Konten dari Pengguna

120 Pantun Kena Mental 2 Baris sebagai Bentuk Sindiran Halus

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk pantun kena mental 2 baris. Foto: Pexels/Anna Tarazevich
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk pantun kena mental 2 baris. Foto: Pexels/Anna Tarazevich

Pantun kena mental 2 baris kini menjadi bentuk sindiran halus yang ramai digunakan dalam percakapan digital sehari-hari. Singkat namun menohok, pantun ini menyimpan pesan yang cukup tajam tanpa terkesan frontal atau menyerang.

Secara umum, pantun merupakan puisi lama berima yang terdiri atas empat baris. Namun kini, pantun berkembang lebih ringkas menjadi dua baris untuk menyampaikan kritik ringan, candaan, atau hiburan secara cepat (ditsmp.dikdasmen.go.id).

Fenomena ini menunjukkan bahwa kreativitas dalam berbahasa terus berkembang. Pantun di masa sekarang tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sarana hiburan ringan yang menghidupkan suasana dalam berbagai momen santai.

Daftar isi

Pantun Kena Mental 2 Baris

Ilustrasi untuk pantun kena mental 2 baris. Foto: Pexels/Kağan Karatay

Dalam menyusun pantun, setiap individu dituntut berpikir kreatif. Pantun harus berima, sehingga selain menyampaikan pesan, kalimatnya juga indah dan enak didengar. Sebagai referensi, berikut adalah deretan pantun kena mental 2 baris:

Kumpulan Pantun 1: Kehidupan Sehari-hari

  1. Pohon karet di pinggir Masjid Al-Kamil.

    Bilangnya mau diet, kok malah ngemil?

  2. Kayu dipahat, tanah digali.

    Janji sehat, tapi rokok masih dibeli.

  3. Bareng Rahmat beli kenari.

    Katanya hemat, tapi shopping tiap hari.

  4. Burung belibis tak punya gigi.

    Uangnya habis, malah nyalahin nasib lagi.

  5. Naik kopaja bodinya baret.

    Ngomong soal kerja, kok masih ngaret?

  6. Meminta akses karena malas.

    Lihat temen sukses, malah nyinyir ga jelas.

  7. Membaca koran sambil makan ikan.

    Mau ngasih saran, tapi hidup sendiri berantakan.

  8. Beli permata besoknya disita.

    Suka pamer harta, tapi hidupnya menderita.

  9. Bersama Mutia mencari cangkang.

    Katanya setia, tapi selingkuh di belakang.

  10. Ke Pasanggrahan pakai mobil Nissan.

    Janji bertahan, malah cari-cari alasan.

  11. Mencari sabuk berwarna nilam.

    Ngaku sibuk, tapi main TikTok tiap malam.

  12. Main skuter, menabrak gagak.

    Ngaku pinter, tapi tugas ngerjainnya enggak.

  13. Urat varises bentuknya miring.

    Bilangnya sukses, tapi rekening kering.

  14. Di puncak tiang angin menerjang.

    Punya waktu luang, malah tidur panjang

  15. Memotong tomat pakai pisau di meja.

    Ngomong bisa hemat, setiap minggu belanja

  16. Dia bertanya dengan isyarat tangan.

    Kapan kerjanya, yang nungguin kebingungan.

  17. Pakai pupuk, tanah terurus.

    Tugas numpuk, tidur terus.

  18. Rusak printer tertimpa palu.

    Bilangnya pinter, tapi nyontek melulu.

  19. Kapur barus bentuknya lurus.

    Kerja terus, gaji tetap kurus.

  20. Ada batang di dahan tinggi.

    Ditagih utang, malah pergi.

Kumpulan Pantun 2: Percintaan

  1. Campur cuka bersama lada.

    Dikira suka, padahal bercanda.

  2. Banyak tingkah di dalam goa.

    Bilang mau nikah, tapi modalnya doa.

  3. Pohon mengkudu punya Nadia.

    Bilang rindu, update sama dia.

  4. Asap halus keluar dari cerutu.

    Cinta itu tulus, katanya sih begitu.

  5. Ngajak mabar di hari Kamis.

    Tanya kabar aja udah kayak ngemis.

  6. Layang-layang menimpa ilalang.

    Bilangnya sayang, malah sering hilang

  7. Rumus tangen menghitung bintang.

    Percuma kangen, tapi gak datang.

  8. Ke Balikpapan beli bandana.

    Ngomong masa depan, ga ada rencana.

  9. Geraka kayang membuat sakit paha.

    Ngomong sayang, nggak ada usaha.

