105 Contoh Majas Personifikasi dan Pengertiannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia sastra dan bahasa, terdapat gaya bahasa yang membuat tulisan menjadi lebih menarik, yaitu majas personifikasi. Dengan menggunakan contoh majas personifikasi, penulis dapat menciptakan suasana yang lebih hidup dan memikat imajinasi pembaca.
Mengutip dari laman umsu.ac.id, majas merupakan salah satu bentuk gaya bahasa yang digunakan dalam kalimat agar semakin hidup dan menarik. Umumnya majas digunakan dalam penulisan karya sastra, baik lisan maupun tulisan dan memiliki beberapa jenis.
Sebagai salah satu jenis majas perbandingan, majas personafikasi memiliki peran penting untuk membuat pembaca seolah-olah merasakan langsung apa yang dirasakan oleh objek yang diberi sifat manusia.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Majas Personifikasi
Mengutip dari buku Bahasa Indonesia Kebidanan, Titis Wahyuni dkk (2021: 177), majas personifikasi adalah bahasa yang menggambarkan binatang, tumbuhan, dan benda-benda mati seakan hidup dan seolah-olah memiliki sifat, perasaan, atau tindakan seperti manusia.
Majas ini sering kita temui dalam karya sastra, puisi, atau bahkan dalam percakapan sehari-hari. Dengan sifat-sifat manusiawi pada benda-benda, majas ini mampu menciptakan gambaran yang lebih hidup, menarik, dan mudah diingat pembaca atau pendengar.
Tujuan penggunaan majas personifikasi sangat beragam. Pertama, majas ini dapat membuat tulisan menjadi lebih menarik dan mudah diingat. Dengan memberikan gambaran yang hidup, pembaca atau pendengar akan lebih terlibat secara emosional dalam teks tersebut.
Kedua, majas personifikasi dapat memperjelas makna yang ingin disampaikan. Dengan memberikan sifat-sifat manusia pada suatu konsep abstrak, penulis dapat membuat konsep tersebut lebih mudah dipahami dan diingat.
Terakhir, majas personifikasi dapat menciptakan suasana tertentu dalam sebuah karya sastra. Misalnya, dengan menggambarkan "ombak menangis di pantai", penulis dapat menciptakan suasana yang sedih dan melankolis.
Ciri-ciri Majas Personifikasi
Ciri-ciri khas majas personifikasi ini membuatnya mudah dikenali dalam sebuah teks. Berikut beberapa ciri-ciri utama majas personifikasi beserta penjelasannya:
1. Penggunaan Sifat Manusia pada Benda Mati
Ciri yang paling menonjol dari majas personifikasi adalah pemberian sifat-sifat manusia pada benda mati. Sifat-sifat ini bisa berupa emosi, tindakan, atau bahkan kemampuan berpikir.
Contohnya, dalam kalimat "Angin berbisik rahasia di telingaku", angin (benda mati) diberikan sifat "berbisik" dan "mengucapkan rahasia" yang merupakan sifat khas manusia.
2. Penggunaan Kata Kerja dengan Tindakan Manusia
Majas personifikasi seringkali menggunakan kata kerja yang menunjukkan tindakan khas manusia. Kata kerja seperti "berjalan", "berbicara", "menangis", "tertawa", dan sebagainya sering digunakan untuk menggambarkan tindakan benda mati.
Contohnya, "Bunga-bunga tersenyum menyambut pagi". Kata kerja "tersenyum" yang merupakan tindakan manusia diberikan pada bunga.
3. Kata Sifat yang Menggambarkan Perasaan Manusia
Selain kata kerja, majas personifikasi juga sering menggunakan kata sifat yang menggambarkan perasaan manusia. Kata sifat seperti "senang", "sedih", "marah", "takut", dan sebagainya digunakan untuk memberikan emosi pada benda mati.
