Konten dari Pengguna

13 Surat-Surat Pendek Al-Qur'an yang Mudah Dihafalkan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Surat-Surat Pendek Al-Qur'an, Foto: Unsplash/Tamer ALKIS.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Surat-Surat Pendek Al-Qur'an, Foto: Unsplash/Tamer ALKIS.

Surat-surat pendek dalam Al-Qur'an memiliki keistimewaan tersendiri karena selain mudah dihafalkan, juga memiliki makna yang dalam dan relevan untuk berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Meskipun singkat, surat-surat ini mengandung pesan-pesan penting tentang perlindungan, keesaan Tuhan, dan permohonan bantuan kepada Allah. Selain itu, surat-surat pendek ini sering dibaca dalam berbagai kesempatan, seperti dalam salat sehari-hari, doa, dan zikir.

Daftar isi

Surat-Surat Pendek Al-Qur'an

Ilustrasi Surat-Surat Pendek Al-Qur'an, Foto: Unsplash/cihatatceken.

Umat muslim dianjurkan untuk selalu beribadah kepada Allah Swt. Salah satu kewajiban ibadah yang harus dilakukan adalah salat. Pada saat melaksanakan salat, maka setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat pendek.

Agar tidak berulang-ulang membaca surat pendek, ada baiknya umat muslim menghafalkannya. Dikutip dari laman nu.or.id, berikut adalah surat-surat pendek Al-Qur'an yang mudah dihafalkan.

1. An-Nas

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ۝١

qul a‘ûdzu birabbin-nâs

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia,

مَلِكِ النَّاسِۙ ۝٢

malikin-nâs

raja manusia,

اِلٰهِ النَّاسِۙ ۝٣

ilâhin-nâs

sembahan manusia

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ۝٤

min syarril-waswâsil-khannâs

dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ۝٥

alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّا سِۙ ۝٦

minal-jinnati wan-nâs

dari (golongan) jin dan manusia.”

2. Al-Falaq

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ۝١

qul a‘ûdzu birabbil-falaq

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ۝٢

min syarri mâ khalaq

dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ۝٣

wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab

dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ۝٤

wa min syarrin-naffâtsâti fil-‘uqad

dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ۝٥

wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad

dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

3. Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ۝١

qul huwallâhu aḫad

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ۝٢

allâhush-shamad

Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ۝٣

lam yalid wa lam yûlad

Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَاَحَدٌ ۝٤

wa lam yakul lahû kufuwan aḫad

serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

4. Al-Lahab

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ ۝١

tabbat yadâ abî lahabiw wa tabb

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia.

مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ ۝٢

mâ aghnâ ‘an-hu mâluhû wa mâ kasab

Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.

سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ ۝٣

sayashlâ nâran dzâta lahab

Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka),

وَّامْرَاَتُهٗۗ حَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ ۝٤

wamra'atuh, ḫammâlatal-ḫathab

(begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مََّّسَدٍ ۝٥

fî jîdihâ ḫablum mim masad

Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

5. An-Nashr

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ ۝١

idzâ jâ'a nashrullâhi wal-fat-ḫ

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan

وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ ۝٢

wa ra'aitan-nâsa yadkhulûna fî dînillâhi afwâjâ

dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّاابًا۝٣

fa sabbiḫ biḫamdi rabbika wastaghfir-h, innahû kâna tawwâbâ

bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.

6. Al-Kafirun

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ۝١

qul yâ ayyuhal-kâfirûn

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,

لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ۝٢

lâ a‘budu mâ ta‘budûn

aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ۝٣

wa lâ antum ‘âbidûna mâ a‘bud

Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.

وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ۝٤

wa lâ ana ‘âbidum mâ ‘abattum

Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ۝٥

wa lâ antum ‘âbidûna mâ a‘bud

Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ۝٦

lakum dînukum wa liya dîn

Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

7. Al-Kautsar

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ۝١

innâ a‘thainâkal-kautsar

Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ۝٢

fa shalli lirabbika wan-ḫar

Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ۝٣

inna syâni'aka huwal-abtar

Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

8. Al-Mau’un

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ ۝١

a ra'aitalladzî yukadzdzibu bid-dîn

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ ۝٢

fa dzâlikalladzî yadu‘‘ul-yatîm

Itulah orang yang menghardik anak yatim

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ ۝٣

wa lâ yaḫudldlu ‘alâ tha‘âmil-miskîn

dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ ۝٤

fa wailul lil-mushallîn

Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat,

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ ۝٥

alladzîna hum ‘an shalâtihim sâhûn

(yaitu) yang lalai terhadap salatnya,

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ ۝٦

alladzîna hum yurâ'ûn

yang berbuat riya,

وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ۝٧

wa yamna‘ûnal-mâ‘ûn

dan enggan (memberi) bantuan.