  10. Salam hormat, bapak/ibu guru.

    Katanya bodo amat, kok cemburu?

  11. Dari Cianjur membawa kura-kura.

    Ngaku jujur, tapi hatinya pura-pura.

  12. Satu keluarga dua anting.

    Cakep doang, tukang ghosting.

  13. Pergi ke pasar membeli kelapa.

    Katanya cinta, matanya ke siapa?

  14. Putih kumis tanda menjadi tua.

    Senyumnya manis, hatinya mendua.

  15. Dapat kismis hasil minta.

    Janji manis, ujungnya dusta.

  16. Nostalgia memelihara katak.

    Ngaku bahagia, nyatanya retak.

  17. Lutut luka, jatuh dari pohon mangga.

    Katanya suka, tapi lihat yang lain juga.

  18. Makan samyang dalam kemasan.

    Bilang sayang, hilang tanpa alasan.

  19. Pemotong bawang bunyinya berisik.

    Ganteng doang, tapi gak asik.

  20. Beli micin satu botol.

    Cukup bucin, jangan bulol.

Kumpulan Pantun 3: Media Sosial

  1. Ikan nila gak punya gigi.

    Emang rela dighosting lagi?

  2. Di pom bensin ada keran.

    Masih kecil kok pacaran?

  3. Tong kosong nyaring bunyinya.

    Mental kosong banyak maunya.

  4. Bawa snakers ke tepi bukit.

    Banyak followers, tapi teman cuma sedikit.

  5. Ada ulat di baju Bili.

    Banyak yang lihat, gak ada yang peduli.

  6. Satu titik, koma dua.

    Kamu cantik, efek semua.

  7. Paman Odet membawa talas.

    Story diupdate, pesan tak dibalas.

  8. Menang lomba teriak hore.

    Fotonya kece, diajak jalan kere.

  9. Makan anggur tak ada remah.

    Dibilang nganggur, padahal kerja di rumah.

  10. Di warung Tegal membeli gulai.

    Dikira gagal, padahal baru mulai.

  11. Air mendidih, masukkan selai.

    Cerita sedih dibilang lebay.

  12. Ke suatu pulau pergi mandi.

    Story galau disangka komedi.

  13. Bawa koper isinya boneka.

    Dibilang caper, padahal cuma terbuka.

  14. Lihat ikan di kolam juragan.

    Artis bukan, balas chat enggan.

  15. Pakai pita warnanya kembar.

    Mau cerita, disuruh sabar.

  16. Tubuh kurus seperti kerang.

    Disangka jenius, padahal ngarang.

  17. Lapis legit ditelan melilit.

    Gaya selangit, ganti profil sulit.

  18. Bapak petani pelihara kelinci.

    Komentar berani, akunnya dikunci.

  19. Kupas buah, tangan berdarah.

    Posenya mewah, disenggol dikit gerah.

  20. Jalan di tempat tersandung granit.

    Bio-nya “introvert,” storynya tiap menit.

Kumpulan Pantun 4: Permainan

  1. Merajut benang di depan teras.

    Kalau belum menang, jangan sok keras.

  2. Mampir sebentar beli bubur.

    Hampir rata kok kabur.

  3. Beli ban di samping toko beras.

    Kalau beban, gak usah sok keras

  4. Jeruk nipis campur bakwan.

    Mental tipis, ngajak by one.

  5. Pergi ke warung membeli kapas.

    Kirain jago, ternyata ampas.

  6. Tertimpa galah di tepi jalan.

    Baru kalah, langsung uninstall-an.

  7. Sidang sempro membuat kaget.

    Ngaku pro, malah jadi target.

  8. Beli beras di warung Aji.

    Teriak keras, skill sebiji.

  9. Mobil derek berbagai warna.

    Baru lose streak, drama kemana-mana.

  10. Anak kembar pergi berlari.

    Kalah mabar, unfriend sehari.

  11. Kebun pinus gelap berhantu.

    Mainnya minus, gaya nomer satu.

  12. Mesin kuat milik Pak Gilang.

    Ngaku squad, pas war menghilang.

  13. Tanpa ketumbar rasanya hambar.

    Katanya mabar, pas kalah bubar.

  14. Main HP terlalu lama.

    Belum MVP, sudah banyak drama.

  15. Memakai topi sampai Cikarang.

    Katanya MVP, assist pun jarang.

  16. Karena teledor patahlah gigi.

    Skill kendor, omongan tinggi.

  17. Ada galah di depan mata.

    Main kalah, dibilang beban satu meta.

