14 Ucapan Minta Maaf Bahasa Jepang, Formal dan Informal

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai ucapan minta maaf bahasa Jepang dan kata-kata yang dipilih dapat bergantung pada situasi dan hubungan dengan seseorang.
Dikutip dari situs japan-dev.com, Jepang memiliki budaya yang kaya yang didasarkan pada kesopanan dan perhatian karena bahasa bertindak sebagai cermin yang mencerminkan budaya itu sendiri.
Tindakan sederhana seperti mengucapkan maaf dapat dilakukan dengan banyak cara, beberapa di antaranya bahkan tidak melibatkan kata-kata.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Ucapan Minta Maaf Bahasa Jepang
Dalam ucapan minta maaf bahasa Jepang, komponen lain dari budaya meminta maaf ini adalah mengungkapkan kata-kata dengan tulus dan hormat. Itulah sebabnya mengapa membungkuk sering kali menyertai sebagian besar bentuk permintaan maaf.
Bahasa Jepang sendiri memiliki banyak cara untuk menyampaikan hal-hal tertentu, tergantung pada situasinya. Itulah sebabnya ada berbagai cara formal dan informal untuk menyampaikan permintaan maaf dengan tulus kepada seseorang.
Dikutip dari situs japan-dev.com dan en-amazingtalker.com, berikut adalah ucapan minta maaf dalam bahasa Jepang
a. Ucapan Minta Maaf Formal
Bersikap sopan dan menjaga reputasi dianggap sangat penting dalam budaya Jepang. Teman dan keluarga mungkin menyadari niat dan kepribadian tetapi rekan kerja atau orang yang ditemui dalam suasana formal mungkin tidak mengenal sama sekali.
Inilah sebabnya mengapa belajar meminta maaf dalam suasana formal adalah salah satu pengetahuan terpenting yang dibutuhkan di Jepang jika ingin diterima dan menjadi bagian dari masyarakat.
Owabi Moushi Agemasu (Saya Minta Maaf)
Ini merupakan salah satu cara paling formal untuk meminta maaf karena owabi moushi agemasu berarti ‘saya minta maaf’.
Ungkapan tersebut menyiratkan rasa hormat dan penyesalan yang besar dan bahkan pernah digunakan oleh tokoh politik Jepang di masa lalu ketika meminta maaf kepada publik.
Karena ini adalah frasa yang sangat formal, tidak mungkin mengubahnya untuk digunakan dalam situasi yang santai karena kata owabi adalah kata formal dan tidak memiliki versi informal.
Benkai No Yochi Ga Nai (Tidak Ada Alasan)
Benkai no yochi ga nai diterjemahkan menjadi ‘saya tidak punya alasan’ atau ‘tidak ada alasan’ dan biasanya digunakan sebagai cara formal tetapi tulus untuk meminta maaf.
Karena sekadar mengatakan permintaan maaf mungkin tidak cukup untuk situasi tertentu dalam budaya Jepang, terkadang ketika seseorang membuat kesalahan besar di tempat kerja dan perlu meminta maaf, frasa ini dapat diucapkan untuk mengungkapkan penyesalan.
Hansei/Koukai Shite Orimasu (Saya Menyesali Apa yang Telah Saya Lakukan)
Frasa ini merupakan cara formal untuk meminta maaf atas tindakan seseorang. Terkadang tokoh masyarakat menggunakan frasa ini untuk meminta maaf karena melakukan sesuatu yang tidak dibanggakan.
Meski bersifat formal, frasa ini tidak terdengar terlalu kaku atau dingin. Inilah sebabnya mengapa frasa ini paling baik digunakan untuk permintaan maaf yang lebih tulus.
Kedua bentuk frasa, hansei shite orimasu atau koukai shite orimasu, dapat digunakan secara bergantian.
Gomeiwaku O Okake Shite Sumimasen (Maaf Mengganggu Anda)
Jika tersesat dan perlu menanyakan arah atau perlu berinteraksi dengan seseorang yang tidak dikenal di tempat umum, maka dapat mengatakan gomeiwaku o okake shite sumimasen yang berarti ‘maafkan saya karena mengganggu Anda’ atau ‘maaf mengganggu Anda’.
Meski digunakan untuk meminta maaf, frasa ini juga menyiratkan bahwa seseorang bersyukur.
Shitsureishimashita (Aku Sangat Kasar)
Frasa ini tidak berarti ‘maafkan saya’. Akan tetapi, karena budaya Jepang tidak menyukai pernyataan langsung. Shitsureishimashita sering digunakan sebagai cara untuk mengungkapkan penyesalan dan mengatakan ‘saya tidak sopan’.
Frasa ini dapat digunakan dalam situasi formal saat membuat kesalahan kecil yang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman meski hanya sesaat.
Shitsureishimashita juga dapat digunakan saat tidak sengaja menabrak seseorang di depan umum.
Mōshiwake arimasen (Saya Merasa Tidak Enak)
Ini merupakan cara meminta maaf yang sangat formal dan cocok untuk digunakan kepada figur berwenang seperti polisi atau atasan di tempat kerja.
b. Ucapan Minta Maaf Informal
Ucapan minta maaf informal adalah beberapa bentuk maaf dalam bahasa Jepang yang bisa digunakan dalam situasi sehari-hari.
Gomen Nasai atau Gomen (Maafkan Aku)
Ucapan minta maaf bahasa Jepang lainnya adalah gomen nasai atau gomen. Ini mungkin salah satu cara paling umum untuk mengatakan maaf dalam bahasa Jepang. Gomen nasai atau gomen dapat digunakan dalam banyak situasi.
