Konten dari Pengguna

12 Dampak Negatif Internet bagi Anak dan Remaja

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak negatif internet. Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak negatif internet. Sumber: Unsplash.com

Apa saja dampak negatif Internet bagi anak dan remaja? Ada banyak dampak Internet yang bisa memengaruhi anak dan remaja.

Apabila penggunaan Internet dilakukan dengan bijak dan menjauhi hal-hal buruk, tentunya akan mendatangkan dampak yang positif. Sedangkan, jika Internet digunakan tanpa pengawasan, kesadaran, dan secara sembarang, hal itu berpotensi memberi dampak negatif.

Dampak negatif Internet adalah sesuatu yang bisa merugikan, baik bagi penggunanya atau terhadap orang lain. Efek negatif dari Internet bahkan dapat berlangsung dalam waktu yang lama bila tidak segera dicegah atau diatasi.

Pengertian Internet

Ilustrasi internet. Sumber: Unsplash.com

Berdasarkan buku berjudul Panduan Bijak Belajar Internet untuk Anak yang ditulis oleh Anhar, Internet merupakan jaringan atau sistem pada jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan sistem Global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP). Sistem tersebut merupakan protokol komunikasi packet switching untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.

Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer global yang luas dan besar, yaitu yang menghubungkan pengguna komputer dari satu negara ke negara lain di seluruh dunia. Internet berisi berbagai sumber informasi, mulai dari statis hingga dinamis dan interaktif.

Internet juga disebut dengan interkoneksi-jaringan (singkatan dari Internet). Internet berasal dari kata latin 'inter' yang berarti 'antara'. Jadi, bila digabungkan kata per katanya, bisa diartikan bahwa Internet merupakan jaringan antar atau penghubung.

Apa Dampak Negatif Internet pada Pelajar?

Lalu apa dampak negatif internet pada pelajar, baik itu anak-anak maupun remaja? Berikut adalah uraiannya.

Dampak Negatif Internet bagi Anak

Ilustrasi dampak negatif internet bagi anak. Sumber: Unsplash.com

Berdasarkan artikel Jurnal Edukasia Volume 6 Nomor 2 yang berjudul “Pengaruh Internet Bagi Anak” oleh Aheniwati, dampak negatif atau dampak buruk yang bisa ditimbulkan oleh Internet antara lain:

1. Menimbulkan penyalahgunaan

Dengan kemudahan dan kebebasan yang diberikan Internet, anak-anak bisa saja dengan mudah mengakses situs web. Hal ini dapat menyebabkan anak-anak melihat apa yang seharusnya tidak mereka lihat, contohnya pornografi.

2. Menjadi pendiam

Menghabiskan waktu berjam-jam di Internet bisa membuat anak menjadi kecanduan dan mengubah kepribadiannya. Internet bisa membuat anak lebih senang mengasingkan diri dari lingkungan karena terlalu nyaman berada di dunia maya.

3. Memicu tindak kekerasan atau kejahatan

Pengabaian orang tua dalam mengawasi aktivitas berinternet anak dapat menyebabkan anak membuka dan menonton video atau film khusus untuk orang dewasa, seperti film aksi, kriminal, atau film bergenre mafia. Sehingga, anak-anak bisa terobsesi atau mengikuti kekerasan dalam film tersebut.

Kemudian, ada banyak dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh Internet melalui gawai bagi anak. Menurut Maulida dalam artikel Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan berjudul “Menelisik Pengaruh Penggunaan Aplikasi Gadget Terhadap Perkembangan Psikologis Anak Usia Dini”, tanda-tanda anak yang kecanduan gawai antara lain:

  • Timbulnya rasa malas untuk melakukan aktivitas.

  • Merasa sangat gelisah ketika tidak memainkan ponselnya dan tidak dapat mengakses Internet.

  • Akan selalu menolak atau melawan jika saat bermain gawai dia diganggu.

  • Emosi tidak terkendali dan lebih sensitif terhadap orang lain.

  • Sulit menggunakan waktu dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan gawai dibandingkan dengan orang lain.

  • Sering berbohong karena kecanduan yang berlebihan akan membuat anak akan melakukan segala kemungkinan untuk dapat mengakses Internet meski akan mengganggu tidur dan sekolah.