  18. Sumur digali sedalam tujuh kaki.

    Win streak lima kali, masih dibilang hoki.

  19. Tertimpa ban di pinggir kali.

    Dibilang beban sama yang mati berkali-kali.

  20. Pak Ganjar membeli sikat.

    Baru belajar, dibilang gak bakat.

Kumpulan Pantun 5: Pertemanan

  1. Melihat langit ada awan.

    Disuruh azan nunjuk kawan.

  2. Tari saman di hari spesial saja.

    Ngakunya teman, tapi sedia pas mau aja.

  3. Stroberi mangga apel.

    Sorry gak level.

  4. Dua jilid buku hilang terlilit.

    Ngaku solid, diajak nongkrong sulit.

  5. Suara knalpot bising tak tertahan.

    Ngaku support, temennya sukses kegerahan.

  6. Sabun aman melindungi dari kuman.

    Jadi teman kok pas butuh pinjaman?

  7. Minta maaf, mengirim ketan.

    Niat meet up, bahasannya mantan.

  8. Melihat kuda berdiri di atas batu.

    Bilang selalu ada, tapi gak pernah bantu.

  9. Beli lem keran di toko Pak Agung.

    Suka kasih saran, tapi diri sendiri bingung.

  10. Karena tersambar, perahu pindah haluan.

    Disuruh sabar sama yang pergi duluan.

  11. Jamu kuat dipesan oleh Pak Rian.

    Ngaku kuat, padahal nangis sendirian.

  12. Baju lusuh habis tertutup semut.

    Rupanya musuh dalam selimut.

  13. Karena kalut, tertimpa belati.

    Lain di mulut lain di hati.

  14. Ke taman jalannya mundur.

    Punya teman hobinya tidur.

  15. Sakit lutut terkena paku.

    Sudah kentut, tak mau ngaku.

  16. Temanku Panji pemilik kuda.

    Pandai berjanji, bukti tak ada.

  17. Kacang polong dimakan kuda renggong.

    Dulu ditolong sekarang menggonggong.

  18. Api disulut, kayu dikekang.

    Tulus di mulut, iri di belakang.

  19. Jalan berlima ditemani langit jingga.

    Bilangnya trauma, minta balikan diembat juga.

  20. Kaki lemah, badan gerah.

    Tampang ramah, hati penuh amarah.

Kumpulan Pantun 6: Sarkas

  1. Naik perahu di tengah kali.

    Gayamu keren, otak kosong sekali.

  2. Ada buaya pergi menepi.

    Banyak gaya, prestasi sepi.

  3. Membuat arang, kayu dipalu.

    Tampang garang, dompet pilu.

  4. Bertemu kera, tangannya kasar.

    Banyak bicara, hasil nol besar.

  5. Main gasing di Gang Melati.

    Suka flexing, utang menanti.

  6. Gunung tinggi di pinggir kali.

    Cita-cita tinggi, niat kecil sekali.

  7. Lihat arloji, lupa dibawa.

    Banyak janji, hasilnya tawa.

  8. Baru merintis usaha kos-kosan.

    Gayanya artis, nasib pas-pasan.

  9. Minum jamu dicampur kelapa.

    Banyak mau, usaha lupa.

  10. Digoreng kering ayam bagian paha.

    Dibilang garing, setidaknya usaha.

  11. Melihat potret seperti nostalgia.

    Katanya aneh, yang penting bahagia.

  12. Baju dibawa, timbangan dikira.

    Kau tertawa, aku tetap juara.

  13. Kapur barus bentuknya buntu.

    Hina terus, padahal butuh bantu.

  14. Matador terkena tetanus.

    Sok senior, prestasi minus.

  15. Gula aren, bumbu kemiri.

    Katamu keren, faktanya iri.

  16. Pesan kerang langsung diperam.

    Katamu terang, hidupmu suram.

  17. Di dalam saku ada mutiara.

    Dikatakan kaku, tetap bersuara.

  18. Pergi ke bank, tarik uang makan.

    Suara sumbang tak usah disumbangkan.

  19. Ada tamu diarahkan ke atas.

    Sok berilmu, otak terbatas.

  20. Kayu dipahat, dibentuk berbagai tema.

    Sering curhat, ujungnya drama yang sama.

Itulah deretan contoh pantun kena mental 2 baris sebagai bentuk sindiran halus. Semoga ulasan tersebut bermanfaat dan menginspirasi pembaca untuk terus berkreativitas dengan bahasa sebagai warisan budaya. (NF)

Baca juga: 100 Pantun Lebaran Lucu 2 Baris yang Bikin Suasana Makin Ceria