9. Quraisy

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ ۝١

li'îlâfi quraîsy

Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy,

اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ ۝٢

îlâfihim riḫlatasy-syitâ'i wash-shaîf

(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan),

فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ۝٣

falya‘budû rabba hâdzal-baît

maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah)

الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ ۝٤

alladzî ath‘amahum min jû‘iw wa âmanahum min khaûf

yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.

10. Al-Fil

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ ۝١

a lam tara kaifa fa‘ala rabbuka bi'ash-ḫâbil-fîl

Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?

اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ ۝٢

a lam yaj‘al kaidahum fî tadllîl

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?

وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ ۝٣

wa arsala ‘alaihim thairan abâbîl

Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ ۝٤

tarmîhim biḫijâratim min sijjîl

yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,

فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ مَّاۡكُوۡلٍ ۝٥

fa ja‘alahum ka‘ashfim ma'kûl

sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

11. Al-Humazah

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ ۝١

wailul likulli humazatil lumazah

Celakalah setiap pengumpat lagi pencela

الَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ ۝٢

alladzî jama‘a mâlaw wa ‘addadah

yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya.

يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ ۝٣

yaḫsabu anna mâlahû akhladah

Dia (manusia) mengira bahwa hartanya dapat mengekalkannya.

كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ ۝٤

kallâ layumbadzanna fil-ḫuthamah

Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُۗ ۝٥

wa mâ adrâka mal-ḫuthamah

Tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah?

نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ ۝٦

nârullâhil-mûqadah

(Ia adalah) api (azab) Allah yang dinyalakan

الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ ۝٧

allatî taththali‘u ‘alal-af'idah

yang (membakar) naik sampai ke hati.

اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ ۝٨

innahâ ‘alaihim mu'shadah

Sesungguhnya dia (api itu) tertutup rapat (sebagai hukuman) atas mereka,

فِىۡ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ۝٩

fî ‘amadim mumaddadah

(sedangkan mereka) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

12. Al-‘Ashr

وَالْعَصْرِۙ ۝١

wal-‘ashr

Demi masa,

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢

innal-insâna lafî khusr

sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,

اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ ۝٣

illalladzîna âmanû wa ‘amilush-shâliḫâti wa tawâshau bil-ḫaqqi wa tawâshau bish-shabr

kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

13. At-Takatsur

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ۝١

al-hâkumut-takâtsur

Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu

حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ۝٢

ḫattâ zurtumul-maqâbir

sampai kamu masuk ke dalam kubur.

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ ۝٣

kallâ saufa ta‘lamûn

Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ۝٤

tsumma kallâ saufa ta‘lamûn

Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ ۝٥

kallâ lau ta‘lamûna ‘ilmal-yaqîn

Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti, (niscaya kamu tidak akan melakukannya).

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ ۝٦

latarawunnal-jaḫîm

Pasti kamu benar-benar akan melihat (neraka) Jahim.

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ ۝٧

tsumma latarawunnahâ ‘ainal-yaqîn

Kemudian, kamu pasti benar-benar akan melihatnya dengan ainulyakin.

ثُمَّ لَـتُسۡـَٔـلُنَّ يَوۡمَٮِٕذٍ عَنِ النَّعِيۡمِ ۝٨

tsumma latus'alunna yauma'idzin ‘anin-na‘îm

Kemudian, kamu pasti benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).

Baca Juga: Doa untuk Orang Menikah dalam Bahasa Arab dan Artinya

Itulah surat-surat pendek Al-Qur’an yang bisa dihafalkan. Masih ada banyak surat-surat pendek yang bisa dihafalkan, terutama dalam juz 30. (Umi)