkan ibu bekerja di kantornya juga.
Dia terlihat begitu riang, padahal sedang mengidap suatu penyakit kronis.
Dia masih saja bertingkah seperti itu, padahal aku sudah menasihatinya berulang kali.
Mereka merupakan anak-anak dari para pejabat negeri ini, sedangkan aku hanyalah anak rakyat jelata.
Dia masih saja menyantap makanan itu, padahal dokter sudah melarangnya untuk mengonsumsi makanan tersebut.
Laras sangat menyukai warna merah muda, sedangkan Maya tidak menyukai warna tersebut.
Film itu ditonton hanya oleh sedikit orang saja, padahal filmnya adalah film yang bagus.
Dia menolak kesempatan kerja dari perusahaan tersebut, padahal menawarkan gaji tinggi kepada dirinya.
Dia begitu asyik bersenang-senang bersama rekannya, sedangkan anak istrinya dia biarkan merana.
Aris merupakan orang asli Semarang, sedangkan Lanu adalah orang Bandung asli.
Budi mendapatkan nilai yang jelek, padahal dia telah belajar dengan sangat rajin.
Putra sangat memercayai ramalan bintang, padahal nasib diatur oleh Tuhan.
Rani sangat mempercayai ramalan bintang padahal nasib sudah diatur oleh Tuhan.
Toni tetap masuk sekolah padahal ia sedang sakit.
Kiki tidak mau memaafkannya padahal ia sudah minta maaf.
Ibu memasak nasi di dapur dan kakak menonton televisi di ruang tamu.
Dia tak kunjung membeli minyak ke warung, padahal aku sudah menyuruhnya untuk membeli barang tersebut.
Restoran itu sepi dari pengunjung, padahal rasa masakan di restoran itu enak.
Baca Juga: 40 Contoh Kalimat Majemuk Rapatan dan Pembahasannya
Contoh konjungsi koordinatif dan pembahasannya di atas sangatlah penting untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, baik dalam bahasa tulis maupun bahasa lisan, karena merupakan bagian mekanisme gramatikal. (LA)
