127 Contoh Kalimat Nomina dan Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalimat merupakan kesatuan bahasa yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan. Kalimat nomina adalah salah satu kalimat yang dipelajari dalam Bahasa Indonesia.
Kalimat nomina dapat berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial serta terdiri atas klausa. Inilah penjelasan dan contoh kalimat nomina dalam bahasa Indonesia.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian dan Contoh Nomina
Nomina adalah salah satu kelas kata dalam bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa. Nomina tidak dapat digabungkan dengan kata tidak. Contoh nomina adalah rumah karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah.
Menurut buku Mengenal Tata Bahasa Indonesia, Jonter Pandapotan Sitorus (2019), nomina bisa disebut juga dengan kata benda. Kata benda mewakili hal atau perihal kebendaan. Kata ini mewakili benda-benda abstrak dan benda-benda konkret.
Ciri-ciri Nomina
Terdapat berbagai ciri nomina. Berikut adalah ciri-ciri nomina menurut buku Master Bahasa Indonesia.
Terbantu dengan kata tanya apa dan siapa
Dapat terbantu dengan menambahkan kata keterangan di depan kata benda.
Tidak dapat didahului dengan kata tidak namun dapat didahului dengan kata bukan.
Memiliki simbol n pada kamus yang mengacu pada arti nomina.
Dapat diberi awalan pe-.
Dapat diberi akhiran -an.
Dapat diberi gabungan pe-an, ke-an dan per-an.
Menduduki fungsi subjek, objek, atau pelengkap dalam kalimat yang memiliki predikat kata kerja.
Dapat diikuti dengan kata sifat baik secara langsung maupun dengan kata penghubung yang.
Jenis Nomina
Terdapat berbagai jenis nomina. Berikut adalah jenis dan contoh nomina menurut buku Pembelajaran Bahasa Indonesia dan Mari Belajar Bahasa Indonesia.
Konkret: buku, meja, bola, kursi, lantai.
Abstrak: cinta, dosa, kasih, sayang.
Bernyawa: ayam, itik, sapi, Abdul, Umar, Nenek, Kakek.
Tak Bernyawa: nama lembaga, hari, waktu, daerah, bahasa.
Terbilang: kantor, rumah, orang, buku.
Tak terbilang: udara, kebersihan, kemanusiaan.
Kolektif: cairan, buah-buahan, asinan, kelompok.
Ukuran: pucuk, batang, genggam, inci.
Dasar: rawat, jual
Turunan: perawatan, jualan
Nomina dari proses nominalisasi: keadilan, kenaikan, pembicara, pemotong.
Nominalisasi dengan si dan sang: si kancil, si gagah, sang raja, sang dewi, si manis.
Nominalisasi dengan yang: yang lari, yang berbaju, yang cantik.
Contoh Kalimat Nomina
Berikut adalah contoh kalimat nomina yang dapat dijadikan referensi.
Ibu membeli buku baru di pameran buku.
Adi membersihkan meja dengan cairan pembersih.
Adik menendang bola dengan teknik terbaik.
Pengusaha mebel membuat kursi yang akan dikirim ke NTT.
Bibi mengepel lantai dengan hati-hati.
Ia merawat kucing itu dengan penuh cinta.
Ayah menyembelih ayam untuk dibagikan kepada tetangga
Itik dipelihara oleh petani sebagai pengusir hama bekicot di sawah.
Mulyadi memelihara sapi perah untuk mendapatkan susu.
Abdul menghadiri pengajian yang dilaksanakan setiap hari Ssabtu pagi.
Umar pergi ke pasar baru bersama nenek dan kakek.
BUMN mengumumkan penerimaan pegaai baru pada hari Senin.
Siswa mengikuti upacara bendera setiap hari senin
Hasim dilahirkan di Desa Suru pada sore hari dengan selamat.
Kabupaten Purbalingga mengadakan berbagai perayaan menjelang libur akhir tahun.
Kantor itu sedang menerima loongan kerja untuk bagian keuangan.
Rumah kumuh menjadi ancaman bagi kesehatan penduduk perkotaan.
Orang tua mendapat dana pensiun yang dibayar setiap tiga bulan.
Udara bersih dapat diupayakan dengan tidak membakar sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Kebersihan menjadi prioritas pemerintah pada saat ini.
Cairan pembersih dapat dibuat menggunakan ekoenzim dari kulit jeruk.
Petani memangkas pucuk pohon agar dapat berbuah lebat.
15 batang kayu digunakan untuk membuat api unggun.
Satu genggam kucai dimasukkan ke dalam air yang telah mendidih.
20 inci pita digunakan untuk membuat hiasan kepala.
Perawatan taman kota dilakukan setiap seminggu sekali.
Masyarakat menuntut keadilan kepada pemerintah.
Kenaikan bahan pangan dikeluhkan pembeli sejak seminggu yang lalu.
Pembicara itu memberi hadiah kepada peserta yang aktif selama seminar berlangsung.
Pemotong rumput digunakan untuk membantu kebersihan stadion.
Si kancil pergi berlari ke tengah hutan untuk mencari makan.
Si gagah berdiri tegap menantang matahari.
Sang raja memberikan penghargaan kepada pemuka agama saat upacara berlangsung.
Sang dewi menyelami sungai Gangga untuk membersihkan diri.
Si manis berjalan menuju barat untuk menemui neneknya.
