105 Pepatah Melayu Sindiran dan Artinya yang Menusuk Hati

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 10 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pepatah Melayu sindiran dapat menjadi salah satu metode untuk menyampaikan ketidakpuasan atau kebencian secara tidak langsung kepada seorang tertentu.
Menyampaikan rasa jengkel kepada seseorang yang menyebalkan tidaklah mudah. Salah satu cara paling efektif untuk mengekspresikan ketidakpuasan kepada orang lain adalah menggunakan sindiran.
Sindiran sudah menjadi sesuatu yang biasa dalam masyarakat. Ini berfungsi sebagai respon terhadap orang yang telah melewati batas dalam perilaku atau ucapan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Pepatah Melayu Sindiran
Melalui sindiran, pihak yang membaca dapat menyadari kesalahan yang telah dilakukannya. Mengucapkan sindiran juga dapat memberikan rasa lega dan ketenangan.
Berdasarkan buku yang berjudul Nyanyian Rakyat dan Peribahasa Suku Minahasa oleh Sri Diharti , Dian Rachmawati , Asis Kamma (2022:99), peribahasa jenis pepatah merupakan peribahasa yang berisi nasihat atau ajaran dari orang tua atau para leluhur untuk hidup.
Berikut adalah kumpulan pepatah Melayu sindiran yang bisa digunakan untuk melampiaskan kekesalan kepada seseorang.
Bagai ikan pulang ke lubuk.
Artinya: Orang yang pulang ke tempat asal; kehidupan yang senang.
Bagai kaca terhempas ke batu.
Artinya: Sangat sedih atau kecewa.
Bak cendawan tumbuh selepas hujan.
Artinya: Terlalu banyak pada sesuatu masa.
Ada udang di balik batu.
Artinya: Jika seseorang kelihatannya berbuat baik, belum tentu hatinya tulus.
Kerana mulut badan binasa.
Artinya: Mendapat kecelakaan karena perkataannya.
Lintah darat.
Artinya: Peniaga yang mengambil keuntungan yang terlalu tinggi.
Luka di tangan nampak berdarah, luka di hati siapa yang tahu.
Artinya: Hanya diri orang itu saja yang tahu akan penderitaan atau kesedihannya.
Rantai ebsi dimakan bubuk.
Artinya: Cerita yang tidak masuk akal.
Sediakan payung sebelum hujan.
Artinya: Mengantisipasi masalah sebelum masalah tersebut itu terjadi.
Seperti kaca terhempas ke batu.
Artinya: Suatu perasaan hati yang hancur lebur karena mendapat suatu kesulitan atau kesedihan yang amat sangat.
Seperti kain kasa di atas duri.
Artinya: Keadaan atau perkara yang sudah parah, sehingga sulit untuk diselesaikan.
Satu dijentik, sepuluh rebah.
Artinya: Keuntungan (yang halal) yang telah diperoleh sebaiknya jangan disia-siakan.
Melentur buluh biarlah dair rebungnya.
Artinya: Nasihat kepada para orang tua untuk membiasakan kebiasaan baik sedari kecil kepada putra-putrinya.
Seperti ayam termakan rambut.
Artinya: Diibaratkan kepada bunyi napas orang yang sesak, seperti napas orang yang sakit dada atau penyakit bengek (asma).
Anjing ditepuk, menjungkit ekor.
Artinya: Dikiaskan pada orang yang tiada berbudi atau tiada berilmu itu, apabila ia dipuji-puji atau dihormati, niscaya inenjadi sombong dan angkuhlah dia.
Jika tidak angin bertiup, takkan pokok bergoyang.
Artinya: Jika sungguh tidak ada peketjaan yang jahat dilakukan oleh seseorang masakan jadi pembicaraan orang. Jadi tentu ada perbuatan itu, sekalipun kecil.
Angus tiada berapi, karam tiada berair.
Artinya: Dikiaskan pada anak muda yang sedang mabuk percintaan, tiba-tiba percintaan jtu putus, misalnya karena yang dicintainya mati atau diambil orang lain, maka sedihlah ia berkepanjangan.
Seperti api makan sekam.
Artinya: Suatu perbuatan jahat yang disembunyikan, tiada ketara pada orang; kejahatan yang berlaku dengan diam-diam.
Menggantang asap, mengukir langit.