Hal ini karena adalah cara yang sopan untuk meminta maaf tetapi ini adalah ungkapan yang kasual dan sederhana. Meski demikian, ini adalah frasa yang tepat untuk digunakan dalam situasi sehari-hari saat perlu meminta maaf atas hal-hal kecil.
Jika ingin terdengar lebih tulus, dapat juga menambahkan hontou ni dan mengucapkan hontou ni gomen nasai yang memperkuat pesannya dan dapat berarti ‘saya benar-benar minta maaf’ atau ‘saya benar-benar minta maaf’.
Gomen nasai sempurna digunakan saat menerima hadiah atau bantuan. Permintaan maaf ini menunjukkan bahwa seseorang menyadari dan sangat berterima kasih atas kenyataan bahwa orang lain berusaha memberi hadiah atau membantu.
Contoh penggunaannya dalam percakapan seperti ‘gomen nasai, shirimasen’ yang artinya ‘maaf, saya tidak tahu’.
Waruina (Kesalahanku)
Cara lain yang lebih kasual untuk meminta maaf adalah waruina, yang berarti kesalahanku. Tetapi kata ini khususnya perlu digunakan saat berbicara dengan teman dekat dan orang-orang terdekat.
Selain mengucapkan waruina, dapat juga mengucapkan warui warui yang artinya sama. Ingatlah meski berbicara dengan teman dekat, mungkin ada saat-saat ketika warui sederhana bisa dianggap tidak sopan atau tidak peka.
Hal tersebut karena ini adalah permintaan maaf biasa yang digunakan untuk hal-hal kecil. Jadi, tidak disarankan untuk menggunakannya dalam situasi serius.
Sumimasen (Permisi)
Bersama dengan gomen nasai, sumimasen juga merupakan cara yang populer untuk meminta maaf di Jepang dan keduanya biasanya digunakan secara bergantian. Tetapi frasa ini menyiratkan nada yang lebih santai.
Meski mengucapkan gomen nasai mungkin lebih tepat dalam situasi di mana ingin meminta maaf atas sesuatu yang dilakukan, sumimasen juga dapat digunakan dalam situasi lain.
Misalnya, frasa tersebut dapat digunakan ketika berjalan ke kasir dan ingin menarik perhatian kasir.
Contoh penggunaanya seperti ‘sumimasen, okure mashita’ yang berarti ‘maaf, saya terlambat’ atau ‘sumimasen, watashi motto kiwotsukete’ yang artinya ‘maaf, saya akan berhati-hati’.
Contoh lainnya, yakni ‘sumimasen, watashi wa anata o norikoeru koto ga dekimasu’ yang berarti ‘permisi, bisakah saya melewati Anda’.
Hontōni Mōshiwakenai (Maafkan Aku)
Ini merupakan cara santai untuk meminta maaf dan dapat digunakan saat berbicara dengan teman terdekat, pasangan, dan rekan kerja. Hontōni Mōshiwakenai pada dasarnya berarti ‘saya minta maaf’ atau ‘saya sangat menyesal’.
Berbeda dengan warui, kata ini juga dapat digunakan dalam situasi yang lebih serius yang melibatkan emosi.
Shitsurei Shimasu (Mohon Permisi)
Shitsurei shimasu dalam konteks ini berarti ‘maafkan saya’. Frasa ini dapat digunakan untuk kesalahan kecil atau kejadian yang membuat seseorang tidak nyaman tetapi frasa ini memiliki makna yang lebih ringan.
Artinya, frasa ini tidak akan berhasil dalam situasi yang serius.
O Yurushi Kudasai (Mohon Maafkan Saya)
O Yurushi Kudasai jika secara harfiah diterjemahkan menjadi ‘tolong maafkan saya’. Akan tetapi perlu diingat, meski boleh digunakan dalam situasi informal, frasa tersebut tetap menyiratkan nada yang lebih berat.
Sebaiknya frasa ini digunakan untuk permintaan maaf yang lebih serius saat digunakan kepada teman atau keluarga. Jika berbicara dengan teman dekat, pastikan untuk mengubah frasa dan ucapkan yurishite kudasai yang seharusnya terdengar lebih tulus.
Watashi No Machigai Desu (Kesalahan Saya)
Frasa ini mirip dengan waruina dan juga bernada santai. Ini berarti frasa ini dapat digunakan kepada teman dan keluarga tetapi tidak dalam situasi yang serius atau formal.
Frasa ini dapat digunakan untuk situasi saat melakukan kesalahan kecil. Nada frasa tersebut biasanya seseorang menyadari kesalahannya karena hal tersebut menyiratkan bahwa pengguna frasa itu mengakui kesalahannya.
Ottotto (Ups)
Ini adalah cara yang sangat santai dan kasual untuk meminta maaf kepada teman dan sering digunakan dalam situasi lucu ketika kesalahan kecil yang tidak penting dibuat.
Contohnya seperti ‘otto, doawoshimeru no o wasuremashita’ yang artinya ‘ups, aku lupa menutup pintunya’.
Demikianlah berbagai ucapan minta maaf bahasa Jepang. Dalam masyarakat Jepang, tindakan meminta maaf bukan hanya tentang mengakui kesalahan tetapi juga tentang menunjukkan rasa hormat dan menjaga keharmonisan dalam hubungan. (Mey)
Baca juga: 80 Ucapan Minta Maaf Idul Fitri 2025 yang Sederhana tetapi Penuh Makna