4. Menciptakan Efek Tertentu
Penggunaan majas personifikasi tidak hanya sekedar untuk memperindah kalimat, tetapi juga bertujuan untuk menciptakan efek tertentu pada pembaca atau pendengar.
Misalnya, majas personifikasi dapat digunakan untuk menciptakan suasana yang dramatis, menyentuh, lucu, atau bahkan menakutkan.
Contoh Majas Personifikasi
Penggunaan gaya bahasa dengan majas personifikasi cenderung mudah dan juga sederhana. Dengan begitu, siapapun bisa untuk membuatnya dengan karakteristik “khasnya manusia” terhadap suatu benda mati atau makhluk selain manusia.
Berikut adalah beberapa contoh majas personifikasi secara lengkap sebagai referensi.
Angin berbisik lembut di telingaku.
Angin musim dingin menggigil kedinginan.
Kata-kata itu menusuk hatinya seperti pisau.
Kehidupan bagaikan sebuah buku yang penuh dengan misteri.
Mimpi-mimpi itu terbang bebas seperti burung merpati.
Daun-daun kering berbisik di bawah langkah-langkahku.
Matahari tersenyum cerah di pagi hari.
Bulan menangis di balik awan gelap.
Sungai menyanyikan lagu-lagu airnya yang riang.
Pohon-pohon menari riang diterpa angin.
Cahaya bulan menuntunnya ke jalan yang benar.
Senyumnya menghangatkan hatiku.
Kegelapan menyelimuti jiwanya.
Kata-katanya bagai mutiara yang berharga.
Musik itu menari-nari di telingaku.
Kehidupan bagaikan sebuah lautan yang luas.
Pikirannya melayang ke angkasa.
Kata-katanya membangunkan semangatku.
Ketakutan itu menjadi teman setia dalam kegelapan.
Harapan itu menjadi pelita di tengah kegelapan.
Denting jam menyapa setiap detik yang berlalu.
Kota ini tidur lelap di malam hari.
Hujan menangis di jendela rumahku.
Lautan menggumam dengan gelombang yang tenang.
Langit memeluk bumi dengan pelukan hangat.
Bunga-bunga berbicara dengan angin pagi.
Pagi menyapa dengan senyumannya yang hangat.
Desa itu tertidur dalam keheningan malam.
Matahari terbenam perlahan, menyembunyikan senyum terakhirnya.
Langit senja berbisik tentang kenangan.
Rembulan tertawa riang di malam yang sepi.
Awan-awan berlarian mengejar matahari.
Angin mengajak daun-daun menari di udara.
Bumi berputar dengan penuh semangat.
Matahari pagi melambaikan tangan di horizon.
Laut menari-nari di bawah sinar bulan.
Daun-daun bergumam riang saat diterpa angin.
Bintang-bintang tersenyum menyinari malam yang gelap.
Bunga mawar melepaskan harumnya di pagi hari.
Rembulan menyapa bumi dengan cahaya lembutnya.
Gunung menjulang tinggi dengan penuh kebanggaan.
Sungai menceritakan kisah perjalanan panjangnya.
Hujan menari di atap rumah, menyanyikan lagu kesedihan.
Langit menangis, menurunkan tetes-tetes air mata.
Angin berlari dengan bebas melintasi lembah.
Waktu berlari cepat tanpa menoleh ke belakang.
Kehidupan mengajarkan kita untuk terus berjalan.
Bulan menatapku dengan penuh kasih sayang.
Rembulan mengintip malu-malu dari balik awan.
Malam menyelimuti dunia dengan selimut keheningan.
Awan menggulung dengan penuh rasa penasaran.
Sungai berbisik perlahan, mengingatkan kita pada kenangan.
Angin malam mendekap tubuhku dengan dingin.
Bumi berputar tanpa lelah, memberi kita kesempatan hidup.
Matahari menyapa dengan sinar hangat yang lembut.
Daun-daun mengeluh saat jatuh ke tanah.
Kehidupan berbisik bahwa kita harus terus maju.