Artinya: Perbuatan yang sia-sia atau angan-angan yang takkan tercapai.
Air besar batu bersibak.
Artinya: Dikiaskan kepada orang yang bersahabat atau, bersanak-saudara, apabila tumbuh perselisihan yang besar, maka cerai-berailah orang-orang itu.
Air diminum terasa duri, nasi dimakan terasa sekam.
Artinya: Sangat sedih, sehingga tidak enak makan dan minum.
Air susu dibalas dengan air tuba.
Artinya: Kebaikan dibalas dengan kejahatan.
Air tuba dibalas dengan air susu.
Artinya: Kejahatan dibalas dengan kebaikan.
Bagai meramas biji cempedak.
Artinya: Menghadapi orang yang pandai berdolak-dalik.
Bagai mestika embun.
Artinya: Mendengar nasihat yang baik.
Bagai murai dicabut ekor.
Artinya: Perempuan yang suka bercakap banyak.
Bakarlah air ambil abunya.
Artinya: Pekerjaan yang sia-sia.
Bakar tak berapi.
Artinya: Cinta tidak dengan sebenarnya; cinta dengan diam-diam.
Bagai melepas anjing terjepit.Artinya:
Artinya: Membantu orang yang tidak tahu cara membalas kebaikan.
Seperti kacang lupa kulit.
Artinya: Orang yang lupa dengan asal usulnya; bersikap sombong dan melupakan orang yang telah menolongnya dalam kesulitan.
Habis manis sepah dibuang.
Artinya: Meninggalkan seseorang yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi.
Musang berbulu ayam.
Artinya: Orang yang berpura-pura baik dan bersikap seperti teman padahal memiliki niat jahat.
Musuh dalam selimut.
Artinya: Orang terdekat yang berkhianat; keluarga atau teman yang diam-diam menusuk dari belakang tanpa dicurigai sama sekali.
Air susu dibalas dengan air tuba.
Artinya: Perbuatan baik yang dibalas dengan kejahatan dan penghianatan.
Ular berkepala dua.
Artinya: Sikap yang tidak memiliki pendirian; orang yang berpura-pura baik, di depan menjadi teman di belakang menjadi lawan.
Menggunting dalam lipatan menohok kawan seiring.
Artinya: Orang yang mencelakakan teman dekatnya untuk mencapai tujuan atau sesuatu yang diinginkan.
Campak bunga berbalas campak tahi.
Artinya: Kebaikan yang dibalas dengan kejahatan.
Layar timpa tiang.
Artinya: Orang yang berkhianat; teman yang berubah menjadi musuh.
Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang.
Artinya: Kasih sayang hanya waktu berhadapan saja, setelah berjauhan lalu dilupakan.
Air beriak tanda tak dalam.
Artinya: Banyak bercakap tanda tiada berilmu.
Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.
Artinya: Anak menurut baka bapanya; sesuatu itu menurut asalnya.
Air diminum terasa duri, nasi dimakan terasa sekam.
Artinya: Sangat sedih sehingga menjejaskan keenakan makan dan minum.
Air pun ada pasang surutnya, takkan pasang selalu dan surut senantiasa.
Artinya: Nasib manusia tidak dapat ditentukan.
Air sama air menjadi satu, sampah ke tepi juga.
Artinya: Jangan ikut campur dalam perselisihan orang bersaudara, apabila mereka berbaik kembali, kita akan tersisih ke tepi.
Air setitik dilautkan, tanah seketul digunungkan.
Artinya: Membesar-besarkan perkara yang kecil.
Air tawar secawan dituangkan ke dalam laut, takkan dapat menghilangkan masinnya.
Artinya: Pertolongan yang sedikit tidak dapat meringankan beban kesengsaraan yang besar.
Air yang tenang, jangan disangka tiada berbuaya.
Artinya: Orang yang diam jangan disangka pengecut.
Akal tak sekali datang, runding tak sekali tiba.
Artinya: Segala sesuatu tidak selesai sekali gus melainkan beransur-ansur.
Akal yang sihat itu ada pada badan yang cergas.
Artinya: Orang yang sihat tubuh badan memiliki fikiran yang baik.
Akan memikul tiada berbahu, akan menjunjung kepala luncung.
