15 Contoh Puisi Pendidikan yang Penuh Makna untuk Tugas Sekolah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh puisi pendidikan kerap dicari oleh para pelajar yang sedang belajar membuat puisi. Hal ini dilakukan untuk mencari inspirasi sekaligus referensi agar bisa membuat puisi serupa dengan lebih baik lagi.
Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan kekuatan bahasa sebagaimana dikutip dari buku Menggores Tinta Puisi, Ahmad Wayudi, M.Pd., (2021:15).
Puisi kerap dipelajari sebagai salah satu materi yang ada pada pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Hal ini termasuk dengan belajar cara membuat puisi untuk melatih kemampuan menulis para siswa.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
15 Contoh Puisi Pendidikan sebagai Referensi
Agar bisa menulis puisi dengan benar untuk keperluan tugas sekolah diperlukan referensi dari karya lainnya. Berikut adalah beberapa contoh puisi pendidikan yang penuh makna untuk dijadikan referensi mengerjakan tugas sekolah:
1. Lelang Pendidikan
Karya: Ahmad Latiful Ansori
Pendidikan...
Kata yang didengungkan oleh banyak kalangan
Katanya
Pendidikan itu tak memandang latar belakang
Namun, apalah daya
Itu 'cuma' slogan
Entah zaman yang telah berevolusi
Atau sedari dulu tetap begini
Pendidikan adalah hak setiap warga
Namun, mana buktinya
Kami beli, kami juga yang menjual
Itu kata yang sering terlontar, dari orang yang katanya
berpendidikan
Kami beli mahal, maka kami juga mendapatkan yang mahal
Pantas saja jika negara ini tak mencapai kejayaan
Kelakuan orang-orang berpendidikan tak lagi bisa diharapkan
Pendidikan investasi masa depan
Namun, bukan berarti pendidikan sebagai alasan untuk meraup
pajak besar-besaran
Bukan pula sebagai alasan untuk meletakkan kaki di atas hidung
anak jalanan
Mau sampai kapan, pendidikan akan terus dilelang
Hingga rakyat kecil musnah dengan perlahan?
Atau hingga jas mengkilat tak lagi muat dikenakan?
Tak hanya tuan yang membutuhkan
Tapi, kami juga tak meminta
Karena kami tak sanggup jika harus bermain lelang
Dengan apa yang seharusnya kami dapatkan
2. Guruku Pahlawanku
Karya: Pieter Wattimury
Jika Matahari tidak ada
Jika Matahari tidak bersinar lagi
Maka gelaplah dunia ini
Tak ada setitik pun cahaya menyinarinya
Tidak ada kehangatan yang terpancar
Guru...
Engkau seperti matahari
Bersinar dan memberi cahaya pendidikan
Dengan ketulusan engkau mendidik
Engkau mengajar dan membagi ilmu
Terimakasih atas segala jasamu
Engkaulah pahlawan bagiku
3. Jasa dan Baktimu
Karya: Aflahah
Seindah melati
Seharum kasturi
Berselinap di hati
Mewujudkan mimpi
Sekolahku tempat menuntut ilmu
Tempat yang menjadi saksi setiap waktu
Tempat yang menjadikan aku bermutu
Hingga aku pun siap menghadapi segala sesuatu
Kau bagai lentera dalam kegelapan
Kau embun penyejuk dalam kehausan
Kan selalu ku simpan di dalam hatiku
Kan selalu ku ukir di sanubariku
Jasa dan baktimu
Oh, sekolahku
4. Gerbang Masa Depan
Karya: Andriana Deke Ate
Aku melangkah dan berlari dari hutan yang rimbun
Hela demi hela napas yang terhempas untuk menggapai
asa yang
Tertimbun secara harapan muncul
