13 Surat-Surat Pendek Al-Qur'an yang Mudah Dihafalkan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat-surat pendek dalam Al-Qur'an memiliki keistimewaan tersendiri karena selain mudah dihafalkan, juga memiliki makna yang dalam dan relevan untuk berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Meskipun singkat, surat-surat ini mengandung pesan-pesan penting tentang perlindungan, keesaan Tuhan, dan permohonan bantuan kepada Allah. Selain itu, surat-surat pendek ini sering dibaca dalam berbagai kesempatan, seperti dalam salat sehari-hari, doa, dan zikir.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Surat-Surat Pendek Al-Qur'an
Umat muslim dianjurkan untuk selalu beribadah kepada Allah Swt. Salah satu kewajiban ibadah yang harus dilakukan adalah salat. Pada saat melaksanakan salat, maka setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat pendek.
Agar tidak berulang-ulang membaca surat pendek, ada baiknya umat muslim menghafalkannya. Dikutip dari laman nu.or.id, berikut adalah surat-surat pendek Al-Qur'an yang mudah dihafalkan.
1. An-Nas
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١
qul a‘ûdzu birabbin-nâs
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia,
مَلِكِ النَّاسِۙ ٢
malikin-nâs
raja manusia,
اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣
ilâhin-nâs
sembahan manusia
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤
min syarril-waswâsil-khannâs
dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥
alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّا سِۙ ٦
minal-jinnati wan-nâs
dari (golongan) jin dan manusia.”
2. Al-Falaq
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١
qul a‘ûdzu birabbil-falaq
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢
min syarri mâ khalaq
dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣
wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab
dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤
wa min syarrin-naffâtsâti fil-‘uqad
dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ٥
wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
3. Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١
qul huwallâhu aḫad
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢
allâhush-shamad
Allah tempat meminta segala sesuatu.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣
lam yalid wa lam yûlad
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَاَحَدٌ ٤
wa lam yakul lahû kufuwan aḫad
serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
4. Al-Lahab
تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ ١
tabbat yadâ abî lahabiw wa tabb
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia.
مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ ٢
mâ aghnâ ‘an-hu mâluhû wa mâ kasab
Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ ٣
sayashlâ nâran dzâta lahab
Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka),
وَّامْرَاَتُهٗۗ حَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ ٤
wamra'atuh, ḫammâlatal-ḫathab
(begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مََّّسَدٍ ٥
fî jîdihâ ḫablum mim masad
Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
5. An-Nashr
اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ ١
idzâ jâ'a nashrullâhi wal-fat-ḫ
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan
وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ ٢
wa ra'aitan-nâsa yadkhulûna fî dînillâhi afwâjâ
dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّاابًا٣
fa sabbiḫ biḫamdi rabbika wastaghfir-h, innahû kâna tawwâbâ
bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.
6. Al-Kafirun
قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ١
qul yâ ayyuhal-kâfirûn
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,
لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ٢
lâ a‘budu mâ ta‘budûn
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ٣
wa lâ antum ‘âbidûna mâ a‘bud
Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.
وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ٤
wa lâ ana ‘âbidum mâ ‘abattum
Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ٥
wa lâ antum ‘âbidûna mâ a‘bud
Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ٦
lakum dînukum wa liya dîn
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”
7. Al-Kautsar
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ١
innâ a‘thainâkal-kautsar
Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢
fa shalli lirabbika wan-ḫar
Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ٣
inna syâni'aka huwal-abtar
Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
8. Al-Mau’un
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ ١
a ra'aitalladzî yukadzdzibu bid-dîn
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ ٢
fa dzâlikalladzî yadu‘‘ul-yatîm
Itulah orang yang menghardik anak yatim
وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ ٣
wa lâ yaḫudldlu ‘alâ tha‘âmil-miskîn
dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ ٤
fa wailul lil-mushallîn
Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat,
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ ٥
alladzîna hum ‘an shalâtihim sâhûn
(yaitu) yang lalai terhadap salatnya,
الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ ٦
alladzîna hum yurâ'ûn
yang berbuat riya,
وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ٧
wa yamna‘ûnal-mâ‘ûn
dan enggan (memberi) bantuan.
9. Quraisy
لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ ١
li'îlâfi quraîsy
Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy,
اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ ٢
îlâfihim riḫlatasy-syitâ'i wash-shaîf
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan),
فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ٣
falya‘budû rabba hâdzal-baît
maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah)
الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ ٤
alladzî ath‘amahum min jû‘iw wa âmanahum min khaûf
yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.
10. Al-Fil
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ ١
a lam tara kaifa fa‘ala rabbuka bi'ash-ḫâbil-fîl
Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?
اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ ٢
a lam yaj‘al kaidahum fî tadllîl
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ ٣
wa arsala ‘alaihim thairan abâbîl
Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong
تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ ٤
tarmîhim biḫijâratim min sijjîl
yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,
فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ مَّاۡكُوۡلٍ ٥
fa ja‘alahum ka‘ashfim ma'kûl
sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
11. Al-Humazah
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ ١
wailul likulli humazatil lumazah
Celakalah setiap pengumpat lagi pencela
الَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ ٢
alladzî jama‘a mâlaw wa ‘addadah
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya.
يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ ٣
yaḫsabu anna mâlahû akhladah
Dia (manusia) mengira bahwa hartanya dapat mengekalkannya.
كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ ٤
kallâ layumbadzanna fil-ḫuthamah
Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُۗ ٥
wa mâ adrâka mal-ḫuthamah
Tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah?
نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ ٦
nârullâhil-mûqadah
(Ia adalah) api (azab) Allah yang dinyalakan
الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ ٧
allatî taththali‘u ‘alal-af'idah
yang (membakar) naik sampai ke hati.
اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ ٨
innahâ ‘alaihim mu'shadah
Sesungguhnya dia (api itu) tertutup rapat (sebagai hukuman) atas mereka,
فِىۡ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ٩
fî ‘amadim mumaddadah
(sedangkan mereka) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
12. Al-‘Ashr
وَالْعَصْرِۙ ١
wal-‘ashr
Demi masa,
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ٢
innal-insâna lafî khusr
sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,
اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ ٣
illalladzîna âmanû wa ‘amilush-shâliḫâti wa tawâshau bil-ḫaqqi wa tawâshau bish-shabr
kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.
13. At-Takatsur
اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ١
al-hâkumut-takâtsur
Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ٢
ḫattâ zurtumul-maqâbir
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ ٣
kallâ saufa ta‘lamûn
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ٤
tsumma kallâ saufa ta‘lamûn
Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ ٥
kallâ lau ta‘lamûna ‘ilmal-yaqîn
Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti, (niscaya kamu tidak akan melakukannya).
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ ٦
latarawunnal-jaḫîm
Pasti kamu benar-benar akan melihat (neraka) Jahim.
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ ٧
tsumma latarawunnahâ ‘ainal-yaqîn
Kemudian, kamu pasti benar-benar akan melihatnya dengan ainulyakin.
ثُمَّ لَـتُسۡـَٔـلُنَّ يَوۡمَٮِٕذٍ عَنِ النَّعِيۡمِ ٨
tsumma latus'alunna yauma'idzin ‘anin-na‘îm
Kemudian, kamu pasti benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).
Baca Juga: Doa untuk Orang Menikah dalam Bahasa Arab dan Artinya
Itulah surat-surat pendek Al-Qur’an yang bisa dihafalkan. Masih ada banyak surat-surat pendek yang bisa dihafalkan, terutama dalam juz 30. (Umi)