Artinya: Tiada berdaya mengerjakan sesuatu pekerjaan, kerana tiada berilmu atau tidak berwang.
Alah bisa kerana biasa.
Artinya: Walaupun sesuatu itu sukar, sekiranya sentiasa dilakukan, sudah pasti akan menjadi biasa dan senang.
Alang-alang berdakwat, biarlah hitam.
Artinya: Membuat sesuatu perkerjaan itu biarlah hingga selesai.
Alang-alang berminyak, biar licin.
Artinya: Kalau mengerjakan sesuatu janganlah sekerat jalan.
Alang-alang mandi, biar basah.
Artinya: Membuat sesuatu perkerjaan itu biarlah hingga selesai.
Alang-alang menyeluk pekasam, biar sampai ke pangkal lengan.
Artinya: Kalau sudah melakukan sesuatu, biarlah pekerjaan itu diselesaikan.
Anak di rumah kelaparan, kera di hutan disusukan.
Artinya: Urusan sendiri ditinggalkan kerana mementingkan urusan orang lain.
Anak sungai lagi berubah, inikan pula hati orang.
Artinya: Pendirian yang tidak tetap.
Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam.
Artinya: Berita-berita yang buruk tak dapat disembunyikan, kelak akan tersiar juga.
Antah berkumpul sama antah, beras bersama beras.
Artinya: Setiap orang lazimnya mencari orang yang sepadan atau setaraf dengannya.
Api itu, tatkala kecil menjadi kawan, apabila besar menjadi lawan.
Artinya: Kejahatan yang sedikit itu hendaklah lekas diperbaiki supaya jangan sampai melarat.
Asal selamat ke seberang, biar bergantung di ekor buaya.
Artinya: Sangat perlu akan pertolongan, betapa pun jua pertolongan itu akan diterimanya.
Asam di darat ikan di laut, bertemu dalam belanga juga.
Artinya: Perempuan dan lelaki, kalau sudah jodoh, bertemu juga akhirnya.
Ayam dikepuk mati kelaparan, itik di air mati kehausan.
Artinya: Sangat menderita kesusahan meskipun bergaji besar (beristerikan atau bersuamikan orang kaya); hidup miskin di negara yang kaya dan makmur.
Ayam ditambat disambar elang, padi di tangan tumbuh lalang.
Artinya: Malang sekali; nasib yang buruk.
Bagaimana acuan begitulah kuihnya.
Artinya: Anak menurut baka bapanya; sesuatu itu menurut asalnya.
Bagaimana contoh begitulah gubahannya.
Artinya: Sesuatu itu menurut asalnya.
Bagaimana rupa begitulah bayangnya.
Artinya: Anak menurut baka bapanya; sesuatu itu menurut asalnya.
Banyak udang banyak garam, banyak orang banyak ragam.
Artinya: Manusia mempunyai sikap yang berbeza antara satu sama lain.
Belayar sambil memapan, merapat sambil belayar.
Artinya: Sesekali melakukan perkerjaan dua tiga maksud tercapai.
Belum disuruh sudah pergi, belum dipanggil sudah datang.
Artinya: Orang yang arif dan rajin.
Beralih kain di balik rumah; beralih cakap di balik lidah.Artinya:
Artinya: Tidak menepati janji.
Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul.
Artinya: Berapa susah kita melihat kesusahan orang lain, terlebih susah juga orang yang menderita kesusahan itu.
Berketak ayam di darat, bersenyap-senyap mutiara di laut.
Artinya: Orang bodoh suka menunjukkan kerja yang dibuatnya, tetapi orang yang bijaksana membuat kerja hanya dengan diam-diam saja.
Berketak ayam, tahu akan bertelur atau tidak.
Artinya: Orang yang bijaksana itu, apabila mendengar orang bercakap, tahu ia benar atau bohong, berilmu atau tidak.
Berkokok di luar gelanggang, bila ke tengah menyusup di bawah kelengkang.
Artinya: Bercakap besar di belakang tetapi bila berhadapan mengaku kalah.
Berkuah sama menghirup, bersambal sama mencolek.
Artinya: Persahabatan yang sangat karib.
Bermata mata kayu, bertelinga telinga kuali.
Artinya: Tiada menaruh perhatian kepada apa yang dilihat dan didengar.
Berniaga buluh kasap, hujung hilang pangkal lesap.