Dampak Negatif Internet bagi Remaja

Ilustrasi dampak negatif internet bagi remaja. Sumber: Unsplash.com

Sementara, dampak negatif bagi remaja cenderung lebih berbahaya. Menyadur e-Book berjudul Kajian Dampak Penggunaan Media Sosial bagi Anak dan Remaja yang ditulis Endah Triastuti dkk., berikut uraian selengkapnya.

1. Penindasan dunia maya

Jika anak-anak dan remaja menggunakan media sosial tanpa arah, melakukan sesuatu yang menyinggung perasaan orang lain, dan mengonsumsi konten yang tidak ramah anak, mereka berpotensi mengalami gangguan yang menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas daring.

2. Pelecehan

Anak-anak dan remaja berpotensi mengalami pelecehan ketika mereka melakukan aktivitas media sosial yang berlebihan. Hal itu meliputi berbagi informasi secara tidak benar, mengomentari sesuatu secara tidak tepat, hingga ceroboh dalam berteman di media sosial.

3. Pornografi

Konsumsi gim online dan media sosial tanpa pengetahuan yang komprehensif tentang dunia yang mereka masuki dan kurangnya kontrol memadai dari negara dan keluarga berpotensi mengekspos remaja dan anak ke konten pornografi. Hal demikian merupakan salah satu ancaman terbesar bagi anak-anak dan remaja baik online dan offline.

4. Kekerasan

Anak-anak dan remaja cenderung mudah terpengaruh konten kekerasan saat mengonsumsi foto atau video di platform media sosial.

5. Eksploitasi seksual

Media sosial sangat rentan disusupi oleh predator online yang selalu mengincar anak-anak dan remaja untuk dieksploitasi secara seksual.

6. Perilaku menyakiti diri sendiri dan merusak

Meski kasus ini tak muncul di jurnal penelitian sebelumnya, sejumlah anak dan remaja menyadari praktik penghancuran diri oleh anak-anak dan remaja pemilik akun media sosial yang mengekspos praktik ini di media sosial untuk konsumsi publik.

Anak-anak dan remaja juga mulai memiliki pengetahuan bahwa praktik merusak diri di media sosial didorong oleh perasaan ingin mencari sensasi atau perhatian dari publik.

7. Panik/cemas/rendah kepercayaan diri/gagap sosial

Terlalu sering mengonsumsi media sosial dan mempercayai sesuatu yang ada di dalamnya tanpa berusaha untuk bertanya bisa berdampak pada rasa percaya diri seseorang, gagap, perasaan panik dan cemas.

Hal ini muncul dari praktik mengintai/mengamati/menonton anak dan remaja di akun media sosial teman atau orang yang dianggap penting dan sukses.

8. Melakukan/menjadi korban intimidasi

Kurangnya kewaspadaan saat berinteraksi dengan orang lain, meniru sesuatu yang salah dari teman dan keluarga, dan mengunggah konten tanpa mempertimbangkan dampaknya dapat menjadikan seseorang pelaku atau korban perundungan (bullying).

9. Kecanduan media sosial dan game online

Kecanduan atau adiksi rentan dialami oleh anak yang bermain media sosial di berbagai platform termasuk bermain game online. Hal ini dapat terjadi karena mekanisme kontrol yang relatif lemah (dari orang tua ke negara) terhadap aktivitas anak menggunakan media sosial atau bermain. Selain itu karena faktor kurangnya aktivitas alternatif yang tersedia untuk anak dan remaja.

(AMP)

Frequently Asked Question Section

Apa dampak negatif Internet pada anak?

chevron-down

akibat penyalahgunaan Internet anak rentan terekspos pornografi atau situs lain, mengasingkan diri dari lingkungan karena terlalu nyaman berada di dunia maya, hingga memicu tindak kekerasan atau kejahatan.

Apa dampak negatif Internet pada remaja?

chevron-down

berpotensi mengalami pelecehan dan terekspos dengan konten pornografi, cenderung mudah terpengaruh konten kekerasan, rentan untuk dieksploitasi secara seksual, melakukan atau menjadi korban intimidasi, hingga kecanduan media sosial dan game online.

Apa ciri-ciri anak yang kecanduan gadget?

chevron-down

Timbul rasa malas untuk melakukan aktivitas, merasa sangat gelisah ketika tidak memainkan ponselnya dan tidak dapat mengakses Internet, akan selalu menolak atau melawan jika saat bermain gawai diganggu, hingga emosi tak terkendali dan lebih sensitif terhadap orang lain.