Meskipun gelombang ombak dan batu karang kutempuh
Engkau datang
Belai tangan halusnya menyentuh penuh kasih
suaranya lugas
Menyampaikan kata demi kata menuntunkan
Menuju gerbang masa depan
Dengan segala pengetahuan yang engkau bagikan dan
keterampilan yang kau tebar
Aku yang dulu belum mengerti apa-apa
Aku yang dulu bukan apa-apa
Saat ini aku mampu berdiri untuk menggapai cita-cita
5. Pahlawan Tanpa Lencana
Karya: Andriana Deke Ate
Pagi yang indah, angin berderu menerpa wajah
sementara dingin
Menyelimuti setiap langkah
Namun pikiran di setiap langkahnya hanya tentang
kejayaan dan keberhasilan
Detik demi detik sampai hari demi hari begitu sangat
cepat terlewati
Wajahnya tiada terpencar rasa jenuh sama sekali
semangatnya pun
Selalu membara
Tiada kata-kata yang seindah tutur katanya tiada
hari tanpa sebuah hati
Tiada penawaran yang seindah senyumannya
Tiada benih kasih yang terpencar
Di luar sana kecuali hanya pada murid-muridnya
Jikalau dirinya akan melangkah pergi
Jikalau telah tiada
Pasti 'kan selalu ada yang mengenangnya dan itu guru
Dia pahlawan tanpa lencana
6. Pengabdian Tanpa Batas
Karya: Andriana Deke Ate
Bisakah kita bayangkan
Apa jadinya diri ini tanpa guru
Apa jadinya negeri ini tanpa guru
Dan bagaimana nasib generasi bangsa ini tanpa guru
Guru, orang yang mengajar tentang aksara
berbagai macam
Pengetahuan dan juga ilmu pondasi negeri yang
tak kenal balas jasa
Tidaklah mudah baginya
Di saat selalu ada tantangan dan juga ujian
pembangunan asa
Bagi setiap generasi bangsa sebab dunia tak
seindah dongeng dan cerita
Ikhlas, adalah pelajaran berharga di setiap langkah
kakinya
Tak peduli tentang apa saja
Dia selalu menjalankan tugasnya
Bukan sebagai pekerja namun sebagai orang tua bagi
anak didiknya
Dia menganggap itu dengan pengabdian yang tiada batas
7. Pendidikan
Karya: Anisa Dian Cahyani
Di atas tanah bumi pertiwi
Saya mengambil langkah
Betapa begitu pentingnya pendidikan bagi generasi muda
saat ini
Untuk lebih maju sukses
Akan ku tunjukan pada dunia
Saya dapat 'tuk meraih mimpi
Saya sanggup 'tuk raih cita-cita
Yang aku inginkan
8. Pahlawan Pendidikan
Karya: Bagus Tri Sutrisno
Jika dunia kami yang dulu kosong
Tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
Tak bisa apa-apa, tak bisa ke mana-mana
Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya jadi mimpi
Kini mulai terlihat lagi bukan mimpi
Itu karena kau yang mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Terima kasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
9. Para Pelajar
Karya: Elfrida Octaviani
Kami tumbuh untuk Indonesia
Kami hidup untuk Indonesia
Kami berdiri untuk Indonesia
Kami mati untuk Indonesia
Tidak semata mata kami hanya meminta
Dengan jeritan dan ronta
Tapi kami juga mengalirkan
Ilmu sebagai terapan yang meringankan
Malam tergelap tepat sebelum fajar
Rintangan dan halangan selalu mengajar
Esa hilang dua terbilang
Tak akan ada harapan yang hilang
10. Dikoyak Suara
Karya: Ika Rahutami
Di ujung sore yang sepi
Terbayang kerinyit kemarahan bercampur bau perjuangan
yang berkobar sekian puluh tahun yang lalu
"apakah kamu mendidik?"
"ya" (jawabku)
"mendidik semacam apa?"