Artinya: Membuat pekerjaan yang sia-sia.
Bertanam tebu dipinggir bibir, rebung berduri di hati.
Artinya: Berkata-kata manis di mulut tetapi di dalam hatinya jahat.
Biduk lalu kiambang bertaut.
Artinya: Orang yang bertelingkah (berkelahi) yang kemudiannya berbaik semula.
Bukit sama didaki, lurah sama dituruni.
Artinya: Perhubungan yang sangat akrab, senang susah bersama.
Burung terbang dipipiskan lada.
Artinya: Mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yg tersedia dilepaskan.
Calak ganti asah, menanti tukang belum datang
Artinya: Menggunakan apa yang ada sementara menunggu yang lebih baik lagi (dipakai untuk sementara waktu sahaja).
Carik-carik bulu ayam, lama-lama bercantum juga.
Artinya: Perselisihan sesama keluarga itu akhirnya akan berbaik kembali.
Cermat masa banyak, jimat masa sedikit.
Artinya: Selalu berhati-hati dalam membelanjakan (menggunakan) sesuatu.
Cubit paha kanan, paha kiri pun merasa juga.
Artinya: Jika seseorang itu menyusahkan kaum keluarganya sendiri maka ia pun akan merasa susah juga.
Dalam laut boleh diduga, dalam hati siapa tahu.
Artinya: Pengetahuan (fikiran) seseorang itu tidak dapat diduga.
Daripada cempedak baiklah nangka, daripada tidak baiklah ada.
Artinya: Sedikit pun cukuplah daripada tiada langsung.
Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah.
Artinya: Lebih baik mati daripada menanggung malu.
Daripada hidup bergelumang tahi, baik mati bertimbun bunga.
Artinya: Lebih baik mati daripada menanggung malu.
Dengarkan cerita burung, anak dipangku dilepaskan.
Artinya: Kerana mendengarkan manis tutur kata orang, pekerjaan sendiri disia-siakan.
Di mana ada kemahuan, di situ ada jalan.
Artinya: Jika kita berhasrat kepada sesuatu, kita pasti akan beroleh cara untuk mendapatkannya.
Di mana api padam, di situlah puntung tercampak; di mana periuk pecah, di situlah tembikar tinggal.
Artinya: Di mana mati di situlah dikuburkan.
Di mana batang terguling, di situ cendawan tumbuh.
Artinya: Di mana timbul perkara di situlah diselesaikan.
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Artinya: Hendaklah menurut adat dan aturan tempat yang kita diami.
Di mana bunga kembang, di situ kumbang banyak.
Artinya: Di mana ada gadis, di situ ada anak-anak muda.
Di mana kayu bengkok, di sanalah musang meniti.
Artinya: Tempat yang tidak dijaga baik-baik, di situlah pencuri datang; siapa lengah akan mendapat bencana; orang yang bodoh mudah kena tipu.
Diam-diam ubi berisi, diam-diam besi berkarat.
Artinya: Pendiam tetapi berfikir atau banyak pengetahuan; bekerja dengan diam-diam.
Diberi sejengkal hendak sehasta, diberi sehasta hendak sedepa.
Artinya: Diberi sedikit, lalu hendak minta lebih banyak.
Didengar ada, dipakai tidak.|
Artinya: Nasihat yang sia-sia.
Digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang.
Artinya: Menghadapi sesuatu masalah yang sangat sulit; dalam keadaan yang serba salah.
Dilambai tak nampak, diseru tak dengar.
Artinya: Tiada mahu mendengar nasihat orang.
Dipujuk dia menangis, ditendang dia tertawa.
Artinya: Kelakuan yang tidak senonoh.
Dipukul lutut sakit, direngkuh siku ngilu.
Artinya: Berada dalam dilema untuk membuat pilihan kerana kedua-dua pilihan yang ada tetap akan mendatangkan masalah.
Disangka panas sampai ke petang, kiranya hujan tengah hari.
Artinya: Disangka akan baik atau mulia selama-lamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa bahaya, sehingga jatuh melarat.
Baca juga: 50 Caption Waisak 2025 yang Menenteramkan Jiwa
Demikianlah kumpulan pepatah Melayu sindiran lengkap dengan arti dan maknanya yang bisa digunakan. Semoga bermanfaat. (Adm)