Pencuri yang lari dari penjara itu dihukum seberat-beratnya.
Pria yang berbaju biru itu adalah kekasihku.
Wanita yang cantik itu pergi ke pekan raya.
Beruang itu menggeram.
Jim dan Juan berlari dengan cepat.
Aku lupa letak kotak makan siang.
Shely makan siang dan membaca buku di luar ruang kelas.
Perpustakaan tutup hari ini.
Meg dan Marco mencari anjing yang hilang ke seluruh desa.
Awan hitam menutup seluruh Bandung sejak dini hari.
Celsi mengunyah permen dengan perlahan.
Maya dan Gary terjatuh dari atas motor.
Kepala pemuda itu terbentur dinding.
Semua orang perlu tenang saat mengambil keputusan.
Joe menunggu kereta.
Kereta datang terlambat karena perbaikan.
Mary dan Samantha naik bus ke Pekalongan.
Huna pergi ke toko bunga.
Terry terlambat datang ke terminal bus.
Mobil itu menerobos lampu merah.
Saya membeli sebuah komputer baru.
Kami pergi ke bioskop setiap malam minggu.
Martha membeli seekor anjing kucil baru.
Busnya terlambat 5 menit dari biasanya.
Kami bermain sepakbola di lapangan belakang sekolah.
Dia sering membaca buku sendirian di pojok belakang.
Mereka berjalan ke taman dengan riang.
Mauri berenang setiap minggu pagi.
Saya makan malam dengan lahap.
Clara belajar cara bermain piano sendirian.
Saya tidak tahu jawabannya.
Anjing dan kucing saya tidur bersama di sofa.
Kucing itu menggeliat setelah bangun tidur.
Jacob berjinjit melihat pertengkaran tetangga dari balik pagar.
Mobil merah itu berbelok di tikungan.
Kelly berputar-putar mencari kuncinya yang hilang.
Dia membuka pintu untuk seorang tamu.
Aran membuat gambar pegunungan Dieng.
Saya minta maaf atas kesalahan yang pernah saya lakukan.
Diana menari di ruang tengah.
Sarah dan Ira pergi ke toko.
Jenny dan aku membuka semua hadiah.
Kucing dan anjing itu makan tulang ayam.
Saya dan orang tua saya pergi ke bioskop pekan depan.
Nyonya Juan dan Tuan Smith menari dengan anggun.
Samantha, Elizabeth, dan Joan menjadi panitia perpisahan siswa.
Kertas dan pensil tergeletak begitu saja di atas meja.
Misha berjalan dan melihat sekeliling.
Ibu bingung menentukan menu makan malam.
Dia sedang makan dan berbicara.
Penjahit membuat seragam untuk hari senin.
Simi tidak masuk sekolah karena sakit hati.
Tangga darurat tidak bisa digunakan karena terendam banjir.
Bau busuk itu berasal dari dapur.
Kumpulan asap itu membuat banyak pengendara merasa sesak nafas.
Kebakaran terjadi pada gudang di utara perkebunan.
Jerapah makan daun di pucuk-pucuk pohon yang tinggi.
Panda merah itu mengamuk karena kehabisan makanan.
Pak kades bekerja dengan seluruh aparat untuk memberantas kenakalan remaja.
Jam dinding menunjukkan waktu tengah malam.
Harga minyak yang melambung dipengaruhi oleh permintaan masyarakat.
Besi tua itu dibiarkan berkarat begitu saja.
Hawa dingin menyelimuti seluruh Prambanan.
Aku menanti dia yang tak kunjung kembali.
Kaki adik tergelincir setelah bermain di sungai.
Sungai itu memiliki aliran air yang cukup deras.
Abi menulis hingga larut malam.
Kopi hitam menemani setiap air mata yang turun membasahi pipinya.
Kilau mata itu sungguh indah merona.
Korban kecelakaan itu mengalami patah tulang.
Bis Sumber Jaya tergelincir saat menuruni perbukitan.
Truk itu terguling saat berada di Tol.
Pedagang itu telah lelah bekerja dari pagi.
Kemarin Bibi datang membawa kacang.
Pisang dan tebu ditanam pada lahan kosong itu.
Biji kopi disangrai di dapur.
Reruntuhan bangunan itu memiliki nilai sejarah yang panjang.
Teko itu peceh terkena lemparan kerikil.
Debu vulkanik mulai bertebaran ke mana-mana.
Kupu-kupu itu terbang jauh di angkasa.
Kepingan emas dilelang olah saudagar.
Pengerajin kayu membuat patung pahatan yang langka.
Setiap daerah memiliki ciri unik masing-masing.
Supir itu menggerutu karena kemacetan.
Kebun raya memiliki berbagai koleksi tanaman langka.
Anggrek itu dipamerkan kepada calon pembeli.
Binatang itu terjual dengan harga tinggi.
Sakit gigi dapat disebabkan oleh gigi berlubang.
Pengurus menjalankan tugas yang diberikan oleh ketua.
Bunga Amarilis itu tumbu dengan sangat subur.
Jeruk peras dijual di pekan raya.
Nenek memanfaatkan halaman rumah sebagai tempat pembibitan.
Baca juga: Pengertian Kalimat Persuasif dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia
Kalimat nomina ini dapat digunakan sebagai pembelajaran bagi siswa dan guru. Siswa dapat menyimak kamus dan membaca buku tentang tata bahasa untuk memperdalam pemahaman. (Fia)