"ya mendidik orang muda supaya pintar, supaya tidak
bertemu alisnya ketika berbicara teknologi, supaya kelak
jadi kaya"
"cukupkah?" desisnya lagi. Kamu lupa, pendidikan itu untuk
mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta
memperhalus perasaan"
Aku terdiam
Membiarkan suara suara di telinga terganti oleh detak
nadiku yang lebih cepat
Tergerus oleh arus yang lebih cepat,
terlupa kemewahan idealisme, kokoh kemauan, dan halus
perasaan
terlupa atau sengaja lupa
Itu tetap kegagalan
11. Pahlawan Pendidikanku
Karya: Roberta Nurlita
Dahulu ku tak tahu menahu tentang arti dunia ini
Aku tak tahu apa itu garis ataupun kata
Dulu sangatlah hampa tak ada coretan di kertas
Aku tak tahu harus diisi apa si kertas itu
Dulu hanya ada bermain sampai sang surya mulai terbenam
Tapi kini dunia sudah diselimuti warna-warni
Tentunya warna yang begitu indahnya sampai mata ini
terkesan saat melihatnya
Tentang si kertas yang penuh akan garis dan coretan
Tentang warna yang harus ku lukis di atas kertas
Juga tentang kata yang perlahan mulai ku baca
Terima kasih pada pahlawan kuucapkan
Untuk semua pahlawan pendidikan di Negri ini
Pendidikanlah yang membuatku mengenal anganku
Anganku di mana kata pahlawan itu harus kugapai sampai
ke langit
Kaulah pelita kehidupanku
Yang senantiasa menerangi diriku untuk menggapainya
Untuk menjalani hidupku menjadi lebih bermakna
Terimakasih sekali lagi kuucapkan atas pengabdianmu
Akan kubuktikan dengan menjadi penerusmu
Negri ini harus dipenuhi oleh orang-orang sepertimu
Supaya tak ada lagi anak bersedih tak bisa membaca
Supaya Negri int tak lagi menangis akan sepinya
penerusnya
Kelak kau akan bangga para pahlawanku
Atas jasa-jasamu menciptakan banyak pahlawan baru untuk
Negri ini
12. Apa Kabar Pendidikan Negeriku
Karya: Theodorus Kevin F.
Sampai kini saya tidak tahu
Titel sarjana nan dibangga-banggakan ayahku dahulu
Dapat mengisi perutku, istriku, dan anak-anakku
Enam belas tahun sudah kuhabiskan segudang uang
keringat ayah ibuku
Duduk di meja pendidikan
Namun tetap tidak mampu memberi anak-anakku sesuap
makan
Enam belas tahun sudah kuhabiskan waktuku di ruang
sekolah dan kuliah
Namun tidak memberiku brilian dan keterampilan nan
sepadan
Hanya terampil mencontek lembaran teman
Hanya terampil membajak dan menjiplak karya negeri
orang
Hanya terampil mencuri ide-ide bukannya mencipta
Apa kabar pendidikan negeriku
Adakah kini kau sudah berbenah
Sehingga anak cucuku bisa merasai pendidikan nan indah
Dan pendidikan nan cerah?
13. Pendidikan
Karya: Shella Artha
Pendidikan
Dalam gelap ku tersesat
Sesaat kulihat cahaya kecil
Terlihat kedua orang tuaku
Berdiri mendekatiku
Seakan-akan memberikan sesuatu
Yang nyata adalah bekal masa depan
Ilmu yang hanya didapatkan di dalam keluarga
Tentang bagaimana menjadi seorang manusia
Bagaimana cara bertata krama
Melangkah demi langkah
Rintangan demi rintangan
Kegagalan yang menyakitkan
Semua dilakukan
Demi kesuksesan di masa depan
14. Belajar Bersama
Karya: Elfrida Oktaviani
Makna pendidikan
Terutama untuk generasi muda
Adalah masuk ke lingkungan penuh ajaran
Tidaklah mudah untuk dijalani
Namun… kata guru adalah petunjuk
Manakala kita belajar
Terapkan ilmu yang diserap
Mari majukan Indonesia
Tidak kenal lelah berbagi ilmu
Karna kita bersama belajar
15. Pendidikan
Karya: Nathanael Adriel Soegiharto
Pendidikan
Sesuatu yang penting
Sesuatu yang berharga
Pendidikan
Bisa mengubah hidup seseorang
Dan bisa mengubah satu negara
Pendidikan
Aset terpenting manusia
Dari dulu sampai sekarang
Dengan pendidikan
Kita akan maju
Dan menjadi hebat
Baca juga: Puisi Rakyat: Pengertian dan Jenis-Jenis Puisi Rakyat
Kumpulan contoh puisi pendidikan di atas bisa dijadikan referensi dalam membuat puisi untuk keperluan tugas sekolah. Dengan rajin membaca contoh puisi lainnya, kemampuan menulis puisi akan meningkat dan bisa menghasilkan karya sastra yang menarik. (PRI)