Awan mencium bumi, menurunkan hujan yang menyegarkan.
Bintang-bintang berkedip seperti mata yang tertidur.
Bumi merintih karena ulah manusia.
Rasa rindu menggoda hati untuk pulang.
Gunung berseru dengan suara yang menggelegar.
Angin malam menyelimuti kota dengan dingin.
Bunga itu memanggil-manggil, mengundang kupu-kupu.
Hujan menyapa dunia dengan keheningan.
Pagi menatap dunia dengan harapan baru.
Kota itu terbangun dari tidurnya, siap menghadapi hari baru.
Langit marah, menurunkan hujan deras.
Malam menggenggam dunia dalam keheningannya.
Pagi datang dengan senyum cerahnya.
Bunga-bunga itu bergoyang-goyang, menyambut angin yang datang.
Rumput merunduk malu saat langkah kaki menjejaknya.
Gunung menjulang tinggi dengan kebanggaan yang tak tergoyahkan.
Jalanan berbisik pelan tentang perjalanan yang sudah lama.
Dedaunan berpelukan dalam angin yang menyejukkan.
Cahaya matahari pagi menyapa dunia dengan kelembutannya.
Sungai itu berlari dengan cepat, seperti tak sabar mencapai laut.
Langit memeluk bumi dengan kehangatan senja.
Bulan membelai malam dengan sinarnya yang lembut.
Angin berlari kencang, membawa aroma tanah yang basah.
Sungai berbisik lembut, mengajak kita untuk mengikuti alirannya.
Rembulan menari di atas permukaan air.
Bintang-bintang bernyanyi bersama angin malam.
Matahari mengerling dari balik awan, memberi harapan baru.
Pohon-pohon itu saling berbisik dalam keheningan malam.
Awan menggantung rendah, seperti ingin menyentuh bumi.
Gunung itu berbisik dengan suara angin yang menembus celahnya.
Angin malam berbicara dengan rimbunnya daun-daun di pepohonan.
Kabut malam menyelinap masuk di antara pepohonan seperti hantu.
Angin menyapa wajahku dengan kelembutan yang menenangkan.
Jalanan sepi meratapi kepergian sang kekasih.
Kehidupan adalah sebuah perjalanan panjang penuh liku dan tikungan.
Daun-daun gugur berguguran seperti anak-anak yang merindukan ibunya.
Ombak laut berbisik tentang rahasia samudra yang dalam.
Bintang-bintang berkerlap-kerlip bagai mata yang penuh kegembiraan.
Waktu adalah sungai yang terus mengalir. Kita hanyalah perahu yang melintas sebentar.
Hati adalah rumah bagi segala perasaan. Sukacita, duka, cinta, dan benci bersemayam di dalamnya.
Pikiran adalah lautan yang luas. Terkadang tenang, namun bisa juga penuh badai.
Pagi itu datang dengan perlahan, menyelimuti dunia dengan cahaya lembutnya, seakan memberi penghiburan bagi mereka yang baru bangun.
Angin malam berbisik lembut membawa aroma bunga melati yang harum semerbak.
Hujan rintik-rintik menari-nari di atas dedaunan, menciptakan melodi yang menenangkan.
Cahaya matahari menerobos masuk melalui celah jendela, menghangatkan ruangan yang dingin.
Gelombang laut memecah diri di atas karang, menghasilkan suara gemuruh yang mengagumkan.
Cinta itu seperti api yang membakar. Terkadang menghangatkan, terkadang membakar.
Pohon tua yang berdiri kokoh itu bercerita dengan angin, mengisahkan perjalanan hidupnya yang panjang, tentang bagaimana ia tumbuh dan berkembang.
Itulah beberapa contoh majas personifikasi dan pengertiannya sebagai bahan belajar dan menambah wawasan pengetahuan berbahasa. (HEN)
Baca Juga: 100 Contoh Majas Interminus beserta Pengertiannya
